Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 14



"Sky!" teriak Arnav setelah sampai di depan basecamp Langit. Dia turun dari motornya dan menghampiri Sky yang sedang mengobrol dengan beberapa temannya. "Apa yang udah lo lakuin sama Shena!" Arnav memukul pipi Sky dengan keras.


Sky menepis tangan Arnav lalu mendorongnya dengan kuat hingga Arnav mundur beberapa langkah. "Itu karena lo seorang pembunuh!"


"Gue gak bunuh Gala! Anak buah lo yang bunuh Gala!"


"Ada bukti apa lo tuduh kita!" Rafka dan lainnya melindungi dirinya sendiri.


Arnav hanya mengepalkan tangannya. Dia memang tidak mempunyai bukti apapun. "Sky, lo ternyata bodoh percaya begitu saja sama anak buah lo. Kalian sendiri ada bukti apa tuduh gue!"


"Ada atribut berlambang phoenix di tangan Gala dan banyak sidik jari lo di tubuh Gala."


"Hanya itu? Malam itu gue memang antar Gala pulang, tapi dicegat sama mereka. Waktu Gala ditabrak, gue juga mau menolong tapi anak buah lo yang menghalangi. Lo memang terlalu percaya sama anak buah lo! Kalau dendam sama gue, harusnya lo balas ke gue, jangan ke Shena!"


Sky tersenyum miring. "Biar lo sama-sama merasakan kehilangan orang yang lo sayang. Udah untung Shena masih hidup."


Arnav semakin mengepalkan tangannya lalu dia menghajar Sky lagi. Anak buah Phoenix dan Langit juga ikut rusuh. Mereka semua saling hajar.


Hingga akhirnya Vicky datang dan membantu Arnav menghajar Sky.


"Kenapa lo lakuin ini sama Shena! Dia gak salah apa-apa! Breng sek lo!" Vicky menghajar Sky sampai beberapa kali.


Sky akhirnya menendang Vicky dengan keras hingga Vicky melepaskan sergapannya. "Oke, kalau lo merasa gak bersalah! Lo cari bukti, baru gue akan tanggung jawab sama apa yang gue lakukan! Tapi kalau lo gak dapatkan bukti juga, gue yang akan masukkan lo ke penjara!"


Vicky dan Arnav sama-sama menyergap Sky. "Kalau kita berhasil membuktikan anak buah lo yang salah, habis lo sama kita!"


Kemudian Arnav, Vicky dan anak buahnya kembali menaiki motornya lalu pergi dari tempat itu.


Sky mengusap darah yang mengalir di ujung bibirnya. Dia kini menatap tajam Rafka dan lainnya. "Benar bukan kalian yang menabrak Gala?"


"Bukan! Lo gak percaya sama kita?"


Sky berdengus kesal, lalu dia berdiri dan berjalan menuju motornya. "Kalau ternyata kalian yang melakukannya, kalian yang akan menanggung akibatnya!" Kemudian Sky menaiki motornya. Dia memakai helmnya lalu melajukan motornya dengan kencang pergi dari tempat itu.


...***...


Setelah dari tempat itu, Arnav dan Vicky langsung menuju tempat Gala celaka satu minggu yang lalu di kawasan pergudangan. Mereka mencari keberadaan cctv, dia menemukan hanya ada cctv di gudang yang berada di sisi kanan jalan yang mengarah ke sana.


Arnav dan Vicky segera bertanya pada satpam, tapi jawaban satpam itu tetap sama bahwa cctv sedang rusak.


"Shits! Anak buah Sky licik sekali! Kenapa gue gak kepikiran untuk langsung cek cctv waktu itu. Gue kira Gala selamat, tapi ternyata..." Arnav memukul stang motornya berulang kali karena kesal. "Kasihan Shena, dia gak tahu apa-apa ikut jadi korban." Arnav mengusap wajahnya yang lusuh. Dia kini memikirkan kondisi adiknya


"Lo hibur Shena. Jangan sampai dia berbuat nekad karena emosinya sangat tidak stabil."


Arnav menganggukkan kepalanya. "Gue pulang dulu, mau lihat keadaan Shena." Kemudian Arnav melajukan motornya pulang ke rumah.


...***...


Sejak pulang sampai sekarang, Shena masih duduk di bawah guyuran shower sambil menangis. "Aku udah kotor. Aku benci sama diri aku sendiri."


"Shena!" Ada suara panggilan dari luar kamar mandi. Shena akhirnya berdiri dan mematikan showernya. Kemudian dia mengeringkan tubuhnya. Kedua tangannya saja sudah keriput karena dia sangat lama berada di bawah guyuran air.


Setelah berpakaian, Shena keluar dari kamar mandi. Dia hanya menatap Arnav yang berdiri di depan pintu.


"Shena, bibir kamu biru. Kamu sedari tadi di kamar mandi?" tanya Arnav sambil memegang kedua bahu Shena.


Arnav membawa Shena duduk di tepi ranjang. Dia mendekap kepala Shena dan mengusap rambutnya. "Tubuh kamu sampai dingin kayak gini. Nanti kamu sakit. Biarkan aku bilang sama Ayah ya, agar Sky mendapat hukuman."


Shena menggelengkan kepalanya. "Aku gak mau membuat Ayah dan Ibu sedih. Aku juga gak mau Kak Arnav ikut terseret dalam kasus ini karena aku yakin bukan Kak Arnav yang buat Gala celaka "


"Shena, tapi aku gak bisa lihat kamu kayak gini."


Shena menegakkan dirinya lalu menghapus air matanya. Dia menghirup napas dalam lalu mengembuskannya. "Aku kuat. Aku bisa melalui ini semua."


"Aku janji akan cari bukti bahwa yang menabrak Gala bukan aku. Setelah semua terbukti, aku akan tuntut Sky." Arnav mengusap pipi Shena. "Udah, jangan nangis. Sebentar lagi Ayah dan Ibu pulang. Kalau ada apa-apa, kamu bilang sama aku."


Shena menganggukkan kepalanya.


"Kamu sudah makan?" tanya Arnav.


Shena menggelengkan kepalanya.


"Ayo makan dulu." Arnav menarik tangan Shena karena pasti Shena tidak mau makan jika sedang mempunyai masalah. "Ayo, apa mau aku suapi?"


Akhirnya Shena mengikuti langkah Kakaknya. Mereka berdua kini duduk di ruang makan dengan makanan yang sudah disiapkan oleh pembantu mereka.


"Makan yang banyak, kamu pasti lapar."


Shena hanya menganggukkan kepalanya. Dia sangat bersyukur mempunyai seorang Kakak seperti Arnav yang selalu menyayanginya.


Saat mereka sedang menikmati santapannya, ada seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Arnav.


"Wih, makan apa bro?" tanyanya sambil mengambil satu ayam goreng dan memakannya.


"Rey," seketika Arnav menepuk bahu Rey.


Reynan adalah saudara sepupu mereka juga. Dia baru pulang dari Jepang karena pertukaran pelajar selama enam bulan.


"Kapan samapi? Gimana? Udah dapat cewek Jepang?"


Reynan hanya tertawa. "Udah, tapi gak gue bawa pulang. Semalam gue baru sampai rumah." Kemudian Reynan menatap Shena yang hanya diam saja. Memang tidak biasa adik yang cerewet itu terdiam tanpa suara. "Shena kenapa kok tumben diam?"


"Rey, lo tetap sekelas sama Sky dan anak buahnya kan?"


Reynan menganggukkan kepalanya. "Iya, identitas gue juga masih tersembunyi biar gelar teladan gue gak ilang."


Seketika Arnav berdiri dan menarik Reynan agar mengikutinya. Arnav menceritakan semua kronolodi kejadian yang menimpa dirinya dan Shena.


"Jadi udah separah itu. Gila mereka. Oke, gue akan bantu selidiki masalah ini. Semoga cepat selesai, kasihan Shena jadi korban."


"Gue masih pegang omongan Sky, kalau gue terbukti gak bersalah, dia akan tanggung akibatnya. Kalau dia sampai lari dari tanggung jawabnya, siap-siap mereka semua akan gue habisi!"


.


💕💕💕


.


Like dan komen ya...