Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 54



"Hp?" Sky melihat ponselnya. Dia melebarkan matanya melihat pesan dari Gita yang tidak pernah dia duga. Ada beberapa foto seksi Gita dan sebuah pesan.


Nanti malam aku di rumah sendiri. Kamu ke rumah ya, temani aku.


"Gak mungkin! Aku gak pernah chat sama Gita selain bahas tugas kuliah."


"Terus kenapa Gita chat kayak gitu. Jangan-jangan selama ini Kak Sky masih berhubungan sama Gita, dan sering melakukan..."


"Astaga, aku gak mungkin melakukan itu." Sky masih menahan tangan Shena agar dia tidak kabur karena dia tidak akan membiarkan Shena pulang seorang diri apalagi dalam keadaan marah seperti ini.


Sky menghubungi Gita dengan sambungan video call. Sampai beberapa kali tidak juga Gita angkat.


"Udah, Kak. Lepasin aku mau pulang. Sakit tangan aku."


Sky masih saja menahan tangan Shena. Dia mencoba menghubungi dengan video call lagi yang akhirnya diangkat oleh Gita.


"Maksud lo apa kirim chat kayak gitu!"


Gita nampak kebingungan lalu dia melihat chat whatsapp-nya. "Astaga, aku gak kirim chat ini ke lo. Vivi, ini lo yang kirim sama Sky?"


Satu tangan Sky merengkuh bahu Shena dan mengusap lengannya karena Shena sudah tidak berusaha melepaskan diri.


"Sorry Sky, ini si Vivi sepupu gue yang pernah naksir sama lo itu. Dia rese banget. Udah gue bilangin lo udah punya calon istri, gue malah dikerjain."


"Shena jadi salah paham gara-gara pesan itu. Lain kali gak usah chat gue kalau gak penting."


"Iya, maaf ya Shena. Beneran itu bukan gue yang chat. Gue barusan ke kamar mandi dan hp gue dibawa Vivi."


Shena hanya mengangguk kecil. Mengapa juga dia cemburu berlebihan seperti ini dan tidak mau mendengar penjelasan Sky terlebih dahulu.


Lalu Sky mematikan panggilannya. Dia kini menatap Shena yang masih saja cemberut.


"Udah, jangan sedih." Sky mengusap kedua pipi Shena. "Kesalahpahaman itu memang selalu ada dalam hubungan, tapi kita harus tetap saling percaya dan kita bicarakan baik-baik. Jangan terbawa emosi."


"Hati perempuan mana yang gak sakit hati kalau baca chat kayak gitu. Terus Vivi itu siapa lagi?"


"Vivi itu sepupu Gita."


"Kak Sky kenal? Kak Sky dekat sama dia?"


"Ya sekarang satu kampus tapi beda fakultas."


"Ih!"


"Shena jangan marah. Aku gak mungkin tergoda sama cewek lain. Aku sayang sama kamu." Sky menatap kedua mata Shena yang masih saja tidak mau menatapnya.


Sky tersenyum lalu memeluk Shena. "Tapi aku senang banget."


"Kenapa senang?" Shena mendongak menatap Sky.


"Karena sekarang aku tahu, kamu sangat mencintai aku dan gak mau kehilangan aku."


Seketika Shena mencubit pinggang Sky. "Ih, Kak Sky. Udah ah." Shena melepas tangan Sky lalu dia berjalan menuju ruang makan. Dia kini membantu Bu Ida yang sedang menata makanan di atas meja makan.


"Tadi Mama dengar kalian ribut. Ada apa?" tanya Bu Ida. Setelah semua makanan tersaji, mereka semua duduk di ruang makan.


"Biasa Ma. Salah paham, udah clear kok." Sky mengambil piring lalu mengambilkan Shena nasi beserta lauknya.


"Kak Sky jangan banyak-banyak."


"Iya, ini sedang, gak terlalu banyak."


Sky dan Shena menganggukkan kepalanya.


"Makan yang banyak. Papa masih ada meeting sekalian makan malam diluar. Tadi Mama sudah kasih tahu Papa tentang Arion dan sepertinya Papa setuju."


"Kalau begitu besok aku tinggal atur buat bertemu Arion. Cari waktu yang tepat agar Arion mau menerima niat baik kita," kata Sky. Dia juga mengambil nasi beserta lauk kemudian mulai memakannya.


...***...


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Shena terus memeluk Sky dari belakang. Hati yang sempat memanas itu sekarang sudah tenang.


Sesekali Sky mengusap tangan Shena yang ada di perutnya. Semakin hari rasa cintanya pada Shena semakin besar dan dia semakin tidak mau kehilangan Shena.


Beberapa saat kemudian, Sky menghentikan motor Shena di depan rumah Shena. Terlihat Ayah Shena sedang menunggu mereka di teras rumah karena memang hari itu sudah malam.


Kemudian Shena dan Sky turun dari motor lalu bersalaman dengan Arsen.


"Akhirnya kamu pulang juga. Ini sudah malam," kata Arsen pada Shena.


"Iya Ayah, maaf. Tadi makan malam dulu sama Mamanya Sky."


"Kalian berdua duduk dulu, Ayah mau bicara."


Kemudian mereka bertiga duduk di kursi teras. Sepertinya Arsen akan bicara serius pada dua remaja itu.


"Ayah mengerti hubungan kalian berdua sudah direstui tapi selama kalian belum sah, kalian harus jaga jarak dan kamu Shena, Ayah tidak melarang kamu ke rumah Sky tapi lebih baik kamu jangan terlalu sering ke rumah Sky."


"Maaf Om, Saya dan Mama saya yang menyuruh Shena ke rumah. Ini bukan salah Shena," kata Sky. Mamanya memang terlalu membebaskan dirinya dan Shena.


"Iya, Ayah mengerti. Tadi yang menghubungi Ayah juga Papa kamu atas permintaan Mama kamu. Sebenarnya Ayah juga serba salah melarang Shena jika itu permintaan orang tua kamu."


"Iya, saya mengerti."


"Atau kalau kalian mau cepat menikah ya tidak apa-apa. Biar kalian bebas mau lakuin apa saja, Ayah juga tidak akan melarang."


"Tapi Ayah, Shena masih mau sekolah." Shena kini bergelayut di lengan Ayahnya. "Shena juga masih mau manja-manja sama Ibu dan Ayah."


Arsen tersenyum sambil mengusap rambut Shena. "Iya, kalian nikmati dulu masa remaja kalian tapi jangan dirusak. Kalian berdua tetap tidak boleh kontak fisik terlalu berlebihan."


"Iya, saya mengerti."


"Kamu pulang pakai apa? Mau bawa motor Shena saja?"


"Biar saya pesan ojol saja."


"Ya sudah, Shena kalau kamu mau istirahat ke dalam saja. Biar Ayah yang temani Sky di sini."


Shene menganggukkan kepalanya. Dia main mata sesaat dengan Sky lalu masuk ke dalam rumahnya dan menuju kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar, Shena langsung menghempaskan dirinya di atas ranjang. Rasanya dia sangat lelah telah melewati hari yang panjang. Mulai dari mengikuti Arion, sampai mendengarkan cerita Arion lalu bertemu Sky dan berlanjut ke rumah Sky serta kejadian tak terduga dengan Gita.


"Capek banget." Shena meraih gulingnya dan memeluknya. Dia akan memejamkan matanya tapi dia teringat ciumannya dengan Sky di kamar mandi. Pipinya kembali memerah dan dia pegang bibirnya sesaat. "Manis banget. Apa aku harus cepat-cepat nikah aja sama Kak Sky."


Shena tersenyum sendiri saat membayangkan bagaimana nanti jika dia sudah menikah dengan Sky. "Duh, jadi bungung. Tapi kan aku mau fokus sekolah dulu."


💕💕💕


.


Like dan komen ya...