Love Scandal

Love Scandal
Part 71 ~ Love Scandal



Percaya tidak percaya, sekarang Aurora berada di apartemen Adam karena alasan yang sangat klise. Mendapatkan teror yang katanya dari Aron tapi dengan nomor yang berbeda.


Aurora takut jika Aron tiba-tiba muncul di hadapannya, terlebih setelah kejadian sebelum kecelakaan, Aurora sangat takut pada mantan kekasihnya.


Wanita itu duduk di depan Tv sambil memangku sebuah kripik. Bersikap biasa-biasa saja di depan Adam yang sejak tadi sibuk mondar-mandir layaknya ibu-ibu.


Bisa dibilang Adam cukup bersih sebagai seorang pria. Aurora menoleh ketika Adam ikut duduk di sampingnya.


"Pulang sana!" usir Adam.


"Nggak mau, gue mau tidur di sini. Lo di ruang tamu gue di kamar!" sahut Aurora layaknya tuan rumah.


Tantu saja hal itu membuat Adam sedikit heran.


"Lagian lo kenapa sih? Sering banget bertingkah aneh. Dan lo harus tau gue itu pria Rora, pria! Gue bisa aja ngelakuin hal ...." Ucapan Adam berhenti karena Aurora menyuapinya kripik secara tiba-tiba.


"Tau, makanya gue tidur di kamar dan lo di sofa. Lagian kalau gue kenapa-napa yang dimarahin kan lo!" Aurora tersenyum menyebalkan.


Beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar Adam. Tidak sopan? Biarkan saja. Sejak dekat dengan Adam sesuatu yang baru menghampiri Aurora. Terlebih Adam sangat baik meski mulutnya sedikit pedas tapi benar.


Aurora juga meminta bantuan Adam untuk memblokir semua sosial medianya hingga tidak tersisa. Dan seperti permintaan Dito, dia tidak akan mencari tahu apapun lagi tentang mantan suaminya.


Alana? Aurora yakin putrinya akan baik-baik saja ditangan Dito dan tentu akan lebih aman.


***


Hari terus berlalu, perpisahan antara Aurora dan Dito membuat dua hati mulai terbiasa akan hilangnya kabar satu sama lain. Namun, tentu ada rasa sepi yang sering kali menghampiri di waktu-waktu tertentu.


Sudah 10 hari sejak Aurora tidak ada kabar dan sejak itu pula Aron tidak lagi menganggu Dito. Bahkan penuntutan hak asuh anak yang diancamkan Aron menghilang tanpa jejak.


Yang Dito dapati adalah kabar Aron ditangkap oleh polisi karena kasus pengedaran narkoba dalam jumlah besar.


Ini Avegas, terutama Dito terkejut mendengarnya. Terlebih semuanya terjadi secara tiba-tiba.


"Aneh nggak sih?" gumam Rayhan menyandarkan punggungnya pada sofa.


"Perlu diselidiki nggak? Kita juga dapat misi loh dari polisi. Katanya nyari orang yang ngelakuin perdagangan manusia secara ilegal. Siapa tau ada sangkut pautnya sama Aron." celetuk Ricky.


"Nggak ada misi-misian. Kita udah mutusin keluar dari dunia hitam!" Tekan Keenan yang tidak ingin kehilangan salah satu sahabatnya lagi.


Karena identitas sebagai Bayangan, ketua mereka harus tiada.


"Setuju, biarin polisi yang cari sendiri. Tentang Aron juga bukan urusan kita," sahut Dito.


Sementara Samuel tampak tidak terganggu dengan gitar di pangkuannya. Sejak ditinggal oleh Ara, pria itu lebih sering memeluk gitar atau boneka bernama Elara.


"Gimana El?" Dito menyenggol lengan sahabatnya.


"Nggak ada salahnya, kalau dibiarin bakal banyak korban," jawab Samuel dengan wajah datarnya.


Rayhan, Dito dan Ricky lantas saling tatap. Sedikit lemot jika berbicara dengan Samuel. Berbeda dengan Keenan yang menghela nafas panjang.


"Kita ambil?" tanya Keenan memastikan.


"Boleh!" sahut Samuel.


"Baiklah kita bakal terima misi dari polisi, tapi kalian janji nggak bakal ngegabah kan?"


"Yey bakal dapat uang jajan kita Ray!" Ricky bersorak. Dengan menerima misi tentu uang akan mengalir ke rekening khusus Avegas.


"Alana dan Glora keknya harus diamanin dulu deh. Takutnya malah jadi sasaran. Ah iya Salsa sama Kara juga," usul Dito.


"Tenang aja kali, kita ambil misi sebagai Bayangan, nggak bakal ada yang tau kalau kita Avegas," Rayhan senyum licik.


Pria itu berdiri lalu mengambil jaketnya di sandaran sofa. "Tapi gue harus nyelesain satu masalah dulu. Minggu depan dah kita beroperasi." Rayhan berlari keluar dari markas tanpa berpamitan pada teman-temannya.


Pria itu melakukan sesuatu tanpa siapapun tahu, ini semua demi keadilan dari wanita yang dia cintai. Sampai kapanpun Rayhan tidak akan rela jika gadisnya disentuh oleh pria manapun.