Love Scandal

Love Scandal
Part 68 ~ Love Scandal



Aurora, wanita itu meletakkan ponselnya setelah memutus panggilan Dito. Percayalah hati Aurora sedikit sakit mendengar suara seorang perempuan yang tentunya sedang bersama Dito saat ini.


Posisinya telah tergantikan di hati Dito yang memang pada dasarnya tidak pernah ada.


Wanita itu masih saja melamun sampai tidak menyadari Adam telah duduk di sampingnya. Adam membawa dua botol minuman. Bukan karena inisiatif sendiri, malain Aurora yang meminta tolong.


Ayolah Adam bukan pria sebaik itu.


"Tadi pas gue tinggal senyum, pas balik malah murung. Bahaya banget dah mood cewek kayak lo," celetuk Adam menempelkan minuman dingin di pipi Aurora.


Wanita itu lantas terkejut, menatap Adam penuh permusuhan. "Bisa nggak sih sekali aja jangan buat gue kesal?" tanya Aurora.


"Nggak bisa, lo cantik kalau marah-marah." Cengir Adam tanpa ada maksud menggoda.


Namun, itu mampu membuat Aurora seketika terdiam. Menatap Adam dengan pikiran yang entah ada di mana.


Aurora dan Adam sedang berada di kampus, ini adalah hari ketiganya berada di Yonsei University. Tidak mudah masuk ke perguruan tinggi tersebut, tapi Aurora bisa menembusnya berkat bantuan Adam.


"Langsung pulang?" tanya Adam.


"Kenapa baik sama gue? Sana pergi urus hidup lo sendiri!" sahut Aurora dan berjalan menjauh meninggalkan Adam.


Aurora kali ini tidak akan membiarkan seseorangpun memasuki hatinya, dan akan dia pastikan nama Dito keluar dengan sendirinya agar tidak ada harapan yang bersemayang di hati.


Tanpa Aurora sadar Adam terus saja mengukuti dari belakang, bukan karena tertarik, melainkan amanah yang harus dia jalankan. Meski jujur mood Aurora sangat sulit ditebak oleh siapapun.


***


Berbeda dengan Aurora yang emosinya tidak stabil, kini Dito dan Diandra telah berada di pesta pertunangan Keenan layaknya keluarga bahagia yang telah dikarunia seorang putri yang cantik.


"Ekhem-ekhem ada gandengan baru nih ye." Ricky lantas menyenggol lengan Rayhan yang tengah sibuk mencicipi makanan yang telah tersedia.


Petukaran cincin baru saja selesai sehingga para tamu mulai sibuk dengan hidangan. Begitupun dengan Keenan dan Glora yang menyambut para tamu.


"Korban baru nggak sih, Ky? Ditokan jago banget tuh soal buat cewek nyaman." Rayhan dan Ricky mulai bergosip ala mak-mak kondangan.


"Pacarnya Canra bukan?" bisik Samuel dijawab anggukan oleh Dito.


"Nyari musuh baru? Hobi banget dekat sama pacar ketua geng."


Dito mendesis, sungguh pikiran teman-temannya selalu saja negatif, ini semua karena Dito dulunya tidak ingin mendengarkan saran inti Avegas ketika kebohongan Aurora mulai terungkap.


"Sepupu juah elah, Canra juga nggak kayak Aron atau Leo. Dia bijak njir!"


"Iya dah." Samuel mulai berjalan menjauh, pria itu datang bersama maminya sebagai pasangan.


"Dito, gue lapar! Lo daritadi gosip mulu tapi nggak ngasih gue makan!" Diandra memelintir ujung jas Dito.


Gadis itu bersedia datang karena mamah Dito mengatakan akan ke pesta, dimana banyak hidangan yang tentu sangat lezat. Diandra salah satu spesies perempuan suka makan tapi tidak gemuk.


"Nggak ada," sahut Dito.


"Dito!"


"Ya udah lo makan gue pergi!" Ancam Dito yang ingin mengerjai sepupunya.


"Sana pergi, gue nggak bakal pulang sebelum makan." Berjalan menjauhi Dito, Diandra menuju meja prasmanan seorang diri tanpa ada rasa malu.


Berbeda dengan Dito yang mendudukkan diri di salah satu meja bersama teman-temannya. Di meja tersebut ada pemilik pesta yaitu Glora dan Keenan. Lebih ramainya lagi ada Salsa dan Angkara yang terlihat sangat tampan.


"Glo, udah tau dia siapa nggak?" tanya Dito.


"Salsa sahabatnya Keen dan istrinya Azka," sahut Glora yang duduk tepat di samping Salsa yang tampak anggun. Di pangkuan Salsa tentu saja ada Angkara sibuk makan.


Alana dan Angkara beda 5 bulan, tentu Angkara jauh lebih tua karena usianya telah memasuki 1 tahun. Semakin bertambah usia, wajah Angkara semakin mirip Azka.


"Pa-pah," gumam Angkara merentangkan tangannya pada Keenan. Terlebih Keenanlah yang selalu hadir di sekitar Angkara.