Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 35



"Sky!" Reynan segera menghampiri Sky yang terjatuh. Dia turun dari motor dan menegakkan motor Sky.


"Sky lo gak papa kan?" tanya Reynan sambil membantu Sky berdiri.


"Cuma kaki gue yang sakit," kata Sky sambil membungkukkan badannya.


"Lo kalau bawa motor yang bener!" teriak pengemudi motor yang seumuran dengan mereka berdua.


"Iya, iya, maaf. Teman gue mabuk," kata Reynan.


"Mabuk pakai bawa motor segala! Anak geng mana kalian?"


Reynan menahan tubuh Sky agar tidak terjatuh karena Sky semakin terlihat kesakitan.


"Bukan, kita bukan anak geng motor," jawab Reynan karena dia tidak ingin Sky mendapatkan masalah.


"Apa urusan lo! Memang kalau gue anak geng motor kenapa?" Bicara Sky semakin melantur.


Pria itu tersenyum miring. "Lo lihat motor gue, rusak! Lo mau tanggung jawab!"


"Berapa? Gue kasih buat lo. Kalau perlu ambil tuh motor gue."


"Sombong banget lo!" Kemudian pria itu melihat stiker geng langit di motor Sky. "Oo, jadi lo anak geng Langit. Pantesan sombong. Anak Langit memang terkenal kaya semua."


"Udah, udah." Reynan mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang satu juta. "Ini gue ada satu juta. Pasti cukup buat benerin motor lo."


"Oke, kelau begini beres." Pria itu mengambil uang satu juta dari tangan Reynan. "Nanti kalau masih kurang, gue cari lo ke basecamp langit."


Setelah pria itu pergi, Reynan membantu Sky menepi dan duduk di trotoar. Lalu dia menepikan motor Sky.


Sky semakin mendekap perutnya yang terasa panas dan sangat nyeri. Kemudian dia muntah di pinggir jalan itu.


"Sky! Mana hp lo biar gue hubungi Papa lo."


"Kenapa perut gue sakit banget."


"Lambung lo pernah luka. Lo itu gak boleh minum alkohol!" Reynan mengambil ponsel Sky di saku jaketnya lalu segera menghubungi Papanya.


Sky semakin meringkuk dan menekan perutnya. Terasa sangat sakit bagai tersayat.


"Sky, lo tahan dulu. Papa lo sebentar lagi datang." Reynan berusaha menahan tubuh Sky. Sky terlihat sangat pucat dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya.


"Ini yang terakhir gue minum. Gue gak mau lagi. Kalau gue mati, gue gak bisa tanggung jawab sama Shena." Kemudian Sky jatuh pingsan karena dia tidak sanggup menahan rasa sakit di perutnya.


Tepat saat mobil Papa Sky berhenti. Alex turun dari mobilnya dan menghampiri Sky. "Sky kenapa?"


"Sky mabuk dan dia habis terserempet motor juga."


"Sky gak boleh minum alkohol sama sekali karena lambungnya bisa luka lagi." Alex meraih tubuh Sky lalu membawanya masuk ke dalam mobil yang dibantu Reynan.


"Om, jangan marahi Sky. Dia seperti ini karena dia putus asa mendapat maaf dari Shena. Saya akan antar motor Sky ke rumah."


"Iya, terima kasih ya." Kemudian Alex kembali menaiki mobilnya dan beberapa saat kemudian mobil itu melaju menuju rumah sakit.


Malam hari itu, Shena tidak bisa tidur. Dia masih saja memikirkan Sky. "Gimana kalau Sky benar-benar pamit dan pergi dari hidup gue untuk selamanya. Kenapa sedari tadi gue mikirin Sky terus? Udahlah, biarin kalau dia pergi."


Shena menarik selimutnya dan berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa.


Baca surat dari Sky, biar kamu tahu bagaimana Sky yang sebenarnya.


Dia teringat kata-kata Ibunya, akhirnya Shena bangun. Lalu dia menggeser kursi dan mengambil kardus besar di atas lemari. Beberapa bunga asli yang diberikan Sky memang sudah dibuang Ibunya, tapi surat-surat dari Sky masih terlipat rapi setelah dibaca Ibunya di setiap harinya.


Shena mengambil acak satu surat dari sekitar tujuh puluh surat yang ada.


Shena, entah ini surat yang ke berapa, tapi aku tidak ada bosannya menulis surat ini untuk kamu dan meminta maaf. Shena, aku tidak pernah merasakan penyesalan dalam hidup aku, tapi apa yang aku rasakan saat ini benar-benar sebuah penyesalan yang sangat besar. Andai waktu bisa terulang, aku tidak akan lakukan itu sama kamu.


Andai semua bisa terulang kembali, lebih baik aku mengejar cinta kamu daripada harus mengejar kata maaf dari kamu...


Shena melipat kembali surat itu, dia mencari kotak yang berisi kuncir rambutnya seperti yang dikatakan Ibunya.


Semua surat yang Shena ambil secara acak itu selalu ada kata maaf dan penuh dengan kalimat manis, tapi Shena masih penasaran dengan satu kado yang berisi kuncir rambutnya.


Akhirnya dia menemukan satu kotak kecil yang dia cari. Dia membukanya dan benar saja kuncir rambut bentuk boneka berwarna pink itu memang miliknya.


Dia membuka surat itu dan membacanya dengan dada yang berdebar.


Shena, aku baru tahu kalau kamu adalah seorang gadis kecil yang pernah aku selamatkan di dua belas tahun yang lalu. Kamu tahu, aku sangat berharap bertemu lagi dengan kamu setelah itu. Karena selain ingin mengembalikan kuncir rambut ini, aku ingin mengenal kamu. Ya, gadis kecil yang imut dan lucu yang saat itu menangis ketakutan.


Sempat terpikir olehku, jika aku berhasil bertemu kamu lagi, aku ingin menghilangkan rasa trauma kamu pada air. Ya, kita memang dipertemukan lagi tapi justru aku menambah rasa trauma kamu.


Aku mohon, beri aku satu kesempatan agar aku bisa menghilangkan semua rasa trauma kamu. Aku ingin menggantikan rasa trauma kamu dengan cinta dan kasih sayang yang nyata.


Aku cinta kamu, Shena...


Air mata Shena menetes di pipinya karena terharu. Dia kembali melipat kertas itu lalu membaca semua surat dari Sky hingga malam menjelang pagi. Dia sama sekali tidak bisa tidur malam itu.


"Sky, apa mungkin besok kamu masih mau menemui aku?"


Shena kini mengambil buku diary yang sempat dia robek. Kertas itu memang dia buang ke tempat sampah, tapi ibunya mengambil lagi dan dijadikan satu di dalam kardus itu. Apa yang dikatakan Ibunya benar, pasti suatu hari Shena akan membuka semua pemberian Sky.


Shena kini duduk di meja belajarnya dan menggabung lagi kertas-kertas yang telah dia robek dengan solasi.


"Selesai..."


Shena menguap panjang lalu dia menempelkan kepalanya di atas meja dan tertidur.


.


💕💕💕


.


Like dan komen ya...