
Siapa yang menyangka bahwa kejujuran Keenan disambut baik oleh Glora. Gadis itu tidak keberatan akan cinta pertama yang masih bersemayang di hati Keenan. Yang gadis itu inginkan hanya janji Keenan yang akan mencintainya suatu hari nanti.
Glora bukan bodoh sehingga mau menerima Keenan, hanya saja keyakinannya tentang pria tersebut sangat besar. Bersama Keenan Glora akan bahagia. Pilihan orang tua tidak pernah salah, itulah yang selalu Glora tanamkan dalam hatinya.
Saling bicara dari hati ke hati membuat keduanya merasa lega dan siap bertunangan hari ini.
Itulah sebabnya Dito sejak pagi sangat sibuk mendandani putrinya agar tampil cantik di acara sahabatnya.
Meski menjadi orang tua tunggal, Dito tidak akan memberikan celah pada orang lain untuk merendahkan putri cantiknya.
Senyuman Dito mengembang setelah Alana telah selesai dan sangat cantik. Pria itu tidak lupa mengambil gambar dan mempostingnya di sosial media.
Mungkin sekarang dan beberapa waktu kedepan, foto Alana akan memenuhi akun sosial media Dito. Entahlah, tapi Dito bangga mempunyai putri yang sangat cantik.
Jika besar nanti, Dito tidak akan membiarkan pipi putrinya disentuh oleh air mata meski setetes saja, apalagi jika yang melakukannya adalah seorang pria. Dia siap membunuh siapapun yang menyakiti putrinya.
Postingan Dito selalu saja ramai akan komentar-komentar dengan berbagai perasaan. Dan inti Avegas tidak pernah ketinggalan terutama Rayhan sahabat lakna*tnya.
Tidak ingin terlambat, Dito segera memasukkan ponselnya ke saku jas dan nengendong Alana.
Jas yang dia kenakan tentu senada dengan sang putri.
Langkah Dito memelan ketika berada di lantai dasar, keningnya mengerut melihat mamahnya bicara dengan seorang gadis di ruang keluarga. Meski begitu Dito tetap mendekat untuk berpamitan.
"Dito berangkat duluan, Mah. Nanti Mamah nyusulnya sama papah," ucap Dito meraih tangan mamahnya, tidak lupa mengajari Alana melakukan hal yang sama meski usianya terbilang sangat muda.
Dito menghiraukan gadis yang berada di samping mamahnya.
"Cantik banget sih," puji gadis bernama Diandra tersebut.
"Mirip Mommynya," ucap Dito dan berlalu pergi.
Dito tidak salahkan? Alana memang mirip mommynya.
"Dito bawalah Diandra bersamamu Nak, biar ada pasangannya! Lagian katanya punya pacar makanya pisah, tapi sampai sekarang nggak ada tuh gadis yang dekat sama Alana."
Dito memutar bola mata malas mendengar ucapan mamahnya. Dia mencium aroma-aroma perjodohan di sini.
"Ayo!" ajak Dito tanpa menoleh, membuat Diandra lantas mendekat dan berjalan beriringan.
Sayangnya Dito dan Diandra sama-sama cuek.
"Nggak usah kesal gitu, gue datang karena permintaan mamah lo kok. Tenang gue punya pacar," ucap Diandra tersenyum setelah berada di dalam mobil.
Gadis itu sesekali menoel-noel pipi gembung Alana.
"Nyari masalah lo!"
"Nggak!"
"Gue musuhan sama pacar lo, Njir!"
Diandra tertawa puas. "Ya udah sih kan cuma nemenin lo ke pesta. Lagian pacar gue nggak emosian tuh." Menyandarkan tubuhnya pada jok mobil.
Awalnya Diandra ingin memangku Alana, tapi balita tersebut seperti egang untuk disentuh.
"Alana sama tante dulu ya? Daddy mau nyetir," ucap Dito.
Diandra lantas membulatkan matanya. "Heh, enak aja gue bukan tante-tante ya. Kakak aja dah biar lebih muda dikit."
"Tante aja biar tua dikit," sahut Dito memberikan Alana pada Diandra yang wajahnya terlihat kesal.
Siapa suruh gadis itu ingin disuruh-suruh oleh mamahnya. Bersiap-siaplah Diandra akan menjadi babu Alana hari ini. Semoga saja Alana bisa bekerja sama dengannya.
Di tengah-tengah keheningan yang terjadi, deringan ponsel Dito memecahkan keheningan tersebut. Dengan sigap dia menjawabnya, sementara sebelah tangan sibuk menyetir.
"Kenapa?" tanya Dito pada Aurora di seberang telpon.
"Putri gue cantik banget, mau kemana lagi? Baru usia 7 bulan sibuknya minta ampun." Aurora terkekeh di seberang telpon.
"Pesta pertunangan Keen. Dia cantik karena gue daddynya."
"Tapi gue mommynya Dito!"
"Iya deh, iya." Dito mengulum senyum, setiap kali mendengar suara Aurora perasaanya akan berbunga-bunga.
"Dito, lo bawa cemilan nggak buat Alana? Kayaknya dia mau makan deh," celetuk Diandra.