Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 87



Malam hari itu, Vicky datang ke kafe sesuai janjinya dengan Mila. Dia benar-benar ingin tahu tentang Nike. Dia sudah menunggu Mila sampai 30 menit, tapi Mila belum juga datang.


"Mila lama sekali." Vicky berdengus kesal sambil melipat tangannya. Dia sudah tidak sabar mencari info tentang Nike.


Beberapa saat kemudian Mila datang bersama Ferdi.


"Lo kok sama Ferdi?"


"Gue kan pacarnya Mila. Enak aja lo janjian berdua sama Mila." Ferdi dan Mila kini duduk di depan Vicky.


"Masalahnya ini privasi."


"Privasi apa? Gue dan Mila itu satu paket." Ferdi tersenyum melirik Mila yang sedang memilih menu. Sebenarnya Ferdi sendiri sangat ingin tahu apa yang akan dibicarakan Vicky tentang Nike.


"Lo tenang aja, rahasia lo aman. Kalau Kak Ferdi sampai bocor, gue yang akan marah sama Kak Ferdi," kata Mila.


"Oke, aman." Ferdi memesan menu yang sudah dipilih Mila pada waitress lalu dia kembali duduk di sebelah Mila.


Vicky masih terdiam. Dia jadi ragu bertanya pada Mila karena ada Ferdi, tapi jika tidak bertanya dia sangat penasaran dengan Nike. "Jadi Nike itu adik bokap atau nyokap lo? Eh, maksud gue Bu Nike."


"Mantap, kalau panggil udah biasa pakai nama aja. Sejak kapan lo kenal sama Bu Nike?" tanya Ferdi.


Vicky hanya melirik Ferdi. Pertanyaannya belum juga dijawab Mila tapi Ferdi sudah menyahutinya.


"Kak Ferdi diam dulu." Mila menyenggol lengan Ferdi agar terdiam. Dia kini akan menjawab pertanyaan Vicky. "Tante Nike itu adik Ayah tapi beda bapak. Jadi kakek aku itu udah meninggal waktu Ayah seusia SMP lalu nenek menikah lagi dengan orang Jepang yang kerja di Indonesia. Tapi setelah Tante Nike lahir, dia tiba-tiba meninggalkan nenek. Setelah Ayah menikah, nenek hanya tinggal sama Tante Nike. Tante Nike itu sangat pintar. Dia mendapat beasiswa di Jepang. Baru dua tahun kuliah di Jepang, nenek meninggal dan Tante Nike kenal sama Arya yang juga kuliah di Jepang dan mereka menjalin hubungan dengan serius. Lalu Tante Nike berniat mencari Ayah kandungnya sambil kuliah."


"Terus bertemu?" tanya Vicky.


Mila menggelengkan kepalanya. "Sampai Tante Nike lulus S1, dia tidak menemukan Ayah kandungnya dan justru dijebak sama calon tunangannya. Tante Nike akan dijual ke rumah produksi film biru. Untungnya Tante Nike pintar dan bisa kabur. Dia langsung pulang ke Indonesia dan tinggal sama gue di rumah. Beruntung banget bisa langsung diterima jadi Dosen di fakultas sastra. Sekarang juga masih lanjut kuliah S2."


Vicky mendengar cerita Mila dengan serius. "Jadi seperti itu." Sekarang Vicky mengerti, kenapa gairah Nike sangat besar malam itu. Pasti Nike sudah diberi obat pe rang sang saat akan melakukan syuting film biru malam itu. Untungnya dia berhasil kabur, tapi justru dia yang melanjutkan adegan meski hanya direkam dalam memori.


"Lo kenal dimana sama Tante Nike?" tanya Mila.


"Di Jepang, waktu gue selesai tanding."


"Lo kan menginap di hotel mewah yang disewa Sky untuk bulan madu. Lo ketemu disitu?" tanya Ferdi. Sebagai sesama lelaki dia bisa menebak apa yang terjadi antara Vicky dan Nike.


"Iya, gue menginap di hotel itu cuma semalam."


"Lo bertemu Bu Nike di hotel itu?" tanya Ferdi lagi. Dia benar-benar ingin tahu tentang Vicky dan Nike yang sebenarnya.


"Iya. Memang kenapa? Gue gak sengaja bertemu dia waktu dikejar sama seorang pria."


"Yakin, cuma itu yang terjadi? Sampai lo rela cari informasi tentang Bu Nike sampai kayak gini."


"Iya, memang kenapa?" Vicky berusaha menutupinya meski dia tahu, Ferdi tidak mudah dia bohongi.


Ferdi semakin tertawa sedangkan Mila hanya bingung sambil menyedot minuman dinginnya.


"Vicky, gue kira lo polos. Ternyata..."


"Maksud Kak Ferdi apaan sih?" tanya Mila.


"Cowok sama cewek hanya berdua di hotel, di negeri orang lagi, pasti tidak akan melewatkan kesempatan itu. Gue sempat dengar dari Arnav dan Sky kalau lo itu..." Seketika Vicky membungkam mulut Ferdi.


"Lo jadi cowok jangan sebar gosip."


Mila hanya menatap bingung mereka berdua. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Ferdi dan Vicky. "Kalian berdua ngomongin apa sih?"


Mila menggelengkan kepalanya. "Dia memang sempat bilang kalau ditolong oleh seorang cowok sampai dia bisa kabur. Pulang ke Indonesia saja gak bawa koper dan pakai baju cowok, katanya sih buat penyamaran."


Vicky yang saat itu sedang minum seketika tersedak.


Ferdi semakin tertawa. "Baju cowok. Anjay. Fix, malam panas."


Vicky berdengus kesal lalu dia berdiri. "Udahlah, gue pulang aja. Punya kalian berdua biar gue bayarin. Thanks infonya, Mil."


"Oke."


Kemudian Vicky berjalan menuju kasir untuk membayar.


"Kak Ferdi kenapa sih tertawa terus. Aku gak ngerti."


Ferdi mengacak rambut Mila. Dia sangat gemas dengan kepolosan Mila ini. "Siap-siap, kayaknya Vicky bakal jadi om kamu."


"Hah? Memang Tante Nike mau sama Vicky? Mereka selisih 4 tahunan."


"Nyatanya Tante kamu mau pakai bajunya Vicky."


"Emang itu punya Vicky?"


"Ya, sepertinya."


"Aku jadi penasaran. Nanti aku mau cari tahu ke kamar Tante Nike."


Ferdi semakin tersenyum lalu mencubit pipi Mila. "Tapi jangan terlalu mencampuri urusan mereka. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita cukup memantau saja."


Mila masih saja berpikir.


Apa jangan-jangan Tante Nike dan Vicky udah melakukan itu di Jepang?


Kemudian Mila segera menghabiskan minumannya. "Kak Ferdi, antar aku pulang dulu ya. Besok aja kita jalan lagi."


"Oke, aku antar tapi aku gak bisa mampir."


"Iya, gak papa."


Mereka berdua segera keluar dari kafe dan naik ke atas motor. Ferdi segera melajukan motornya ke rumah Mila yang memang dekat dengan kafe itu.


"Makasih ya." Buru-buru Mila masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Nike dengan pintu yang sedikit terbuka itu. Dia celingukan mencari Nike tapi tidak ada di kamar. "Tante Nike kemana?"


Mila membuka lemari Nike dan berniat mencari baju yang dipakai Nike pulang dari Jepang untuk memastikan apa baju itu memang milik Vicky. Ya, siapa tahu dia mengenali baju itu.


Tapi tangan Mila terhenti saat melihat tiga benda yang ada di dekat meja rias. "Tespek?" Mila mengambil tespek itu yang menunjukkan tanda positif meski masih samar.


Jangan-jangan Tante Nike memang sudah melakukannya sama Vicky.


Mila mengambil satu tespek itu lalu keluar dari kamar Nike sebelum Nike kembali. Dia kini masuk ke dalam kamarnya.


"Vicky harus tahu masalah ini. Kalau dia memang udah ngelakuin itu sama Tante Nike, dia harus tanggung jawab."


💞💞💞


Like dan komen ya... 🤭