
"Bagaimana kondisi istri saya?"
Dokter itu terlihat sedih dan terdiam beberapa saat menatap Sky. "Istri Anda kehilangan banyak darah dan dinyatakan koma."
"Koma? Gak mungkin!" Sky menerobos masuk ke dalam ruangan tapi ternyata Shena sudah dipindahkan ke ruang rawat. Sky berlari menuju ruangan Shena. Dia tidak peduli dengan suster yang melarangnya masuk.
"Shena!" Sky memeluk tubuh Shena yang lemah tak berdaya itu. "Shena, bangun sayang." Dia menangis sesenggukan di bahu Shena. "Shena, Ares dan Ara butuh kamu. Ayo, bangun sayang."
Shena tetap tidak merespon panggilannya. Sky kini hanya menatap nanar Shena. Beberapa alat terpasang di tubuh Shena bahkan dua jarum terpasang di tangan Shena. Satu berisi kantong darah dan satu berisi cairan infus.
"Shena..." Sky menggenggam tangan Shena sambil memejamkan matanya. Dia membayangkan senyuman Shena yang sering mengembang saat merasakan gerakan si kembar. Shena juga sudah tidak sabar bertemu dengan si kembar, tapi saat si kembar lahir ke dunia dengan selamat dan sehat, Shena justru memejamkan matanya.
"Sayang, cepat sadar ya. Aku janji akan jaga Ares dan Ara. Aku mau melihat anak kita dulu. Sebentar saja." Sky mencium kening Shena lalu dia keluar dari ruangan Shena dan menuju ruang bayi.
Di sana ada kedua orang tuanya dan orang tua Shena yang sedang melihat si kembar.
"Sky, biar Ibu yang jaga Shena kalau kamu mau lihat si kembar," kata Naya.
Sky menganggukkan kepalanya.
"Ayo, Ayah." Naya dan Arsen segera berjalan menuju ruangan Shena.
Sky tersenyum kecil melihat kedua buah hatinya yang sekarang tertidur pulas. "Ara, maaf ya, Papa belum menyapa kamu. Papa juga belum cium kamu." Sky mengusap pipi Ara yang sangat lembut itu. "Cantik mirip Mama."
"Ares mirip kamu. Mereka kembar tapi tidak mirip."
Sky menganggukkan kepalanya. "Mereka memang bukan kembar identik."
"Selama Shena belum sadar, mereka berdua diberi susu formula. Kamu fokus sama Shena, biar Mama dan suster yang jaga mereka."
Sky hanya mengangguk lagi. "Ma, aku mau lihat kondisi Ferdi."
"Iya, kamu lihat dulu. Lukanya cukup parah. Papa juga sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurus Rafka."
Kemudian Sky berjalan menuju ruangan Ferdi. Luka di lengan Ferdi dan kakinya cukup parah tapi tidak sampai patah tulang. Sky kini masuk ke dalan ruangan Ferdi.
"Sky ngapain lo ke sini! Lo jagain Shena aja," kata Ferdi. Dia sudah diberi kabar oleh Arnav tentang kondisi Shena.
"Gue kepikiran sama lo juga. Gimana kondisi lo? Gak ada yang patah kan?"
Ferdi menggelengkan kepalanya. "Cuma luka-luka dari kepala sampai kaki. Tapi gue tetap harus rawat inap, gak tahu sampai kapan."
"Thanks ya, berkat lo dan teman-teman, Rafka berhasil tertangkap lagi. Sekarang tinggal cari Zaki."
"Ya udah, lo sekarang kembali jagain Shena. Gue juga mau istirahat. Semoga Shena cepat pulih."
"Iya, amin. Lo juga lekas sembuh." Setelah itu Sky keluar dari ruang rawat Ferdi. Saat dia akan ke ruang bayi lagi, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Zaki.
"Ngapain lo di sini!" Sky mengejar Zaki. Dia juga harus menangkap Zaki. Sampai di depan rumah sakit, dia berhasil menarik Zaki. "Ngapain lo di sini!" Sky menyergap kedua tangan Zaki dan memukul perutnya.
"Sky, gue gak salah. Rafka yang menabrak Gala waktu itu, kenapa lo juga tuntut gue."
"Tapi lo ikut menutupi kejadian itu. Lo mau ngapain ke sini! Gue akan masukkan lo ke penjara lagi, karena hukuman lo belum selesai. Papa juga udah berhasil mengurus polisi yang menerima uang suap dari keluarga lo dan Rafka!"
"Kak Sky dicari sama Mama." Arion dan Arnav berlari menghampiri Sky.
"Biar gue yang urus dia!" Arnav mencekal Zaki dengan kuat yang dibantu oleh Arion.
"Biar Papa hubungi anak buahnya dan urus Zaki. Dia harus dimasukkan penjara lagi!" Sky menghubungi Papanya sambil berjalan jenjang masuk ke dalam rumah sakit. Dia harus memastikan tidak terjadi apa-apa dengan Shena dan kedua bayinya.
Sky kini menggendong Adara yang masih menangis. "Sayang, ini Papa. Jangan menangis. Ara haus?" Sky mengambil susu di dalam botol yang sudah disiapkan oleh suster lalu memberinya pada Adara. "Suster apa tadi ada orang yang ke ruangan ini?"
"Ada, keluarga bayi yang di sana," tunjuk suster itu pada seorang bayi yang sedang tidur dengan anteng di box paling ujung.
Sky kini melihat bayi itu.
"Kasihan bayi itu, Ayahnya sedang bingung mencari uang untuk biaya rumah sakit. Ibunya juga masih dalam perawatan karena tekanan darahnya sangat tinggi."
Bayi itu mirip sekali dengan Ara.
Kemudian Sky melihat gelang yang berada di pergelangan tangan Adara.
Ada tulisan nyonya Shena mungkin aku yang terlalu overthinking.
"Suster apa kedua anak saya bisa dipindah ke ruang rawat istri saya. Biar istri saya cepat sadar," kata Sky setelah Adara kembali tertidur lalu dia turunkan ke dalam box nya.
"Baik, karena kedua bayinya sangat sehat, sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat bundanya. Semoga saja bundanya cepat sadar."
Sky menganggukkan kepalanya. Pandangan matanya masih saja tertuju pada bayi perempuan yang berada diujung. "Ma, tolong bayar biaya rumah sakit bayi itu. Kasihan."
"Iya, nanti biar Mama yang urus."
Kemudian Sky kembali menatap kedua buah hatinya yang sekarang akan dipindahkan ke ruang rawat Shena.
Shena, cepat sadar ya. Ares dan Ara akan menemani kamu.
Setelah sampai di ruang rawat Shena, Shena masih tetap dalam posisi yang sama dan belum membuka kedua matanya.
"Sayang, aku bawa Ares dan Ara ke sini." Sky meletakkan kedua buah hatinya di sisi kanan dan kiri Shena.
"Sayang, cepat bangun." Sky menggenggam tangan Shena yang terasa dingin itu lalu menciumnya.
Air mata itu kembali membasahi pipinya. Seandainya saja Shena tidak koma, dia pasti sedang tersenyum bahagia bersama Antares dan Adara.
"Cepat sadar Shena. Aku, Ares, dan Ara membutuhkan kamu." Sky mencium pipi Shena lalu dia mengembalikan si kembar ke dalam box karena Shena sama sekali tak meresponnya.
"Sky, Ibu akan bantu kamu di sini sama Mama kamu."
"Mama, Ibu, aku bisa," kata Sky.
"Sky, biar Mama sama Bu Naya di sini. Ares dan Ara harus minum susu dua jam sekali."
"Maaf, aku merepotkan."
"Tidak apa-apa. Biar kamu bisa fokus sama Shena. Yang dibutuhkan Shena saat ini adalah kamu."
Sky kembali mengusap rambut Shena. Dia tidak tahu kapan Shena akan sadar dan berhasil melalui ini semua.
Sayang, cepat bangun ya...
💞💞💞
Ini othor udah bangun tidur Sky... 😂😂
Like dan komen ya...