Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 99



Beberapa bulan telah berlalu, usia kandungan Shena kini sudah lima bulan. Sudah terlihat semakin besar dan dia juga sudah tidak bisa beraktifitas bebas.


"Kak Sky, besar banget perut aku." Shena menatap perutnya di depan cermin yang sudah seperti usia kandungan sembilan bulan.


"Kan isinya dua." Sky memeluk Shena dari belakang lalu menahan perut Shena bagian bawah.


"Punya Kak Nike aja masih belum terlalu besar. Badannya masih bagus. Sedangkan aku gemuk banget gini."


"Iya kan beda sayang. Yang penting kamu sehat, si kembar juga sehat di dalam perut."


Shena kini mengusap perutnya. Gerakan kedua buah hatinya di dalam perut juga semakin aktif. "Dedek denger ya. Maaf ya, Mama mengeluh." Shena kini duduk di tepi ranjang sambil mengusap perutnya. "Gerak-gerak, Kak."


"Iya." Tawa di wajah Sky semakin lebar. Dia kini berlutut di depan Shena dan menciumi perut yang bergerak teratur itu. "Hei, jangan berantem di dalam perut."


"Aku udah gak sabar lihat si kembar."


"Iya." Sky kini duduk di sebelah Shena. Tangannya masih mengusap perut Shena. "Kamu cuti kuliah saja kalau udah sering capek. Nanti Ibu atau Mama biar nemenin kamu di rumah, biar gak bosan."


"Iya deh. Aku juga udah jadi pusat perhatian. Besok tolong diurus ya."


"Oke. Kamu udah siapkan nama? Kita kan udah tahu jenis kelaminnya."


"Masih bingung. Pengennya ada yg unsur langitnya kayak Kak Sky."


Sky ikut berpikir. Meski kelahirannya masih empat bulan lagi tapi memberi sebuah nama itu bukan soal yang mudah. "Bingung juga ya. Nanti saja di acara baby shower, pasti aku sudah menemukan nama buat anak kita."


"Rencananya baby shower mau aku adain barengan sama Kak Nike."


"Ya gak papa. Pasti seru. Nanti kamu bilang aja mau konsep kayak gimana, biar ditangani saja sama event organizer jadi kamu gak perlu capek-capek nyiapin."


Shena hanya menganggukkan kepalanya lagi.


"Sekarang kamu istirahat, sudah malam." Sky membantu Shena merebahkan dirinya. Lalu dia usap rambut Shena agar cepat tertidur.


"Kak Sky masih memikirkan Rafka dan Zaki?"


Sky mengangguk pelan. "Sampai kapanpun aku gak akan rela mereka lepas begitu saja. Anak-anak sudah mencarinya tapi tidak ada yang berhasil menemukannya. Pengacara keluarga aku juga tidak bisa mengusutnya karena kita tidak punya bukti kalau mereka berdua memang bebas."


"Pasti nanti ada jalan. Kak Sky yang sabar."


"Iya. Oiya, aku sampai lupa kalau dua minggu lagi jadwal pengambilan pen di bahu aku. Biar aku ke rumah sakit sama Papa. Kamu di rumah aja. Nggak rawat inap kok. Pengambilannya cuma sebentar."


"Pasti sakit?" Shena meraba pen yang masih terpasang di tulang selangka Sky.


"Iya, gak papa. Aku udah kangen banget sama renang. Semoga setelah dilepas udah nyaman buat renang."


Beberapa saat kemudian ponsel Sky berbunyi. Dia segera mengangkat panggilan dari Arion.


"Iya, hallo Rion?"


"Maaf, saudara Anda sedang mabuk di klub kita. Dia tidak mau berhenti minum."


"Arion mabuk di klub? Iya, saya segera ke sana." Sky mematikan panggilannya lalu dia turun dari ranjang. "Sayang, aku mau jemput Arion dulu. Aku suruh bibi nemenin kamu." Sky memakai jaketnya lalu mengambil kunci mobilnya.


"Kak Sky hati-hati ya. Nanti langsung pulang."


"Iya." Sky mengecup kening Shena sesaat lalu bergegas keluar dari rumah.


Sky menambah laju mobilnya, setelah sampai di depan klub, dia masuk dan segera mencari keberadaan Arion.


"Rion, udah cukup!" Sky menahan tangan Arion saat Arion akan meneguk minuman keras itu lagi.


"Biarkan malam ini aku minum. Setelah ini, aku gak akan minum lagi."


"Kamu ada masalah apa? Kamu cerita sama aku, mungkin aku bisa bantu. Ada masalah di kampus?"


Arion menggelengkan kepalanya. Dia mengusap wajahnya yang memerah karena efek minuman keras itu. "Semua udah berakhir. Aku gak mungkin miliki dia. Semua udah berakhir."


Sky menahan bahu Arion. "Astaga, gara-gara cinta kamu kayak gini. Kamu sekarang udah punya segalanya. Keren juga, pasti banyak cewek yang mau sama kamu."


Arion menggelengkan kepalanya. "Cuma dia yang bisa buat aku jatuh cinta. Aku ingin mengejarnya lagi setelah aku sukses tapi ternyata dia menikah hari ini."


"Rion sadar, masih banyak perempuan lain."


Arion menggelengkan kepalanya. "Biarkan aku menikmati sakit hati malam ini saja." Arion kembali meneguk minuman keras itu. "Jangan bawa aku pulang ke rumah agar Mama dan Papa gak tahu."


Sky akhirnya hanya terdiam. Dia hanya menatap Arion yang sedang meneguk minuman lagi. Baru kali ini dia melihat Arion seperti ini. Mungkin rasa cinta pada wanita itu sangat besar.


"Rion, udah! Aku gak mau minuman ini berefek pada kesehatan kamu."


Brug!


Akhirnya Arion tak sadarkan diri.


"Astaga, Rion!" Sky menahan badan Arion lalu memapahnya keluar dari klub. Tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang dia kenal dan dia cari selama beberapa bulan ini.


"Rafka!" Sky melepas Arion dan mengejar Rafka yang lari dengan cepat menghindarinya. "Shits! Kemana Rafka." Ingin dia mencari Rafka tapi dia tidak mungkin meninggalkan Arion. Akhirnya dia kembali mendekati Arion dan memapahnya keluar dari klub. Kedua mata Sky masih mencari keberadaan Rafka sampai tempat parkir.


"Gue gak mungkin salah lihat." Sky membawa Arion masuk ke dalam mobil lalu dia melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Pikiran Sky menjadi tidak tenang lagi. Dia ingin segera menangkap Rafka dan mencebloskannya lagi ke penjara.


Beberapa saat kemudian Sky menghentikan mobilnya di depan rumahnya. Dia membantu Arion keluar dari mobil. Baru saja akan masuk ke dalam rumah, Arion memuntahkan isi perutnya.


"Rion! Udah, ini yang terakhir kamu mabuk! Aku gak mau kamu sakit lagi."


"Kak Sky maaf." Arion memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing.


"Masih banyak wanita lain. Suatu saat nanti kamu pasti bisa mendapat kebahagiaan kamu." Sky kembali memapah Arion masuk ke dalam rumah lalu merebahkan tubuh Arion di kamar tamu. "Kamu istirahat saja."


Kemudian Sky membuka jaket Arion dan melepaskan kemejanya. "Rion, Rion, aku kira kamu gak bisa sakit hati."


Lalu Sky mengambil handuk basah dan mengusap wajah Arion sampai dadanya. "Jangan minum lagi. Nanti kamu dimarahi sama Papa. Pikirkan juga kesehatan kamu juga."


"Iya Kak, cuma satu kali ini saja. Makasih, Kak. Maaf merepotkan."


"Iya, gak papa. Sekarang kamu istirahat biar aku bilang sama Mama kalau kamu menginap di sini." Kemudian Sky keluar dari kamar yang ditempati Arion dan menghubungi Mamanya.


💞💞💞


Like dan komen ya...


Ada yg mau menyumbang nama buat anak Shena? Nama cewek /cowok yg ada unsur galaksi nya, apa ya?