
"Sky!" panggil Gita sambil menarik tangan Vivi menghampiri Sky.
Sky yang sedang berjalan dengan Ferdi seketika berhenti. "Apa?"
"Vivi, cepat jelasin sama Sky. Lo yang ngirim pesan itu. Pokoknya lo harus bersihin nama gue. Enak aja lo, gue nanti buruk di mata Shena."
"Tunggu dulu, lo kok malah mikirin Shena," kata Vivi.
"Ya kan Shena adiknya Arnav," sahut Ferdi. "Kalau dia lapor sama kakaknya, wah, udah gak ada kesempatan lagi buat balikan." Ferdi tertawa dengan keras. Seru juga dia mengikuti perkembangan kisah cinta mereka.
"Oo, jadi si Shena adiknya Arnav."
"Iya. Lo jangan pernah ganggu gue dan Shena. Gue udah mau nikah." Sky terang-terangan mengakui statusnya saat ini. Baginya tidak akan ada wanita lain lagi selain Shena.
"Tenang, gue bisa tunggu duda lo," kata Vivi. Sudah sejak lama dia menyukai Sky. Sewaktu SMA dia memang satu sekolah dengan Sky tapi tak begitu mengenalnya bahkan dia juga baru tahu jika Vivi adalah saudara sepupu Gita.
"Gak waras ya lo! Sana, sana pergi! Malu-maluin gue aja. Gak jelasin malah bikin masalah makin rumit." Gita mendorong Vivi agar menjauh.
"Iya, iya, gue kemarin yang kirim foto Gita dan pesan itu ke lo. Iseng aja, habisnya gue kesel, lo mau nikah," kata Vivi pada Sky kemudian Vivi membalikkan badannya dan pergi.
"Fans lo agak-agak ya," kata Ferdi.
Sky hanya menghela napas panjang. Untunglah kesalahpahamannya dengan Shena cepat selesai.
"Sekali lagi sorry ya. Tapi Shena udah gak marah kan?" tanya Gita. Mereka kini berjalan bersama menuju kelas.
"Udah nggak kok."
"Syukurlah. Kemarin gue curiga waktu Vivi ada di kamar, ternyata bener kan dia berulah."
"Emang lo tinggal serumah sama Vivi? Dulu di sekolah dia pendiam dan baik. Dia emang suka tanya-tanya soal Sky sama gue," kata Ferdi.
"Dia tanya soal gue? Kenapa dulu lo gak pernah cerita?" Sky kini menatap Ferdi. Dia juga baru tahu tentang hal itu.
"Ya karena gue tahu lo gak mungkin ladeni cewek kayak Vivi. Lo kan cuek sama cewek di sekolah."
"Pantesan waktu gue terima Arnav, Vivi larang gue buat putusin lo, ternyata dia memang mau buat image gue buruk. Gue emang marah sama dia tapi mau bagaimana lagi, dia itu saudara gue." Kemudian Gita mendahului langkah Sky dan Ferdi.
"Kisah cinta kalian seru ya kayak sinetron," kata Ferdi sambil tertawa.
"Emang kisah cinta lo lurus? Lo sama Mila aja cuma status, Mila juga belum cinta sama lo."
"Aduh, kenapa kata-kata lo menyakitkan gini." Ferdi mengusap dadanya, karena dia tahu, hubungannya dengan Mila hanya sebatas status. Dia belum juga memenangkan hati Mila.
Beberapa meter di belakang mereka berdua ada Arnav yang mendengar semua percakapan itu. Diam-diam dia terus mengamati Gita. Ingin dia mendekati Gita lagi tapi rasa gengsinya terlalu besar. Apalagi sekarang ada Sky yang setiap saat bertemu dengannya.
...***...
"Lo langsung ke rumah sakit?" tanya Shena sambil mengimbangi langkah Arion sepulang sekolah hari itu.
Arion menganggukkan kepalanya. "Iya, nenek masih di ICU. Setelah itu baru ke kafe."
"Hmm, kamu ada waktu gak? Gue sama Kak Sky mau bicara sesuatu sama lo," kata Shena. Sepertinya semakin cepat niat baik itu tersampaikan maka semakin cepat juga beban Arion berkurang.
"Soal apa? Gue sibuk, gue gak ada waktu." Arion menaiki motornya dan memakai helmnya. Dia melajukan motornya meninggalkan Shena.
"Gimana caranya bilang sama Rion?" gumam Shena sambil menaiki motornya. Dia kini melajukan motornya keluar dari gerbang sekolah. Dia melihat Sky yang sudah stay di dekat gerbang. Seketika Shena menghentikan motornya. "Kak Sky kok ke sini?"
"Aku kan bawa motor sendiri."
Sky tertawa lalu mencubit kecil lengan Shena. "Aku mau ke rumah sakit, jenguk neneknya Arion. Siapa tahu dengan kita izin sama neneknya, sakit neneknya bisa sembuh dan mengurangi beban pikirannya."
"Iya, kamu benar juga. Ya udah, ayo kita ke sana. Arion baru saja pergi." Kemudian mereka berdua melajukan motornya menuju rumah sakit.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit dan segera berjalan menuju ICU.
"Rion masih di dalam. Kita tunggu di sini saja ya. Kita gak mungkin boleh masuk ICU," kata Shena sambil duduk di kursi tunggu.
Sedangkan di dalan ruang ICU, Arion menatap nanar neneknya yang semakin melemah. "Rion, bawa foto itu dan cari dia." Kalimat itu yang berulang kali neneknya katakan.
Akhirnya Arion mengambil foto yang berada di dalam tas itu. "Kalau itu keinginan nenek, baiklah, aku akan mencarinya." Tidak ada pilihan lain, dia harus segera mencari seorang kakek yang berada di foto itu.
Kemudian Arion keluar dari ruang ICU. Dia terkejut melihat Sky dan Shena sedang duduk berdampingan di kursi tunggu. "Ngapain kalian ke sini?"
"Kita mau jenguk nenek lo," jawab Sky.
"Gak ada yang boleh masuk selain keluarga. Gue aja cuma boleh masuk sebentar." Arion kini duduk di dekat Sky. Sepertinya hatinya sudah mulai melunak dan mau menjawab pertanyaan Sky.
"Nenek lo masih belum membaik?" tanya Sjy lagi.
"Nenek hanya setengah sadar. Bicara saja sudah tidak membuka matanya. Dokter juga sudah pasrah dengan kondisi nenek. Shena, lo cerita sama pacar lo tentang gue?"
Shena hanya tersenyum kecil. "Iya, sorry ya. Kita cuma ingin meringankan sedikit beban lo."
"Gue cuma ingin nenek sembuh." Arion kini menatap foto yang dia pegang. Bagaimana caranya dia mencari kakek yang ada di foto itu?
Sky kini melihat foto yang dipegang Arion. "Itu nenek dan kakek lo?"
"Iya, ini nenek gue tapi yang laki-laki itu bukan kakek gue."
Seketika Sky mengambil foto itu tanpa permisi. Dia mengamati foto itu. "Ini kakek gue."
Arion menatap Sky. "Kakek lo?"
Sky menganggukkan kepalanya. "Iya, seingat gue, gue juga pernah lihat foto ini di album foto. Tapi kakek gue udah meninggal satu tahun yang lalu."
"Apa nama kakek lo Ronald?" tanya Arion memastikan
"Iya, nama kakek gue Ronald. Apa hubungannya kakek gue sama nenek lo?"
"Mereka sahabat di masa lalu. Sahabat yang sangat dekat. Nenek meminta aku untuk mencari Kakek Ronald karena..." Arion menghentikan perkataannya sesaat. "Nenek mau menitipkan aku."
Sky semakin tersenyum. Inilah takdir sebenarnya yang membawa Arion bertemu dengannya. "Adik gue." Sky memeluk Arion dan menepuk punggungnya. "Lo mau kan jadi adik gue?"
"Adik lo?"
💕💕💕
.
Like dan komen ya...
Tunggu beberapa bab lagi, Shena dan Sky pasti menikah. Sabar dulu ya. . ðŸ¤