
"Kok kamu pakai gaun pink, Kak Sky pakai kemeja biru?" tanya Mila saat menghadiri acara baby shower Shena dan juga Nike. Usia kandungan mereka berdua kini sudah tujuh bulan. "Sedangkan Tante Nike pakai biru-biru karena calon adik sepupu aku cowok. Wah, berarti anak kamu satu cewek dan satu cowok."
Senyum Shena semakin mengembang. "Iya, senang banget aku langsung dapat sepasang."
"Wah, selamat ya." Seketika Mila memeluk Shena. "Nanti kadonya aku tambahin lagi. Aku jadi ikut gak sabar mau lihat si kembar."
"Cukup do'a yang terbaik saja aku udah senang." Shena melepas pelukannya saat kedua orang tuanya datang.
"Shena, beneran nih cucu Ibu laki-laki sama perempuan?"
Shena menganggukkan kepalanya. "Iya, Bu. Shena juga tidak menyangka dapat laki-laki dan perempuan sekaligus."
"Ibu jadi tidak sabar lihat cucu-cucu Ibu." Naya mengusap perut buncit Shena yang langsung dibalas tendangan dari dalam. "Hebohnya yang di dalam perut. Ayah, lihat nih cucu kita gerak-gerak terus."
Arsen ikut mendekat dan mengusap perut Shena. "Jangan berantem dalam perut."
"Mana, aku juga mau rasain gerakannya." Arnav ikut mendekat. Dia tertawa merasakan tendangan itu. "Seru banget di dalam."
"Arnav, aku mau," kata Gita.
"Kak Arnav kode."
"Arnav kalau udah siap menikah bilang, nanti langsung lamar ke rumah Gita."
Arnav hanya tertawa lalu dia menarik tangan Gita agar tidak digoda lagi oleh kedua orang tuanya, karena dia memang masih belum siap untuk menikah cepat seperti adiknya maupun Vicky.
Setelah semua berkumpul dan memberi selamat pada Shena dan juga Nike, acara baby shower dimulai. Diisi dengan acara do'a bersama dan juga beberapa game seru untuk para tamu dengan hadiah menarik.
"Kak Sky, sudah menemukan nama?" tanya Shena. Dia kini duduk sambil menikmati hidangan dan melihat keseruan keluarga dan tamu undangan lainnya.
"Sudah." Sky mengambilkan minum untuk Shena. Setelah itu, dia menuntunnya ke depan dan memberi ucapan terima kasih untuk keluarga serta tamu yang sudah datang dan mendoakan Shena.
"Terima kasih atas kehadiran dan doa yang diberikan untuk Shena dan juga Kak Nike. Seperti yang kita umumkan, bahwa jenis kelamin anak kami adalah laki-laki dan perempuan. Ada yang bisa menebak nama yang akan aku berikan pada putra dan putri kami?"
"Wah, kalau bisa nebak dapat mobil ya?" kelakar Ferdi semakin maju ke depan. "Apa clue nya?"
"Salah satu rasi bintang super raksasa yang berwarna merah, dan satunya juga salah satu bintang yang bersinar sangat cantik."
"Waduh, nyerah kalau soal bintang."
"Aku tahu." Arion berjalan mendekati Sky. "Pasti namanya Antares."
Sky terkejut mendengar tebakan Arion yang tepat.
"Antares adalah bintang raksasa yang berwarna merah di rasi bintang scorpio, dan yang satunya pasti Adara, bintang ganda tercerah di rasi Canis Major. Bintang ini sangat cantik, nama yang cocok untuk putri yang cantik."
Sky menepuk bahu Arion. "Darimana kamu tahu semua itu? Tebakan kami benar semua."
"Tentu saja karena nama aku Arion. Nama aku saja diambil dari bintang Orion. Aku suka mempelajari isi galaksi." Arion tersenyum lalu mengusap sesaat perut Shena. "Semoga terlahir sempurna dan sehat serta menjadi anak-anak yang bersinar terang seperti nama kalian."
Sky menganggukkan kepalanya. "Iya, Antares Alexandre dan Adara Alexandria."
Seketika Shena memeluk Sky. "Suka banget sama namanya."
"Kalau nama anaknya Vicky siapa?" tanya Ferdi.
"Venom," sahut Arnav yang langsung mendapat satu pukulan dari Vicky.
"Bukan itu namanya. Asal aja lo. Kita belum nemu nama yang cocok."
"Kurang dua bulan lagi anak lo lahir belum punya nama. No name aja lah atau hamba Allah." Ferdi tertawa dengan keras.
"Enak aja. Anak gue namanya keren. Nanti aja kalau udah lahir gue kasih tahu."
Mereka kembali mengobrol dan bercanda hingga acara akhirnya telah usai. Shena masuk ke dalam kamar terlebih dahulu karena merasa sangat capek.
Setelah membersihkan dirinya dan mengganti pakaian dengan daster yang longgar, Shena kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan bantal hamilnya. Rasanya dia sangat lelah dan sudah mengantuk.
"Sudah ngantuk?" tanya Sky. Dia mengusap rambut Shena sambil duduk di dekat Shena.
"Iya. Aku tidur dulu ya, kalau Kak Sky masih mau mengobrol sama Ayah dan Kak Arnav di depan gak papa."
"Iya, kamu tidur dulu. Pasti kamu capek banget." Kemudian Sky menarik selimut hingga menutupi tubuh Shena. "Besok pagi waktunya kamu periksa lalu menentukan jadwal operasi sesar. Aku gak mau kamu ambil resiko, meskipun posisi janin sudah bagus karena kamu melahirkan dua sekaligus."
Shena menganggukkan kepalanya. "Yang penting Kak Sky selalu menemaniku."
"Itu pasti. Aku akan selalu menemani kamu. Udah, sekarang kamu tidur ya." Sky naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh Shena dari belakang.
"Kak Sky gak ke depan lagi?"
"Nggak, Ayah sama Ibu menginap di sini. Aku mau nemenin kamu aja." Satu tangannya mengusap perut besar Shena dan langsung dibalas tendangan dari dalam.
"Anta sama Dara. Aku udah gak sabar bertemu mereka."
"Sama, aku juga udah gak sabar mau bantu kamu gendong. Kelihatannya udah berat banget badan kamu."
"Iya, udah sulit banget buat gerak. Pinggang aku juga pegal banget rasanya."
"Ya udah, sekarang kamu tidur. Sini aku pijat pinggang kamu." Sky memijat pelan pinggang Shena. Rutinitas yang setiap hari dia lakukan sebelum Shena tidur karena Shena seringkali mengeluh pinggangnya sakit.
Aku sayang banget sama kamu. Met tidur ya...
Satu kecupan mendarat di kening Shena, kemudian dia pandangi wajah yang telah tertidur pulas itu.
💞💞💞
Like dan komen ya... Ada yang masih setia gak nih...