
"Gala ke kantin yuk!" ajak Arnav.
Sky sebenarnya malas ke kantin karena dia sangat muak melihat Gita yang sudah bergelayut di lengan Arnav.
"Iya," jawabnya singkat. Dia kini berjalan di belakang Arnav dengan Rendi. Hatinya masih saja panas melihat kedekatan Gita dan Arnav. Ternyata memacari cewek yang cantiknya di atas rata-rata harus berakhir tragis seperti ini.
Pasti dia merasa hebat bisa dapatin dua ketua geng motor.
"Kemarin siapa yang bantu lo? Gue tanya sama penjaga warung kopi kalau lo dibonceng bertiga," tanya Rendi.
Sky baru ingat jika Rendi juga salah satu anggota geng motor phoenix. "Kebetulan ada saudara yang menjaga salah satu di gudang itu. Ya untungnya mereka mau menolong aku."
"Untunglah lo selamat. Memang geng motor langit itu selalu arogan. Lain kali lo jangan ikut campur masalah kita, karena mereka sangat bahaya," kata Rendi lagi. Tanpa dia sadari bahwa seseorang yang dia ajak bicara itu adalah ketua geng Langit.
Sky hanya terdiam. Rendi anak buah Arnav, jelas saja dia memihak dan membela Arnav. Mungkin semua yang dikatakan Rendi hanya untuk menutupi semua kesalahan Arnav.
Sky hanya bisa mengumpat dalam hatinya. Rasanya darahnya sudah mendidih dan sampai di ubun-ubun.
Sampai di kantin, Sky hanya mengambil sebotol air putih dan langsung dia habiskan. Dia masih saja menatap Gita yang terus bermesraan dengan Arnav.
Shits! Ternyata cewek lebih ahli berselingkuh. Gita, udah setahun kita pacaran, gue bener-bener gak nyangka lo kayak gini. Meskipun gue bad boy tapi gue gak pernah ada niat mainin lo.
Sky meremas botol plastik yang telah kosong itu lalu dia berdiri.
"Gala, lo mau kemana?" tanya Rendi.
Sky tak menjawabnya. Dia hanya melangkah jenjang menuju toilet sambil melempar botol kosong yang telah hancur itu ke tong sampah.
"Gala kenapa aneh gini? Lo ngerasa gak, dia kayak bukan Gala," kata Rendi.
"Iya. Apa mungkin dia beneran amnesia?" Arnav masih saja tidak percaya jika Gala amnesia.
"Gak tahu juga."
Sedangkan langkah Sky kini berhenti di dekat toilet. Dia memukul tembok berulang kali untuk melampiaskan emosinya. Dia bukan Gala, kesabarannya jelas setipis tisu.
"Kak Gala kenapa?" tanya Shena yang baru saja keluar dari toilet perempuan dan tanpa sengaja melihat Sky yang sedang memukul tembok.
"Nggak papa," jawab Sky. Dia kini menatap Shena lagi. Ini kan cewek yang tadi pagi belain Gala.
Shena menegang tangan Sky yang terluka dan mengusapnya pelan. "Tangan Kak Gala luka. Aku bantu obati ya di UKS." Shena menarik tangan Gala agar mengikutinya ke UKS.
Sky hanya mengikuti Shena. Siapa cewek ini? Apa pacar Gala? Tapi Gala introvert, dia mana mungkin punya pacar.
Sky kini duduk di kursi UKS, sedangkan Shena mengambil kotak p3k.
"Kak Gala kesal kenapa? Gak biasanya Kak Gala kayak gini?" Shena mengambil kapas lalu mengompres luka itu dengan rivanol.
Sky hanya menatap Shena. Andai dia tidak menyamar menjadi Gala, dia pasti sudah mengajak Shena berkenalan.
"Kak?" Shena mendongak menatap Gala. Seketika dahinya berkerut karena wajah Gala sangat berbeda dari biasanya. Tatapan mata itu sangat tegas, seperti Arnav.
"A-aku cuma kesal aja," jawab Sky pada akhirnya.
Shena hanya tersenyum kecil lalu dia memberi obat pada luka itu. "Ternyata cowok sama aja kalau kesal pas gak ada lawannya mukuli tembok. Kirain Kak Arnav saja yang kayak gitu, ternyata Kak Gala juga."
"Arnav?" Sky semakin menatap Shena. Ada hubungan apa Shena dan Arnav?
Shena menganggukkan kepalanya sambil mengembalikan kotak p3k itu pada tempatnya. "Kak Gala kenapa? Kok aneh gini?" Shena semakin merasa ada yang aneh dengan Gala.
"Nggak, aku habis kecelakaan jadi sebagian memori aku hilang," kata Sky.
Sky menahan tangan Shena. Mereka bertatapan beberapa saat lalu Sky melepas tangan Shena. "Hmm, kamu adiknya Arnav?" tanya Sky.
Shena semakin tertawa. "Iya, jadi Kak Gala beneran lupa. Kak Gala kan sering ke rumah buat ajarin Kak Arnav."
Sky hanya terdiam. Seketika dia punya pikiran buruk pada Shena. Dengan menyamar menjadi Gala, dia pasti sangat mudah mendekati Shena.
"Iya, bisa-bisanya aku melupakan hal itu. Lucu ya," kata Sky sambil tertawa. Padahal dia tertawa karena dia sudah menemukan titik kelemahan Arnav.
"Kapan-kapan ajari aku juga ya soalnya Kak Arnav gak mungkin bisa bantu aku belajar," kata Shena yang semakin memberi peluang pada Sky.
Sky menganggukkan kepalanya. "Iya." Jalan balas dendam itu benar-benar terbuka lebar untuknya.
"Shena, aku cariin dari tadi tenyata kamu ada di sini," Vicky masuk ke dalam UKS dan berdiri di dekat Shena. Vicky yang sepupuan dengan Shena itu memang satu kelas dan lebih muda satu tahun dengan Arnav.
"Iya, aku tadi dari toilet dan lihat Kak Gala tangannya terluka jadi aku bantu obati," kata Shena.
Vicky menatap Gala, dia juga menyadari ada yang berbeda dari tatapan Gala kali ini. "Ya udah, kita sekarang ke kelas aja." Vicky menarik tangan Shena agar mengikutinya. Dia tidak ingin Shena dekat dengan cowok lain.
"Kak Gala kembali ke kelas sendiri ya." Shena masih sempatnya melambaikan tangannya pada Gala.
"Shena, kamu itu jangan terlalu baik sama Gala. Nanti dia anggapnya beda," kata Vicky. Sebagai sesama lelaki jelas dia tahu gelagat Gala selama ini pada Shena.
"Ih, emang kenapa Kak? Aku cuma kasihan aja dia sering dibully. Tadi aja aku lihat dia marah-marah sampai mukul tembok pasti dia sedang memendam rasa sakit hatinya."
Seketika Vicky menghentikan langkahnya. "Gala mukul tembok?"
Shena menganggukkan kepalanya. "Iya, Kak."
"Gala gak mungkin kayak gitu. Kok aneh." Vicky kini duduk di depan kelas.
"Ya kata Kak Gala sih dia memang agak amnesia gara-gara kecelakaan itu." Shena juga duduk di sebelah Vicky.
"Amnesia? Ya mungkin saja." Vicky kini menatap Shena yang berada di sampingnya. "Kamu tahu gak kalau sebenarnya Gala suka sama kamu?"
Seketika Shena tertawa sambil memukul lengan Vicky. "Mana mungkin?"
"Ya mungkin saja. Memang kenapa?"
"Meskipun begitu aku juga gak mungkin suka sama dia."
"Karena fisiknya?"
Shena menggelengkan kepala. "Fisik nomor sekian tapi sebenarnya aku sudah punya pangeran impianku sejak kecil."
"Siapa?"
Shena hanya tersenyum lalu dia berdiri dan meninggalkan Vicky masuk ke dalam kelas.
"Shena," gumam Vicky sambil tersenyum kecil.
.
💕💕💕
.
Like dan komen ya... ðŸ¤