
Seperti yang telah Diandra janjikan pada Alana, gadis itu rela menginap di rumah tantenya dan tidur bersama Alana untuk memenuhi keinginan Dito.
Sebenarnya Diandra tidak tahu apa sebenarnya rencana Dito, tapi karena Alana terlalu mengemaskan untuk ukuran anak kecil, dia tidak masalah dengan permintaan sepupunya tersebut.
Terbiasa bangun pagi dan membantu mamahnya menyiapkan sarapan tidak membuat Diandra begitu terbebani di rumah Dito, terlebih tantenya sangatlah ramah dan penyayang.
Ada saja topik yang tercipta selama menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga.
"Mommy?"
Diandra lantas membalik tubuhnya, tersenyum pada gadis kecil yang berdiri di ambang pintu. Gadis kecil itu mengenakan piyama berwarna biru.
"Putrinya Mommy udah bangun ternyata." Diandra lantas mengecup pipi Alana penuh masih sayang dan sangat tulus, terlebih dia dan Canra sangat suka anak kecil.
"Mommy udah buat sarapan untuk Alana, mau makan dulu atau mandi?" tanya Diandra antusias.
"Alana mau mandi dulu Mommy!" sahutnya.
Gadis kecil itu kembali ke kamar tidurnya. Dia mengunjungi lantai dasar hanya untuk memastikan bahwa mommy yang dibawa daddynya tidak meninggalkannya seperti mommy Aurora.
Usai bersiap-siap gadis kecil itu kembali ke dapur dan melihat hidangan di atas meja. Alana mengedarkan pandangannya pada segela arah untuk mencari seseorang tapi tidak kunjung menemukan.
"Daddy mana?" tanya Alana akhirnya.
"Oh daddy udah berangkat kerja Sayang, kan hari ini mommy yang bakal nemenin Alana," jawab Diandra mengelus pipi Alana gemas.
Mamah Dito yang melihatnya tersenyum senang. Andai saja Dito ingin menikah, maka kebohongan ini tidak harus terjadi. Tidak ada yang tahu apa rencana pria tersebut, intinya mereka berdoa bahwa semuanya akan baik-baik saja dan tidak menyakiti siapapun.
"Alana senang sekarang punya mommy?" tanya mamah Dito.
Alana lantas menganggukkan kepala, tapi beberapa detik kemudian mengeleng. Hati gadis itu merasa ragu, senang mendapatkan mommy baru, tapi sedih karena bukan mommy Rora.
"Kok responnya gitu? Alana nggak sayang sama mommy?" Diandra memanyungkan bibirnya demi mendapat perhatian dari Alana.
Dia tersenyum ketika gadis kecil itu mengecup kedua pipinya sembari berucap.
Usai sarapan bersama, akhirnya Diandra mengantar Alana ke sekolah, tidak lupa menyiapkan bekal seperti hal yang selalu Alana idam-idamkan selama ini.
Sesampainya di sekolah, Alana turun dengan antusias dari mobil. Namun, langkahnya berhenti ketika melihat mommy Aurora dari kejauhan.
Langkahnya memutar menatap Aurora yang berdiri bersama om Adam.
Ada keinginan untuk mendekat, karena hatinya telah jatuh pada Aurora, tapi urung mengingat mommy Aurora tidak ingin menjadi mommynya.
"Mommy ayo masuk dan antar Alana ke kelas." Menarik tangan mommy Diandra tanpa menyapa Mommy Aurora yang tengah tersenyum dari kejauhan.
Aurora yang merasa diabaikan oleh putrinya tentu saja merasa sedih.
"Mau disamperin?" tanya Adam mengelus tangan istrinya.
Aurora mengeleng. "Nggak usah, nanti aja kalau suasana hati Alana membaik, lebih baik kita ke rumah baru buat liat-liat apa aja yang kurang," ucap Aurora yang tidak ingin membuat Adam terbebani lagi dengan masa lalunya.
Aurora akan menjadi istri yang baik untuk Adam tanpa harus menyakiti hatinya. Aurora tidak akan melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya.
"Kalau sedih jangan ditutup-tutupi!"
"Nggak sama sekali suamiku. Kamu benar, Alana butuh waktu. Lagian sekarang dia udah punya mommy yang lebih baik, dan tentu bisa memenuhi semua keinginan putri kita." Aurora menampilkan senyuam terbaik, memeluk lengan Adam sambil berjalan menuju motor.
Tanpa Aurora sadar ada Dito yang memperhatikan dari dalam mobil. Pria itu tersenyum, senyum yang tidak dipaksakan.
"Syukurlah kamu udah bahagia, aku janji bakal bahagiain Alana. Aku janji dia nggak bakal ngemis kasih sayang dari siapapun lagi," gumam Dito.
Pria itu memang sengaja menjauhi Alana karena satu hal yang ada dalam bagian rencananya.
...****************...
Aduh maaf ya otor baru up hari ini, semoga bisa up tiap hari.