Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 62



Beberapa saat kemudian Sky datang. Dia berdiri di dekat Reva dan terkejut melihatnya. "Tante Reva kok ada di sini?"


Arsen hanya tersenyum miring. Begitulah jika salah paham dengannya, sekalian saja dia buat malu mereka semua.


"Tante? Kak Sky kenal sama dia?" tanya Shena.


"Iya, Tante Reva ini dulu anak asuh kakek."


"Iya, Tante bekerja di perusahaan Pak Arsen yang kebetulan calon mertua kamu. Maaf ya, Tante malah buat keributan," kata Reva.


"Jadi kemarin yang kamu tuduh itu Tante Reva? Shena, Tante Reva gak mungkin kayak gitu, Tante Reva sudah mau menikah dengan seorang Dokter," jelas Sky.


"Iya, Reva bekerja di kantor Ayah atas rekomendasi dari Pak Alex. Kebetulan Ayah butuh sekretaris jadi ya Ayah terima." Arsen melipat tangannya dan menatap putrinya yang terlihat malu.


Shena hanya tersenyum kaku. "Kalau seperti itu, maaf, aku salah tuduh." Lalu Shena mencium tangan Ibu dan Ayahnya. "Ayah, maaf ya..."


Kemudian Shena menarik tangan Sky agar segera berangkat.


Begitu juga dengan Arnav yang meminta maaf pada Ayahnya lalu dia juga berangkat.


"Reva, kamu urus kantor ya. Nanti setelah makan siang saya berangkat," perintah Arsen.


"Baik Pak, saya permisi dulu."


Setelah kepergian Reva, Arsen menatap istrinya lalu dia menahan tangan Naya yang akan kabur darinya. Dia membawa Naya masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


"Mas, aku mau ke dapur. Pekerjaan masih ada." Naya berusaha melepas cekalan Arsen yang kuat itu.


"Nanti ada Bibi yang mengerjakan."


"Eh, aku mau..."


Arsen semakin menyeret Naya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.


"Mas, mau apa?"


Arsen semakin menghimpit tubuh Naya di belakang pintu. "Masih marah sama aku?"


"Aku dari kemarin gak marah. Aku tahu anak-anak pasti cuma salah paham," kata Naya sambil memainkan dada Arsen.


"Terus kenapa semalam tidur di kamar Shena?"


Naya hanya tersenyum. "Aku cuma akting, biar anak-anak merasa kalau usaha mereka mengawasi Ayahnya tidak sia-sia dan aku juga mau tahu perjuangan Mas Arsen untuk membuktikan kalau tidak bersalah itu bagaimana."


Arsen menghela napas panjang lalu memeluk tubuh Naya. "Ibu dua anak ini masih aja usil. Aku paling takut kamu marah."


"Aku selalu percaya sama Mas Arsen tapi kepercayaanku jangan disia-siakan sampai kapanpun."


"Iya, itu pasti." Arsen mendekatkan wajahnya tapi ditahan oleh Naya.


"Ehmm, Mas..."


"Apa? Sebagai ganti semalam, kamu gak boleh keluar sampai makan siang." Arsen menggendong tubuh Naya lalu menghempaskannya di atas ranjang.


"Ih, kok gitu..."


Arsen hanya tersenyum lalu mendekatkan dirinya dan sudah tidak ada lagi perdebatan di antara mereka.


...***...


"Kak Sky, aku malu banget..."


Sky hanya tertawa. Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju sekolah Shena. "Kan aku sudah bilang, jangan asal menuduh orang tua. Dibicarakan baik-baik."


"Kenapa Kak Sky gak bilang kalau dia tante Kak Sky?"


"Ya mana aku tahu. Waktu kamu ke kantor Ayah kamu, aku gak kamu ajak masuk."


"Nyesel kenapa gak ajak Kak Sky. Tenaga aku terbuang cuma-cuma kemarin."


"Ya udah gak papa. Jadikan ini pembelajaran biar kamu gak gegabah di kemudian hari." Sky kini menghentikan motornya di depan sekolah Shena. "Nanti aku jemput ya..."


"Iya." Shena melepas helmnya lalu memberikan pada Sky.


Satu usapan mendarat di puncak kepala Shena. "Cepat masuk, tuh satpam udah bersiap menutup gerbang."


"Kak Sky hati-hati." Kemudian Shena membalikkan badannya dan berlari masuk ke dalam gerbang.


"Kok siang?" Mila juga mempercepat langkahnya di sebelah Shena.


"Gimana lo udah bisa renang? Tinggal seminggu lagi kita ujian praktek renang."


"Udah lumayan. Gue udah gak trauma lagi sejak diajarin Kak Sky." Mereka mengobrol sambil berjalan menuju kelas.


"Anak-anak pada minta ajarin Vicky tapi Vicky sepertinya kualahan kalau harus ngajarin satu kelas. Gimana kalau gue ikut lo les renang sama Kak Sky?"


Belum juga menjawab, satu teman Shena juga muncul.


"Gue juga ikut dong!"


"Iya, gue ikut."


"Gue ikuuuttt..."


Beberapa teman perempuan Shena justru ingin ikut belajar renang dengan Sky dan Shena. "Kok pada ikut sih, Kak Sky kan guru renang pribadi gue. Enak aja."


"Punya pacar atlet renang itu bagi-bagi dong."


"Enak aja. Tuh sama Kak Vicky aja," kata Shena. Dia tidak akan rela bagi-bagi.


"Ilmu renangnya yang dibagi. Pelit sih."


Shena berdengus kesal. Beberapa teman-temannya masih saja memaksa. "Ya udah, nanti gue bilang sama Kak Sky."


"Teman-teman yang cewek belajar renang sama Kak Sky, yang cowok sama Vicky ya."


Shena melebarkan matanya mendengar pengumuman dari temannya. Jelas saja semua temannya setuju. "Aduh, gak semuanya. Di kelas ini ceweknya ada dua puluh."


"Tenang aja, pasti kuat Kak Sky ngajarin dua puluh orang."


Shena semakin kesal tapi meski demikian Shena mengiyakan permintaan konyol teman-temannya itu karena sekarang teman-temannya sangat baik dengannya setelah kejadian setahun lalu yang sempat mendapatkan perundungan. "Ya udah, gue bilang dulu. Tapi ingat, gak boleh pakai baju renang yang sexy, kalau swimsuit yang dari sekolah gak papa."


"Idih, takut banget Kak Sky tergoda. Yang ada kita yang tergoda sama Kak Sky." Mereka semua tertawa.


"Tapi Kak Sky suruh pakai celana renang aja ya."


"Enak aja. Gak boleh dilihat. Awas kalau pegang juga." Shena sudah memberi warning pada mereka semua.


Teman-temannya semakin menggoda Shena. "Bucin banget sekarang, dulu aja ogah-ogah, sekarang benar-benar gak boleh lepas."


Shena justru mengambil ponselnya dan menghubungi Sky. Hanya dua kali nada sambung, Sky sudah mengangkat panggilannya.


"Kak, teman-teman mau diajarin renang. Kak Sky bisanya kapan? Soalnya minggu depan udah ujian praktek."


Mila dan teman yang lainnya semakin kepo dan mendekatkan telinganya di ponsel Shena.


"Nanti? Ya terserah mau berapa latihan. Ya udah dua kali aja jangan banyak-banyak. Jangan lupa, pakai kaos dan celana panjang soalnya banyak mata betina yang mengintai." Kemudian Shena mematikan panggilannya.


"Beneran gak boleh lihat dong kita. Suruh pakai celana panjang guys."


"Iya dong. Nanti sore jam setengah 4, jangan sampai telat. Di kolam renang AL."


"Oke deh."


Akhirnya teman-teman Shena kembali duduk di tempatnya yang membuat Shena bernapas lega.


"Shena, kalau kamu keberatan, biar aku aja yang gantiin Sky," kata Vicky yang sekarang berdiri di samping Shena.


"Nggak papa kok, Kak. Kak Vicky ikut aja nanti sekalian."


"Iya, rencana aku juga nanti, mumpung gak ada jadwal latihan atlet renang." Kemudian Vicky kembali duduk di bangkunya.


Mila menyenggol lengan Shena. "Vicky dan Kak Sky udah baikan?" tanya Mila sambil berbisik.


"Udah, Kak Vicky dan Kak Arnav sekarang sudah bisa menerima Kak Sky. Apalagi sejak Arion jadi adik Kak Sky, mereka semakin respect sama Kak Sky."


"Syukurlah kalau gitu. Tinggal nunggu aja kapan lo nikah sama Kak Sky."


"Ish, belum kepikiran."


Ya, meskipun terkadang Shena juga sudah memikirkan hal itu. Kira-kira kapan dia memutuskan untuk menikah dengan Sky?


.


💞💞💞


🤔🤔