Love Scandal

Love Scandal
Part 91 ~ Love Scandal



Usai bersiap-siap dan terlihat cantik, barulah Alana dan Aurora keluar dari kamar. Keduanya sangatlah mirip, terlebih ketika sama-sama tersenyum seperti saat ini.


Saat kaki keduanya menapaki anak tangga terakhir, senyuman keduanya melebar melihat pria tampan dengan jas putih di tubuhnya.


Andai perpisahan tidak terjadi, maka Aurora sebagai istri tentu akan menyambut Dito. Namun, semuanya telah berbeda.


Aurora mematung di anak tangga, berbeda dengan Alana yang berlari untuk menyambut daddynya.


"Daddy udah pulang? Alana sama mommy baru mau pergi. Daddy ikut?" Mendongak untuk menatap Dito.


Sementara yang ditatapan tengah melirik Aurora.


"Aku nggak ngomong aneh-aneh kok sama Alana. Aku cuma ngizinin dia manggil mommy, aku juga udah jelasin kalau aku bukan mommynya," ucap Aurora yang mengerti arti tatapan Dito.


"Bukan mau nyembunyiin fakta, tapi aku nggak mau Alana bingung dan kepikiran. Usianya terlalu dini untuk tahu hubungan kita," sahut Dito.


Pria itu berlutut dan merapikan rambut putrinya, tidak lupa menghilangkan liptin di bibir Alana.


"Udah daddy bilangin jangan pakai pink-pink gitu, terlalu cantik soalnya," omel Dito membuat Alana meregut.


"Jangan cemberut Sayang, ayo berangkat sama tante keburu siang." Dito kembali berdiri, mengusap pipi putrinya.


Membalas lambaikan tangan Alana yang perlahan-lahan menghilang dari pintu. Melihat senyuman bahagia di wajah putrinya membuat hati Dito seakan menghagat padahal tadi ada rasa sakit mendapati Adam menunggu di luar rumahnya.


"Sekarang tugas kamu yang cari mommy buat Alana," celetuk mamah Dito.


Dito mendelik tidak suka. "Dito nggak bakal nikah kalau Alana belum nikah! Ibu tiri itu jahat, Mah. Jangan sampai istri Dito nanti cuma sayang sama Dito, tapi nggak sama Alana."


Dito terus mengerutu sambil berjalan menuju kamarnya, sementara di tempat lain. Yakni di dalam mobil, Alana duduk di pangkuang Aurora.


Tatapan gadis kecil itu tidak lepas pada Adam yang fokus menyetir.


"Ini pacar mommy?" tanya Alana dijawab anggukan oleh Aurora.


"Pacarnya ganteng, Mommy, tapi lebih ganteng daddy. Harusnya sebelum cari pacar kenalin sama Alana dulu," celetuknya sambil bersedekap dada.


"Nggak boleh ngomong gitu Sayang. Bentar lagi om Adam ...."


"Daddy, aku juga mau dipanggil daddy sama gadis cantik ini." Adam memotong ucapan Aurora, tidak lupa menguyel-uyel pipi putri calon istrinya dengan sebelah tangan.


Alana lantas menjauhkan tangan Adam darinya. "Nggak mau, daddy Alana cuma daddy Dito. Om juga nggak boleh pegang-pegang Alana, nanti daddy marah," ucapnya.


"Yah, padahal pengen banget dipanggil daddy."


"Adam, aku ... nanti aja deh ngomongnya," ucap Aurora.


Dia menyibukkan diri dengan Alana yang terus bercerita tentang sekolah. Agaknya Alana adalah tipe gadis yang jika besar nanti narsisnya tidak terbatas.


Sejak kecil saja gadis itu terus menceritakan bahwa semua orang ingin berteman dengannya karena dia cantik. Namun, kadang curhat pada Aurora bahwa hanya ada satu manusia di bumi yang tidak ingin berteman dengannya.


"Mommy tahu siapa orang paling bodoh karena nggak mau temenan sama Alana?"


"Siapa?"


"Kara!"


"Kok?" Alis Aurora saling bertaut.


"Kara kalau ngeliat Alana kayak ngeliat setan katanya, Mommy. Kara sering dorong-dorong Alana pas dekat-dekat, padahalkan Alana cuma mau temanan sama makan bekal yang dia bawa."


"Mommy tahu? Kara selalu dibuatin bekal sama mamahnya, tapi Alana cuma dibuatin bekal sama oma aja. Alanakan sedih." Menunduk sambil mengerucutkan bibirnya.


"Alana mau dimasakin sama mommy nggak?"


"Mommy mau masakin Alana tiap hari? Tinggal di rumah Alana?" Seketika wajah Alana terlihat cerah, tapi tidak berlangsung lama sebab sahutan dari Adam.


"Nggak boleh tinggal di rumah Alana, tapi bisa masakin tiap hari. Nanti Daddy sama mommy yang bakal anterin bekalnya ke sekolah," celetuk Adam yang berusaha mengakrabkan diri pada Alana yang tentu akan menjadi putrinya nanti.


"Ihhh Alana nggak ngajak om bicara," ucap Alana dengan nada julid. "Alana marah ya sama om, karena om udah ambil mommy cantik."