Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 69



"Ciee, yang pengantin baru. Udah dijemput pulang aja." Mila tertawa saat melihat Sky sudah menjemput Shena di depan gerbang sepulang sekolah hari itu.


Karena di sekolah hanya sebentar, biasanya Shena memang main dulu ke mall bersama Mila, tapi kali ini Shena langsung pulang meskipun hari masih siang.


"Sssttt, jangan kencang-kencang nanti ada yang dengar."


"Iya, iya. Lo kapan berangkat ke Jepang?" tanya Mila. Dia masih menahan Shena agar tidak menghampiri Sky dulu.


"Tiga hari lagi."


"Jangan lupa oleh-olehnya ya? Lo lama ya di sana? Pengumuman kelulusan gak di sini dong."


"Iya, sekitar dua minggu. Nanti diambil Kak Arnav pengumuman gue."


Mila semakin tertawa. "Kayaknya udah gak penting pengumuman kelulusan itu, yang terpenting sekarang sudah bersama Kak Sky."


Shena mencubit lengan Mila karena sedari tadi dia terus menggodanya. "Ih, penting dong. Kan aku masih lanjut kuliah."


"Yee, gue juga satu kampus sama lo dan Kak Ferdi. Ya udah, semangat buat ponakan buat gue." Mila menepuk bahu Shena lalu dia berjalan menuju tempat parkir.


"Yee, apaan sih!" Kemudian Shena berjalan mendekati Sky. "Sorry lama, Mila ajak aku ngobrol dulu."


"Iya, gak papa." Sky mengambil helm lalu memakaikannya di kepala Shena. "Kita langsung ke rumah ya. Beberapa barang kamu sudah aku bawa ke rumah."


"Iya, tadi pagi aku sudah bilang sama Ayah dan Ibu." Lalu Shena naik ke boncengan Sky.


Beberapa saat kemudian, motor Sky mulai melaju menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan, tangan Shena terus memeluk Sky dari belakang yang sesekali mendapat usapan dari Sky.


"Menginap di rumah berapa hari? Sampai berangkat ke Jepang nanti ya?" tanya Sky. Sesekali dia menoleh Shena.


"Iya. Terserah Kak Sky."


Sky kini menghentikan motornya di depan rumahnya. Setelah turun dan melepas helm, mereka berdua masuk ke dalam rumah yang langsung disambut oleh Bu Ida.


"Shena, akhirmya kamu menginap di rumah Mama." Bu Ida memeluk tubuh Shena dan mencium kedua pipi Shena.


"Iya Ma, sampai nanti kita berangkat ke Jepang."


Bu Ida melepas pelukannya dan menggandengnya ke kamar Sky. "Ya sudah, sekarang kamu ganti baju dulu lalu makan siang sama-sama. Kebetulan Arion juga baru pulang."


"Iya, Ma." Shena meletakkan tasnya di atas meja belajar Sky. Dia melihat koper dan tas ranselnya sudah berada di kamar Sky. Dia kini terdiam sambil menatap ranjang. Sudah dua malam dia lewati bersama Sky tapi belum juga melakukan ritual apapun.


"Kok melamun?" Sky masuk ke dalam kamar dan memeluk Shena dari smping.


"Nggak papa. Sebentar aku mau ganti baju dulu."


"Ya udah ganti aja."


Dan selama dua hari itu juga, Shena masih belum berani berganti baju di depan Sky.


"Sayang, nanti sore aku ada latihan terus lanjut briefing mungkin sampai malam. Gak papa ya, kamu di rumah sama Mama?"


"Iya, gak papa. Kak Sky fokus saja dengan latihannya."


"Nanti sebelum bertanding kamu kasih semangat dong."


"Semangat apa?"


Sky semakin mendekatkan wajahnya pada Shena. "Ya, semangat." Lalu dia mencium bibir Shena yang sudah menjadi candu itu.


"Kak pintunya ditutup dulu!" teriak Arion yang tanpa sengaja lewat di depan kamar Sky dan justru melihat adegan romantis itu.


Sky hanya menggelengkan kepalanya. "Shena, masih malu aja sama aku."


Sedangkan Shena yang berada di dalam kamar mandi, bersandar di belakang pintu sambil menenangkan detak jantungnya yang terus berlomba.


Kasih semangat Kak Sky? Kayaknya ini kode keras. Aku harus gimana? Aku gak boleh panik biar trauma aku gak muncul lagi.


Shena menarik napas panjang lalu menghembuskan. Dia segera membasuh mukanya lalu berganti baju. Setelah itu dia keluar dari kamar dan melihat Sky sudah tidak ada di dalam kamar.


Shena mengambil sisir dan menyisir rambutnya sebelum keluar dari kamar.


Enaknya gimana ya? Apa malam ini?


...***...


Shena membaca chat dari Sky, kalau dia pulang malam dan makan malam dahulu bersama pelatih serta teman-temannya untuk menutup latihan mereka yang telah selesai.


Setelah makan malam, Shena hanya menemani Bu Ida menonton televisi.


"Ya begini hidup Sky setiap hari, kalau gak sama kamu, biasanya dia latihan atau kumpul sama teman-temannya. Tapi dia sudah memutuskan setelah bertanding di Jepang, dia akan berhenti dan mulai fokus di bisnis."


"Iya, Kak Sky juga sudah bilang sama Shena. semoga saja Kak Sky mendapat juara."


"Iya, ada kamu yang menemani, pasti Sky semakin semangat. Sekarang kamu istirahat saja kalau capek. Nanti kalau Sky pulang, kamu malah gak bisa tidur," kata Bu Ida sambil tersenyum kecil.


Shena jelas mengerti apa yang dimaksud mertuanya itu. "Shena ke kamar dulu ya, Ma."


Akhirnya Shena berjalan ke kamarnya. Dia masih memikirkan rencananya. Tak lupa dia menutup pintu kamarnya lalu merebahkan dirinya di atas ranjang. Dia kembali menatap layar ponselnya.


Kak Sky masih lama?


Shena mengirim pesan itu pada Sky beberapa saat kemudian Sky membalasnya.


30 menit lagi aku pulang, kamu tidur dulu gak papa.


Shena menarik napas dalam lalu mengambil tas ranselnya. Dia mengeluarkan lingerie berwarna merah dan hitam yang tipis dan berenda itu. "Yang tiga udah aku masukin koper. Tinggal dua ini, hitam atau merah?"


Akhirnya Shena menjatuhkan pilihan pada warna merah.


"Aku coba aja apa kata Ibu kemarin, mungkin trauma aku gak muncul. Siapa tahu trus menghilang." Kemudian Shena melepas pakaiannya dan memakai lingerie itu. Dia kini menatap dirinya di cermin.


"Ih, malu banget. Pakai gak ya? Tapi Kak Sky butuh semangat, kalau gak lakuin nanti Kak Sky kepikiran dan gak semangat." Shena kembali berpikir sambil berjalan maju mundur.


Beberapa saat kemudian, handle pintu itu bergerak. Untunglah Shena sudah menguncinya. Lalu terdengar ketukan pintu dan panggilan Sky dari luar. Shena segera melipat bajunya lalu mengambil piyama kimono dan memakainya. Dia kini membuka pintu itu.


"Katanya 30 menit lagi? Kok cepat?" tanya Shena.


"Iya, setelah kamu WA aku langsung pulang." Sky mengecup pipi Shena lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.


Shena menutup kembali pintu itu dan menguncinya. Dia kini naik ke atas ranjang lalu melepas piyama kimononya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.


Beberapa saat kemudian, Sky keluar dari kamar mandi dan hanya memakai celana pendeknya. Dia membuka lemarinya untuk mengambil piyamanya.


"Sayang, kenapa? Kok selimutan rapat gitu." Sky mendekat dan menyentuh kening Shena. "Kirain kamu gak enak badan. Jangan rapat-rapat nanti kepanasan." Sky menurunkan selimut Shena. Tapi tangannya terhenti saat melihat dada Shena yang hanya terbalut kain tipis dan berenda itu.


💞💞💞


Like dan komen ya...


Gaskan gak ya??? 🤔🤔