Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 82



"Sayang, udah kamu duduk aja. Biarkan aku saja yang membereskan kamar," kata Sky saat dia membereskan kamar di rumah barunya bersama Shena.


"Biar cepat selesai, malam ini biar langsung kita tempati. Mumpung yang bantu banyak. Ini aku cuma menata baju aku ke lemari." Shena memasukkan bajunya dan Sky ke dalam lemari.


Tiba-tiba Sky memeluknya dari belakang. "Kamu senang kita tinggal di rumah sendiri?"


"Ya senang, tapi kalau pindahan itu jangan bilang mendadak gini."


"Anak buah Papa banyak yang bantu. Ini juga udah beres. Tinggal di kamar kita aja karena ini privasi kita."


"Iya, Kak Sky memang serba instant."


Sky membalik tubuh Shena lalu menghimpitnya di depan lemari. "Kamu mau ART berapa di rumah?"


Shena hanya tersenyum kecil. "Memang Kak Sky mampu bayar? Kan belum kerja penuh. Gak enak kalau minta Papa. Kita masih berdua, biar aku saja yang mengerjakan."


"Kamu serius? Kamu sebentar lagi mulai aktif kuliah."


Shena menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, kalau begitu kita tinggal berdua dan sama-sama belajar ya. Tapi kalau memang membutuhkan, aku akan segera cari."


Shena hanya menganggukkan kepalanya lagi. Mereka berdua saling bertatapan. Kemudian kedua wajah itu saling mendekat hingga bibir mereka saling bersentuhan. Tanpa sadar jika pintu kamar mereka masih terbuka. Kedua bibir itu masih saling memagut, hingga dua orang berdiri di ambang pintu dan mengejutkan mereka.


"Ehem! Kalau mau kissing itu pintu ditutup dulu. Kita kan jadi lihat. Bahaya kalau Vicky sampai pengen kan dia jomblo."


"Kok gue!" Vicky dan Arnav meletakkan beberapa barang pemberian darinya dan juga orang tuanya. "Ini dari kita semua. Semoga aja bermanfaat."


"Kok malah kasih barang-barang juga." Kemudian Shena melihat beberapa bingkisan yang berada di lantai. "Makasih ya."


"Oke, ada yang dibantu lagi. Kebetulan diluar udah dikerjakan semua."


"Tinggal dikit aja. Kalian makan dulu aja," suruh Sky.


"Iya, aku mau bantu Ibu dulu." Kemudian Shena keluar yang diikuti oleh Vicky.


"Gue juga mau ke toilet."


Sky meneruskan pekerjaan Shena yang tinggal di sedikit itu bersama Arnav yang masih duduk juga di kamar.


"Kita sekalian makan aja. Kebetulan Rey juga baru datang," ajak Arnav agar Sky meninggalkan pekerjaannya.


"Tuh anak datang gak bilang-bilang."


"Ya udah, kita ngobrol di depan aja. Yang dirapiin tinggal dikit, nanti aja kamu terusin berdua sama Shena. Pasti kalian berdua gak langsung tidur."


Sky hanya tertawa lalu dia keluar dari kamar dan menuju ruang tamu yang lumayan luas itu. Keluarga Shena jika berkumpul semua memang menjadi keluarga besar. Mereka semua juga sangat menyenangkan.


Dulu Sky sempat takut, dia tidak bisa diterima oleh saudara Shena tapi ternyata ketika dia berhasil membuktikan bahwa dia memang layak untuk Shena, semua saudara Shena baik padanya. Bahkan Arnav dan Vicky yang dulu sangat membencinya, sekarang dekat dengannya.


...***...


"Akhirnya selesai juga acara hari ini, capek banget meskipun udah dibantu." Shena melempar tubuhnya di atas ranjang setelah membereskan semua cucian piring selesai acara makan malam keluarga besarnya. Meski ada bantuan dari Mama dan Ibunya tapi tetap saja badannya terasa capek. "Aku umur berapa sih, kok rasanya cepat capek gini."


"Wah, jangan-jangan udah 81 tahun," sahut Sky. Dia kini juga merebahkan dirinya di samping Shena.


"Ih, kebalik. Aku masih 18 tahun."


"Nah, itu tahu."


"18 tahun udah nikah." Shena kini menertawakan dirinya sendiri. Umurnya memang terbilang masih muda tapi sudah mengarungi bahtera rumah tangga.


"Gak papa. Nanti juga tua sendiri." Satu tangan Sky kini memeluk perut Shena.


"Mulai sekarang kita belajar sama-sama menjadi suami istri yang baik. Semoga selalu ada kebahagiaan di rumah ini."


"Amin." Shena memutar dirinya dan menatap Sky. "Tapi aku banyak kurangnya."


"Sama aku juga. Aku malah paling malas di rumah. Dulu Gala rajin, sekarang Arion malah lebih rajin lagi."


"Makanya cepat berubah."


"Iya."


"Aku tahu apa yang rajin di diri Kak Sky," kata Shena sambil menahan senyumnya.


"Apa?"


"Nih, yang bawah rajin bangun."


Seketika Sky tertawa dan mencium pipi Shena. "Itu karena dekat sama kamu makanya tegangannya tinggi."


"Kak, aku gak nyangka Kak Vicky berani one night stand di Jepang," cerita Shena tiba-tiba.


"Kata siapa? Jangan asal tuduh."


"Iya, di lehernya ada tanda merah. Pasti lakuin di Jepang gara-gara menginap di kamar paket honeymoon, Kak Vicky jadi pengen."


Sky mencubit kecil hidung Shena. "Sudah, biarkan saja. Itu urusan Vicky, lebih baik kamu mengurusi yang udah tegak itu sekarang."


"Ih, Kak aku capek. Besok aja."


"Sekarang lebih enak." Satu tangan Sky menelusup ke dalam piyama Shena. Dia mulai memberi sentuhan pada Shena yang membuat Shena terbuai.


Awalnya menolak tapi akhirnya Shena menerima Sky dengan terbuka. Dia hanya bisa pasrah menerima setiap perlakuan Sky.


"Mau di atas atau di bawah?" tanya Sky setengah berbisik di telinga Shena.


"Di bawah aja, hari ini aku capek." jawab Shena sambil menatap sayu Sky. Dia sudah dipenuhi gairah yang sama besarnya dengan Sky.


Kemudian Sky menindih tubuh Shena. Dia kembali mencumbui leher Shena dan mulai memasukinya.


"Kak Sky bahunya gak papa?"


"Aku bertumpu di tangan kanan. Sedikit menindih kamu ya. Bilang kalau berat."


Shena hanya mengangguk kecil. Rasa berat tubuh Sky sudah kalah dengan rasa nikmat. Suara mereka saling bersahutan dengan keringat yang sudah membasahi tubuh mereka.


"Malam pertama kita di rumah baru kita. Kita nikmati malam ini dengan santai."


Shena kini mengalungkan tangannya di leher Sky. Lalu dia menggesekkan hidungnya di hidung Sky. "Apapun yang terjadi nanti, entah ada masalah besar atau kecil di dalam rumah tangga kita, kita harus tetap bersama ya."


"Iya, sayang. Itu pasti. Aku cinta kamu."


"Aku juga cinta kamu." Kedua bibir itu kembali menyatu dan saling memagut. Mereka mendayung bersama menuju rasa yang indah dan membuat mereka candu.


💞💞💞


Yang nungguin kisah Vicky, beberapa saat lagi ya.. 🤭


Like dan komen jangan lupa..


Maaf juga belum bisa double up masih ada beberapa acara.