Love Scandal

Love Scandal
Part 62 ~ Love Scandal



Selalu saja jika Dito keluar jalan-jalan dengan putrinya, dia akan selalu menjadi pusat perhatian. Terlebih pada kaum hawa pecinta fisik.


Seperti saat ini, Dito yang baru saja turun dari mobil bersama Alana langsung menjadi pusat perhatian para siswa SMA Angkasa yang belum pulang sekolah.


"Gila, itu bukannya kak Dito ya? Aaaaa tampan banget. Mana sekarang jadi hot daddy lagi!" jerit kaum hawa yang berada di pagar sekolah.


Mereka terpaksa masuk ketika satpam menegur dan mengunci pagar.


Sementara yang diperhatikan tampak acuh, berjalan memasuki warung bu Warni, tempat mereka nongkrong saat sekolah dulu.


"Halo baby cantik," sapa Keenan mengedipkan matanya pada Alana yang berada di troly khusus bayi.


Balita tersebut tertawa dan merentangkan tangannya pada Keenan. Namun, saat Keenan hendak mengendong Alana, tangannya malah ditepis oleh Dito.


"Cuci tangan sana sebelum nyentuh putri gue!"


"Aelah, sama sahabat sendiri pelit amat dah. Nanti gue buat banyak mampus lo!"


"Ya udah buat sana! Terima perjodohan orang tua lo," sahut Dito dengan entengnya membuat Samuel diam-diam tersenyum.


Melihat Dito duduk di kursi, Samuel lantas memberikan gitar. "Nyanyi," ucapnya singkat padat dan tidak jelas di telinga Dito.


"Buat lo? Lagunya apa? Kehilangan?" ledek Dito.


"Jangan mancing To, parah kalau galau dia mah." Keenan terkekeh.


Akhirnya Dito mulai memetik satu persatu tali gitar. Mencoba beberapa kali agar tidak kaku. Selama menikah, Dito hampir tidak pernah menyentuh gitar lagi. Dunianya terlalu sibuk tentang Aurora dan putrinya.


Semua waktu Dito diserahkan pada Aurora, dan teganya wanita itu membohonginya selama berbulan-bulan.


Nyayian mulai terdengar di warkop tersebut. Sesekali Alana bertepuk tangan sambil memandangi daddynya yang bernyanyi dan bermain gitar.


"Kucoba ungkap tabir ini ... Kisah antara kau dan aku ...." Keenan mulai bernyanyi di ikuti Dito setelahnya.


"Terpisahkan oleh ruang dan waktu


Menyudutkanmu meninggalkanku."


"Ku merasa telah kehilangan


Cintamu yang telah lama hilang."


"Kau pergi jauh karena salahku,


Yang tak pernah menganggap kamu ada." Suara Dito semakin meninggi, seiring bayangan Aurora yang tertawa dan sangat bahagia terlintas di otaknya.


Warung bu Warni seketika menjadi tempat konser dadakan, terlebih ketika anggota Avegas yang masih sekolah di SMA Angkasa ikut bergabung dan bernyanyi bersama.


Alana? Suara gumaman balita tersebut juga kian heboh. Sepertinya Alana menyukai keramaian.


Tidak ada yang berbicara dengan umpatan kasar di warung tersebut. Asap rokok tidak tercium sama sekali sebab para anggota tahu hal tersebut sangat berbahaya pada bayi yang berada di tengah-tengah mereka.


"Gelora mengingatkanku


Bahwa cintamu telah merasuk jantungku." Serempak suara anggota Avegas terdengar secara bermaan. Setelahnya suara tawa terdengar.


Jam 2 siang yang harusnya semua siswa pulang, mereka malah seru-seruan bersama inti Avegas.


Berbeda dengan Rayhan yang tampak emosi melihat betapa terlukanya fisik Giani dari ayah tirinya. Sesekali pria itu meringis ketika mamahnya mengobati luka Giani.


Ya setelah dari dermaga, Rayhan membawa Giani ke rumahnya sebab gadis itu jatuh pingsan karena emosi yang mengalahkan jiwa dan raganya. Mungkin karena shok.


"Pacar kamu kenapa bisa luka gini, Nak?" tanya Jesy- mamah Rayhan.


"Hampir diper*kosa sama ayahnya tirinya, Mah," lirih Rayhan.


Mata Jesy membulat, dokter cantik tersebut tentu terkejut mendengar pengakuan putranya. Dia melirik Giani yang belum sadar dari pingsannya.


"Bisa-bisanya ada pria be*jat separti ayah tirinya," gumam Jesy tidak sanggung membayangkan apa yang terjadi pada gadis manis yang selalu terlihat ceria itu.


Rayhan sekali kali membawa Giani kerumah, sehingga Jesy mengenalnya dengan baik.


"Ray, jangan jadi pria brengsek ya Nak?" ucap Jesy tanpa memandang putranya. "Sekarang Giani nggak butuh penghakiman dari siapapun termasuk kamu sebagai pacarnya. Yang harus kamu lakukan terima dia, jangan salahkan dia. Giani juga nggak mau seperti ini," lirih Jesy di akhir kalimat.


Wanita yang sangat menginginkan putri tersebut lantas mengusap rambut Giani. Tidak tega rasanya melihat penderitaan pacar putranya.


Terlebih Rayhan sering kali curhat orang tua Giani yang seperti apa.


"Ray tau Mah. Ray nggak bakal ninggalin Giani apapun yang terjadi," sahutnya. Andai mamahnya tahu kalau Rayhan sering kali esek-esek dengan wanita diluar sana. Mungkin pria itu akan digantung hidup-hidup.