Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 45



Beberapa saat kemudian Shena membuka pintu kamar mandi itu. Seketika Sky menatapnya. Dia melebarkan kedua matanya melihat Shena yang berjalan ke arahnya dan hanya memakai suit underwear berwarna hitam yang sexy.


"Shena..."


Lekukan tubuh yang indah itu sangat terlihat menggoda dan membuat Sky terpaku beberapa saat. Jiwa lelakinya benar-benar diuji saat ini. Tapi tentu saja dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Dia mengambil bathrobe lalu memakaikannya di tubuh Shena.


"Kamu kok pakai ini?" Andai saja Shena sudah menjadi istri sahnya, dia ingin sekali menculiknya ke kamar.


Shena hanya menatap Sky. Ternyata ekspresi Sky tidak seperti yang dia bayangkan. "Kenapa? Kan bukan kolam renang umum."


"Tetap saja Shena, ada aku." Sky kini duduk di tepi kolam dan bermain air dengan kakinya. "Shena, aku memang bukan lelaki yang baik. Tapi saat aku sudah melakukan satu kesalahan, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi."


Senyum di bibir Shena seketika mengembang. Kemudian dia duduk di samping Sky.


"Kenapa lihat aku kayak gini?" tanya Sky saat mendapati tatapan dari Shena.


Shena menggelengkan kepalanya. "Aku pikir kamu cuma memandang perempuan hanya dari tubuhnya."


Sky tersenyum kecil. "Semua laki-laki sebenarnya seperti itu. Makanya kamu harus hati-hati dalam memilih baju."


Shena masih saja tersenyum kecil.


"Kamu beneran gak bawa baju ganti lagi?" tanya Sky.


Shena menggelengkan kepalanya. Belum cukup juga dia mengetes Sky.


"Kamu pakai kaos aku saja." Sky mengambil kaosnya lalu dia berikan pada Shena.


Kemudian Shena memakai kaos itu lalu membuka bathrobe nya.


Tubuh sexy dengan paha mulus itu jelas saja sangat menggoda Sky. Sky mengalihkan pandangannya dan menarik napas panjang. Sekelebat dia teringat dengan tubuh Shena yang pernah dia nikmati. Meskipun menjadi kenangan buruk pada Shena tapi hal itu menjadi kenangan manis untuk Sky.


Kemudian Sky masuk ke dalam kolam renang dan memberi contoh gerakan pada Shena.


Shena hanya tersenyum menatap Sky. Dia tidak mendengar apa yang dijelaskan Sky. Dia justru sibuk menenangkan detak jantungnya yang semakin kencang. Tubuh Sky yang begitu menggoda harusnya dia tutupi juga dengan kaos agar Shena bisa fokus.


"Shena, ayo turun!" Sky mengangkat kedua tangannya dan bersiap menangkap tubuh Shena.


Shena akhirnya turun dengan perlahan dan berpegangan pada lengan Sky. "Kolamnya dalam banget."


"250 cm."


Shena melihat ke bawah dan lagi-lagi dia merasa takut. Dia semakin memeluk tubuh Sky. "Aku takut."


"Shena, jangan takut. Pejamkan mata kamu, jangan lihat ke bawah."


Shena memejamkan matanya. Dia mengikuti gerakan Sky secara perlahan mengapung di atas air.


"Kamu harus yakin pada diri kamu sendiri. Yakin bahwa kamu tidak akan tenggelam. Sekarang buka mata kamu secara perlahan."


Perlahan Shena membuka kedua matanya.


"Gerakkan kaki kamu mengapung ke belakang. Secara teknik kamu bisa kan?"


Shena menganggukkan kepalanya karena memang dia sudah bisa berenang hanya saja phobia pada kedalaman air.


"Kamu gerakkan kaki dan tangan kamu, pelan-pelan aku lepas." Perlahan Sky melepas tangannya dari pinggang Shena.


"Kak Sky!" pekik Shena karena lagi-lagi dia merasakan takut yang berlebihan.


Seketika Sky menahan pinggang Shena dan memeluknya.


Kedua tangan Shena kini menyentuh dada bidang Sky. Dadanya semakin berdebar tak karuan. Dia menundukkan pandangannya dengan pipi yang memerah. "Kak Sky suruh aku pakai kaos tapi Kak Sky sendiri cuma pakai celana pendek."


"Kenapa? Cowok udah biasa bertelanjang dada."


Shena menggigit bibir bawahnya. Seperti yang dikatakan Sky tadi, wanita juga bisa tergoda tubuh sexy itu.


"Lanjut gak?" tanya Sky karena Shena hanya terdiam dalam pelukannya.


"Kamu bayangkan saja kalau air itu dangkal dan kamu bisa menyentuhnya dengan kaki," kata Sky dia kini melepas tangannya lalu bergerak mundur saat Shena mulai berenang.


"Iya, bagus. Pelan-pelan saja." Sesekali Sky memegangi Shena lalu melepasnya. "Hilangkan rasa takut kamu pasti sebentar lagi kamu bisa."


Shena menarik napas panjang lalu menepi dan berpegangan di dinding kolam renang. "Ini satu kemajuan. Aku biasanya gak pernah sampai berenang kalau berada di kolam yang dalam."


"Iya, pelan-pelan saja. Pasti rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya." Sky keluar dari kolam terlebih dahulu lalu membantu Shena naik.


Mereka kini duduk di kursi santai setelah memakai bathrobe.


"Kamu minum dulu." Sky mengambilkan Shena segelas jus jeruk yang telah tersedia di meja kecil dekat kursinya.


"Makasih." Shena segera meminum jus jeruk itu hingga habis karena dia sangat haus.


"Nanti setelah beberapa kali latihan, kamu pasti akan bisa sendiri."


Shena menganggukkan kepalanya. "Kamu benar-benar ahli ya. Cocok jadi pelatih."


Sky hanya tersenyum lalu meletakkan kembali gelas yang telah kosong. "Aku belum menaklukkan semua pertandingan. Aku juga belum sampai ke kanca internasional."


"Kapan ada pertandingan lagi?"


"Satu bulan lagi. Semoga saja aku terus lolos agar tahun depan bisa masuk menjadi peserta FINA."


"Wah, piala dunia renang. Tahun depan dimana tuan rumahnya?"


"Di Jepang."


"Aku mau lihat. Pasti seru."


"Iya, kalau aku lolos, kamu pasti akan aku ajak." Sky mengusap rambut Shena yang basah. "Kalau udah, sekarang kamu basuh badan kamu lalu ganti baju. Nanti aku pinjamkan hair dryer punya Mama."


Shena tersenyum menatap Sky. "Aku sayang kamu," kata Shena dengan cepat lalu dia berdiri dan melangkah jenjang menuju kamar mandi.


Sky segera menyusul langkah Shena lalu menarik tangan Shena yang membuat Shena kini jatuh ke dalam pelukannya.


Sky tersenyum dan menatap Shena. "Aku juga sayang kamu. Kalau begitu kapan menikah?"


Pipi Shena terasa panas mendapat tatapan dalam dari Sky. "Aku masih sekolah."


"Oke, aku akan tunggu sampai kamu lulus."


"Aku masih mau kuliah."


"Gak papa, aku bisa tunggu kamu sampai lulus kuliah." Tangan Sky kini mengusap lembut pipi Shena.


Dada Shena semakin berdetak tak karuan. Ternyata Sky memang sangat manis. "Hmm, aku..."


"Aku akan menunggu selama apapun itu." Sky memotong kalimat Shena. Dia pasti akan bersabar menunggu Shena.


Kemudian mereka saling bertatapan dan tersenyum. Hubungan yang berasal dari dendam dan kebencian, sekarang berakhir dengan cinta dan kasih sayang.


Perlahan kedua wajah itu saling mendekat, dan...


.


💕💕💕


.


🤣🤣🤣


.


Like dan komen ya..