Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 114



Tiga tahun telah berlalu, hari itu adalah hari pernikahan Mila dan Ferdi. Satu pasangan yang awet dan semakin hari semakin romantis itu akhirnya melepas masa lajang mereka.


Acara sederhana di rumah Mila itu dihadiri oleh saudara dan semua sahabat. Kebahagiaan sangat terpancar di wajah Ferdi dan juga Mila. Setelah dua tahun Ferdi bekerja keras, akhirnya keinginannya untuk menikahi Mila terwujud.


"Selamat, Fer. Akhirnya nikah." Sky memeluk sahabatnya sambil menepuk punggungnya.


"Thanks, Sky. Ini semua berkat do'a kalian."


Arnav justru tertawa mendengar kalimat Ferdi yang lebih kalem dari biasanya. "Lagi mode kalem. Otw jadi bapak rumah tangga."


"Papa, ayo, sini. Jangan ngobrol sama Om Ferdi." Antares menarik tangan Papanya agar turun dari pelaminan.


"Iya, kamu sama adik Ara dan Vero saja ya."


"Gak mau, Vero nakal. Ayo, Pa. Tadi Vero numpahin es ke bajunya adik Ara. Adik Ara nangis,"


"Ya ampun, ini anaknya Vicky ngapain lagi," gumam Sky lalu dia mengikuti tarikan putranya.


Terlihat Adara sedang menangis dengan gaun yang sedang dibersihkan oleh Shena dengan tisu.


"Papa, Vero nakal," adu Adara pada Papanya.


"Maaf Om, Vero tidak sengaja menumpahkan es di rok Ara." Vero menundukkan pandangannya, dia juga sudah kena marah Ayahnya.


"Makanya kamu jangan lari-lari. Duduk kalau lagi makan," kata Vicky. Putra pertamanya itu memang sangat aktif dan tidak bisa diam.


"Iya, Ayah."


"Maafin Vero ya, jangan menangis," kata Nike yang sedang menggendong putrinya. "Main sama Vina saja ya. Sini sama Tante." Kemudian Nike menurunkan Vina. Vina gadis kecil yang menggemaskan itu membuat Adara berhenti menangis.


"Papa, nanti kalau kita liburan Vero jangan diajak ya," bisik Antares pada Papanya.


"Kenapa? Kalian saudara, tidak boleh seperti itu. Kalian harus akur dan main bersama." Sky kini duduk dan mengajak putranya duduk di sebelahnya. Pelan-pelan dia menasihati putranya. Sejak kecil mereka berdua memang jarang akur. Baru bermain sebentar sudah bertengkar. Dia takut, jika hal itu akan terbawa sampai besar nanti.


"Ares sekarang mengerti kan, kalau saudara itu tidak boleh bertengkar dan harus saling mengalah serta melindungi."


"Tapi Vero yang nakal, Papa," bisik Antares lagi karena Vero juga ada didekat mereka bersama Ayahnya.


"Tidak nakal, sama kayak Ares yang gak bisa diam. Sudah, sekarang kamu main lagi sama Vero. Jagain juga adiknya ya."


Antares menganggukkan kepalanya lalu dia turun dan bergabung lagi dengan Vero. Tapi kali ini Sky mengawasinya agar tidak bertengkar lagi.


Tak jauh dari mereka, ada Gita yang sedari tadi hanya berdiam diri. Ya, dia iri dengan pasangan-pasangan yang sudah menikah dan mempunyai anak. Sampai sekarang Arnav sama sekali belum pernah membahas masalah pernikahan dengannya.


Apa mungkin Arnav gak serius sama aku?


Kemudian Gita berjalan keluar dari acara itu. Dia menuju taman yang berada di kawasan perumahan itu, lalu dia duduk di dekat pohon yang sejuk. Dia hanya terdiam sambil merenungi nasibnya.


"Sky dan Vicky sudah punya dua anak. Bahkan Ferdi saja sudah menikah. Sedangkan aku, masih begini saja." Kemudian Gita diam sambil menundukkan pandangannya. Cukup lama sampai akhirnya ada yang mengulurkan setangkai bunga mawar dari belakang. Seketika Gita menoleh. Dia terkejut melihat Arnav yang membungkuk di belakangnya.


"Maaf, aku tidak mengerti perasaan kamu."


Setelah Gita mengambil bunga mawar itu, Arnav berjalan ke hadapan Gita. Dia mengambil sebuah kotak bludru dan membukanya. Kemudian dia berlutut di hadapan Gita. "Maukah kamu menikah denganku?"


Kedua mata Gita berkaca-kaca. Dia tidak menyangka, setelah bertahun-tahun akhirnya Arnav melamarnya.


"Maaf, aku terlalu lama memberi kepastian kamu dan terima kasih kamu sudah mau menungguku. Will you marry me?"


Gita tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian Arnav memasangkan cincin itu di jari manis Gita. Mereka berdua berdiri dan saling berpelukan.


Tepuk tangan mengiringi momen romantis mereka. Tak disangka, kedua orang tua Arnav, keluarga kecil Sky dan Vicky turut menyaksikan momen romantis itu.


Gita melepas pelukannya sambil menghapus air mata harunya.


"Tante Gita." Adara berlari mendekat dan memeluk kaki Gita. "Tante Gita mau menikah sama Om Arnav. Yee..."


Gita semakin tersenyum lalu menggendong Adara yang memang sangat dekat dengannya. "Iya, sayang."


"Selamat ya, next wedding, Arnav dan Gita." Kemudian mereka semua berkumpul dan berfoto bersama.


Kita akan bersama selamanya, sampai kita tua nanti, karena cinta kita akan abadi jika kita saling percaya dan setia...


..._SELESAI_...


Terima kasih yang sudah setia mengikuti cerita ini...


Ada sedikit GA nih untuk lima gift teratas. Masing-masing 25 rb ya. 🤭 Chat othor, biar othor kirim besok.



Sengaja GA nya buat kejutan di akhir 😅 Next novel doakan masuk 80 bab terbaik biar ada GA lagi.


Jangan lupa baca Arion ya... 😘😘😘