Love Scandal

Love Scandal
Part 69 ~ Love Scandal



Semua orang yang ada di meja tersebut lantas saling pandang. Terkejut karena Angkara tiba-tiba mengenali Keenan sebagai papahnya.


Sementara Salsa menatap tidak enak pada Glora yang notabenya adalah tunangan Keenan.


"Sayang, Papah nggak ada di sini," ucap Salsa. "Maaf ya Glo, Angkara ...."


"Nggak papa, anak kecil mana tau benar atau salah. Lagian nggak salah kok Kara manggil Keen papah, sekalian latihan." Senyuman Glora tidak kalah lebar, tapi tidak bisa membuat perasaan tidak enak Salsa menghilang.


Wanita cantik itu lantas berdiri dan berpamitan pada teman-teman suaminya. Berjalan keluar dari gedung diikuti oleh Dito yang menyusul sambil mengendong Alana.


"Pulang naik apa?" tanya Dito setelah mensejajarkan langkahnya dengan Salsa.


"Taksi."


"Bareng sama gue aja kalau gitu, lagian rumah kita searah."


"Pacar lo?"


"Bukan pacar Sal, tapi sepupu. Eh iya Diandra mana?" Dito menepuk keningnya ketika Diandra masih ada di dalam pesta.


Baru saja akan berbalik, gadis yang dia lupa berjalan bersama Samuel dengan wajah di tekuk.


"Gue laporin sama mamah!" Ancam Diandra naik lebih dulu ke mobil Dito.


Salsa yang melihatnya hanya bisa mengulum senyum. Mungkin jika suaminya masih hidup kebahagian akan semakin lengkap.


"Pulang sama gue aja," ucap Samuel lantas membuka pintu untuk Salsa dan Angkara.


"Nah sama El aja kalau lo nggak enak bareng gue. Intinya jangan naik taksi Sal, bahaya apalagi bawa Kara," ucap Dito.


Usai memastikan Salsa akan pulang dengan Samuel, Dito akhirnya meninggalkan gedung dengan Diandra yang memejamkan matanya.


Dito sesekali melirik Diandra di mana Alana tertidur di pangkuan gadis tersebut.


"Bisa-bisanya Canra suka sama cewek kayak lo. Udah makannya banyak, setelah kenyang langsung tidur lagi," celetuk Dito.


Pria itu menyengir ketika tatapan tajam dia dapatkan dari Diandra. "Cinta nggak mandang fisik apalagi logika. Kalaupun Canra mutusin, gue nggak pusing. Di luar sana banyak yang antri."


Diandra mulai menyembongkan dirinya.


"Dan lagi, Canra nggak bakal mutusin gue liat aja nanti!"


Pria itu membating setir kemudi memasuki pelataran rumah. Namun, perhatiannya tertuju pada objek lain. Dito buru-buru turun dari mobilnya dan menyuruh Diandra masuk lebih dulu.


Sementara dia berlari menuju pagar untuk menemui Aron.


"Ngapain lo di rumah gue?" tanya Dito dengan nada cukup ngengas.


"Menurut lo?" Aron senyum sinis. Pria itu baru saja keluar dari rumah sakit setelah hidungnya berhasil dipatahkan oleh Dito.


"Mau dipatahin lehernya?" tanya Dito dengan alis terangkat.


Bukannya takut, Aron malah tertawa. "Putri gue ...."


Belum selesai berucap, tangan Dito telah mendarat di rahang Aron. "Tutup mulut lo!" geram Dito.


"Dia putri gue sialan!" Aron lantas mengembalikan pukulan yang Dito berikan, membuat pria itu mundur beberapa langkah.


Emosi Dito kian tersulut, menarik kerah baju Aron dan menyeretnya pergi dari lingkungan rumahnya. Dito tidak ingin orang tuanya mendengar apapun tentang status Alana.


"Dia putri gue, lo nggak berhak mengaku-ngaku!" Menatap Aron penuh permusuhan.


"Lo lupa? Golongan darahnya A, sama kayak ... Cuih." Aron meludahkan darah yang tiba-tiba berada di mulutnya sebab sudut bibir yang robek karena bogeman.


"Gue yang jagain dia, memenin dia dari usia 1 bulan di dalam kandungan An*jing! Gue daddynya bukan lo!" Mata Dito memerah.


Hari ini Dito benar-benar akan membunuh Aron. Siapapun tidak ada yang boleh merebut Alana darinya. Alana adalah hidup dan masa depan Dito.


Karena bayi mungil itu, Dito berambisi menjadi pengusaha sukses agar bisa memenuhi semua kebutuhan putrinya suatu hari nanti.


"Nyumbang sper*ma aja banggat lo!" bentak Dito.


Perkelahian terjadi di gang sempit yang selalu menjadi jalan tikus bagi pengendara bermotor untuk menghindari macet.


Pukulan dan tangkisan untuk menghindar terjadi secara bergantian.


Aron dengan keberaniannya dan Dito dengan emosinya yang tidak bisa dia kendalikan sendiri.


"Gue bakal nuntut hak asuh Alana!"


"Coba aja gue nggak takut!" balas Dito dengan seringai liciknya. Tidak ada yang tahu status Alana yang sebenarnya, Aurora? Wanita itu tidak mungkin menyerahkan putrinya pada pria seperti Aron.