Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 70



Sky menurunkan selimut Shena. Tapi tangannya berhenti saat melihat dada Shena yang hanya terbalut kain tipis dan berenda itu. "Kamu pakai apa?"


Mereka saling menatap. Dada Shena semakin berdebar tak karuan. Shena menarik napas panjang lalu dia mendorong Sky hingga terlentang di tengah ranjang. Kemudian Shena membuka selimut itu dan dia menaiki tubuh Sky.


Sky tersenyum kecil. Dia tidak menyangka Shena berani melakukan ini. "Mau apa?" Satu tangan Sky menyelipkan rambut di telinga Shena agar tidak menutupi wajahnya.


"Kasih semangat untuk Kak Sky."


"Kasih semangat? Sekarang?" Sky justru menggoda Shena. Padahal dia sudah sangat ingin menjamah seluruh tubuh Shena yang sangat menggoda itu.


Shena menganggukkan kepalanya. "Iya, biar kasih semangatnya bisa berulang kali sampai pertandingan nanti."


Seketika Sky menahan tengkuk leher Shena dan mencium bibir Shena. Gairahnya sudah sangat terpancing hanya dengan melihat lekuk tubuh Shena. Dia lu mat bibir Shena lalu menyesapnya dan menggigitnya kecil.


"Ehmm, Kak..." Shena melepas ciuman liar Sky. Dia menopang tubuhnya di atas Sky. "Biar aku yang mulai."


Dada Sky semakin berdebar tak karuan. Shena yang memulai, benarkah itu? Tentu saja, dia akan pasrah dengan perlakuan Shena. "Oke, come on baby."


Tapi Shena hanya terdiam. Dia juga tidak mengerti bagaimana caranya. Biasanya dia hanya melihat adegan itu di drama romantis yang dia tonton.


Shena tersenyum kaku. "Aku gak tahu caranya tapi kalau Kak Sky yang di atas, aku takut trauma lagi."


Sky semakin gemas dengan Shena. "Gak papa pelan-pelan saja. Kalau kamu yang di atas, akan aku terima dengan terbuka. Aku malah senang." Jari telunjuk Sky menelusuri leher putih Shena lalu turun ke bawah dan berhenti di belahan dada Shena.


Hanya melihat buah sintal yang tertutup kain transparant itu membuat napas Sky semakin memburu. Pemandangan itu juga yang membuat dia lepas kendali saat pertama kali melakukannya dengan Shena.


"Ayo, aku nungguin." Sky membuat gerak melingkar dengan jemarinya di area pu ting yang terlihat menonjol itu.


Shena justru terbuai dengan sentuhan Sky.


"Sayang?" Kini kedua tangan Sky sudah berada di dada Shena. "Kok diam? Katanya mau memulai."


"Hem, Kak." Shena semakin menegakkan dirinya dan duduk di atas Sky. "Aku gak tahu caranya."


Sky hanya tersenyum kecil lalu memundurkan pan tat Shena agar pas dengan pinggulnya. "Tempatnya di situ kalau mau mulai."


Pipi Shena semakin memerah saat dia bisa merasakan sesuatu yang mengeras dan berkedut di bawahnya. "Aku..."


Sky hanya tersenyum, dia kini melepas tali lingerie itu lalu memegang kedua buah sintal itu secara langsung. Dia pijat perlahan lalu berhenti di kedua pu ting dan memilinnya.


Shena semakin membusungkan dadanya. Tanpa sadar dia justru menggerakkan pinggulnya di atas Sky.


"Kalau udah pengen kamu buka aja." Kedua tangan Sky semakin memberi stimulasi pada Shena.


Shena bagai melayang mendapat sentuhan dari Sky. Ada suara yang tidak bisa dia tahan dari bibirnya.


Sky menyentuh setiap inci tubuh Shena dengan lembut. Jika trauma Shena muncul saat dia mengungkungnya, kali ini dia akan melakukan dengan cara lain. Sky duduk tanpa menurunkan Shena, lalu dia mencium lembut bibir Shena. Perlahan bibir Sky turun ke leher dan menelusuri leher seputih susu itu. Menghisapnya hingga meninggalkan jejak kemerahan.


Shena semakin mendongak dan menjambak rambut Sky. Rasa ini berbeda dengan satu tahun yang lalu. Setiap sentuhan Sky benar-benar terasa memabukkan dan nikmat. Apalagi saat bibir Sky bermain di dadanya. Dia seperti terbang melayang di udara.


Sky melepas bibirnya dan mendongak menatap wajah Shena yang memerah. "Aku pasti akan memberikan kenyamanan. Kamu tidak akan merasakan sakit seperti dulu. Mau kamu yang beraksi atau aku?"


"Hmm, Kak..." Gelenyar aneh itu sudah memenuhi tubuhnya. Ada dorongan alami dari tubuhnya agar Sky melakukan lebih dari itu.


Tangan Sky kini berhasil melepas g-string itu lalu melempar lingerie transparant itu ke lantai.


Shena mendekap tubuhnya dengan kedua tangan karena merasa malu mendapat tatapan nyalang dari Sky.


"Sayang, jangan malu." Perlahan Sky membuka tangan Shena. "Sudah siap kan?" tanya Sky setelah melabuhkan ciuman singkatnya di bibir Shena.


Shena menarik napas panjang lalu mengangguk pelan.


Sky membelai inti Shena lagi sambil mencium bibirnya. Dia harus memastikan Shena benar-benar sudah siap menerima dirinya agar tidak merasakan sakit untuk yang kedua kalinya.


Saat dia akan menurunkan celana pendeknya, tiba-tiba ada sebuah ketukan pintu dari luar kamarnya.


"Kak Sky!" terdengar teriakan Arion.


Sky berdengus kesal. Ingin dia mengabaikan ketukan itu dan meneruskan adegannya bersama Shena tapi ketukan itu berlanjut lagi.


"Baru kali ini aku nyesel jadiin dia adik. Ganggu momen langka aja." Sky melepas pelukannya lalu menutupi tubuh Shena dengan selimut. "Bentar ya sayang." Sky turun dari ranjang lalu membuka pintu.


"Mau apa? Ganggu aku aja!"


Arion terlonjak kaget mendapat bentakan dari Sky. Dia menatap Sky yang bertelanjang dada lalu menatap Shena yang menutup rapat tubuhnya dengan selimut. "Astaga, lupa kalau Kak Sky udah nikah."


Sky hanya melipat tangannya di depan dada. "Kamu ganggu momen langka aku aja. Kamu mau apa, cepat katakan!"


Arion menahan tawanya, dia bisa melihat bayangan adik kecil Sky yang sangat menegang di balik celana pendeknya. "Aku mau pinjam laptop. Laptop aku rusak."


Sky berdengus kesal lagi lalu dia mengambil laptop yang ada di atas mejanya. "Nih, makanya kalau milih laptop itu yang mahal dan bermerk. Satu lagi jangan ganggu aku di jam malam! Awas kalau kamu lakuin ini lagi."


Arion mengambil laptop itu dari tangan Sky. "Beres Kak, maaf kali ini lupa. Tapi suaranya jangan keras-keras nanti aku kena sawan di kamar sebelah." Arion melangkah cepat sebelum dia kena pukul kakaknya.


"Ternyata Arion usil juga." Sky kembali menutup pintu itu dan menguncinya. Lalu dia menyusul Shena dan naik ke atas ranjang. "Gangguan udah gak ada." Sky membuka selimut Shena tapi Shena telah memejamkan kedua matanya.


"Yah, sayang udah tidur?" Sky mengusap pipi Shena dengan lembut tapi tidak ada respon dari Shena. "Gara-gara Rion nih, masa iya aku tuntaskan sendiri lagi malam ini."


Sky berdengus kesal. Gairahnya sudah sampai di ubun-ubun, tidak mungkin bisa dia tahan lagi.


💞💞💞


.


🤣🤣🤣


Maafkan othor yang usil. Udah panas, eh, dingin lagi.


Like dan komen ya... 🤭