Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 65



Shena menghentikan motornya di depan rumahnya. Dia kini turun dan melepas helmnya. Dia melihat ada mobil orang tua Sky dan juga dua mobil lain yang berada di pinggir jalan, yang tak lain adalah milik orang tua Reynan dan orang tua Vicky.


"Ada apa ramai banget di rumah?" Shena kini masuk ke dalam rumahnya. Dia tersenyum kaku saat mendapat tatapan dari kedua orang tua Sky. Kemudian dia bersalaman dengan kedua orang tua Sky.


"Shena, akhirnya sampai rumah juga."


"Shena, lama banget. Ditungguin kita semua," kata Naya setelah meletakkan minuman di atas meja.


"Iya, tadi ngobrol sebentar sama Kak Vicky. Ada apa kok ramai?" Kemudian dia melirik Sky yang sangat rapi dengan jas hitamnya. Dia mempunyai firasat buruk kali ini. Eh, bukan maksudnya firasat baik. Sepertinya dia akan segera dinikahkan hari itu. Karena tidak mungkin keluarganya berkumpul jika tidak ada acara yang penting.


"Hari ini adalah hari pernikahan kamu."


"Hah?" Shena sangat terkejut, benar sekali dugaannya. Dia benar-benar tidak tahu tentang ini. Kemudian dia duduk dengan lemas di kursi karena detak jantungnya tiba-tiba saja menjadi cepat. "Kok mendadak sekali. Gak bilang sama aku."


"Kan kamu sudah setuju, dan ujian kamu juga sudah selesai," kata Naya yang kini duduk di samping putrinya.


"Shena, status kamu harus diubah dulu baru buat paspor. Kemarin kan Ayah minta kamu foto untuk paspor, tidak jadi dan backgroundnya Ayah ubah untuk mengurus di KUA, karena setelah kamu menikah otomatis status di ktp kamu akan ganti. Makanya Ayah ambil opsi menikahkan kamu dulu biar sekalian data-data kamu berubah," jelas Arsen.


"Tapi kenapa gak bilang sama Shena dulu?"


Arsen menunjuk Sky karena kejutan ini memang rencana Sky.


"Ih, Kak Sky." Shena menggembungka pipinya. Sky memang penuh kejutan untuknya.


"Shena, maaf ya. Kali ini sedikit aku paksa. Jangan ditolak ya," kata Sky sambil menyunggingkan senyumnya.


Akhirnya Shena menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.


"Ya sudah, sekarang kita makan siang bersama terlebih dahulu. Nanti kamu siap-siap, Ibu bantu ada aunty Laras dan aunty Rani juga." Kemudian Naya menggandeng lengan putrinya menuju kamar. "Nanti akad nikahnya jam tiga."


"Bu, Shena deg-deg an banget." Shena kini duduk di tepi ranjang dan menatap kebaya putih yang sudah tergantung di lemarinya.


"Kamu tenang aja, semua pasti lancar. Kamu tinggal duduk di sebelah Sky saja." Naya kini duduk di sebelah putrinya sambil memeluknya dari samping.


"Ibu dulu waktu menikah sama Ayah gimana perasaan Ibu?" tanya Shena.


"Kesal." Naya tersenyum mengingat kenangannya dulu karena dulu dia memang terpaksa menikah dengan Arsen.


"Kesal?" Shena mengernyitkan dahinya. Dia memang sudah tahu jika kedua orang tuanya menikah muda, tapi dia kira mereka sudah saling mnecintai dan menikah dengan senang hati.


Naya menganggukkan kepalanya. "Iya, karena dulu Ibu belum cinta sama Ayah. Ibu juga belum siap menikah tapi setelah Ibu menjalaninya sama Ayah, Ibu mulai jatuh cinta sama Ayah. Kondisinya beda sama kamu. Kamu dan Sky sudah saling mencintai, jadi pasti lebih indah."


Shena mengeratkan pelukannya pada Ibunya. "Apa Shena bisa seperti Ibu?"


"Pasti bisa sayang."


"Nanti aku mau tinggal di sini dulu ya, Bu."


"Iya, terserah kamu. Tapi kamu juga harus mengikuti keinginan Sky. Mulai nanti, dia sudah menjadi suami kamu."


Shena mengangguk pelan. Membayangkan itu semua dadanya semakin berdebar tak karuan.


"Mila, kamu sudah tahu kalau hari ini Sky dan Shena akan menikah?" tanya Ferdi saat mereka sedang duduk di taman siang hari itu.


"Menikah? Hari ini? Shena kok gak bilang sama aku." Mila juga terkejut mendengar berita itu.


"Iya. Shena juga gak tahu. Biasalah Sky suka buat kejutan. Tinggal tiga minggu lagi mereka akan ke Jepang, makanya mereka buru-buru menikah." Ferdi kini menyandarkan dirinya sambil menatap birunya langit siang hari itu. "Iri banget dengan hubungan mereka."


"Kenapa iri? Emang Kak Ferdi gak bisa seperti mereka?"


Seketika Ferdi menegakkan dirinya dan menatap Mila. "Kamu sendiri bisa gak?"


"Aku..."


"Jujur saja, awalnya aku memang coba-coba pacaran sama kamu. Ya, dulu hanya sebatas suka tapi semakin ke sini aku semakin cinta sama kamu. Kita sudah hampir setahun jalan. Kita sudah sering menghabiskan waktu berdua, apa kamu belum juga bisa menerima aku di hati kami?"


Mila terdiam dan menundukkan pandangannya. "Beri aku sedikit waktu untuk membuktikan perasaanku ini, tapi yang jelas aku gak mau kita putus." Mila bergelayut di lengan Ferdi dengan manja. Dia sudah sangat nyaman dengan Ferdi. Meski terkadang tingkahnya absurd, tapi Ferdi adalah orang yang sangat sabar dan penyayang.


"Oke, aku sudah bilang sama kamu. Aku akan menunggu kamu sampai kapanpun. Kita ke acaranya duo S yuk! Siapa tahu kita cepat ketularan."


Mila tertawa mendengar kalimat Ferdi. "Ketularan? Memang sudah siap nikah?"


"Ya belum. Aku gak se-kaya Sky. Butuh usaha keras untuk ngumpulin modal nikah."


"Ya udah, antar dulu ke rumah. Aku mau ganti baju dulu."


"Oke." Kemudian mereka berdua berdiri dan berjalan menuju tempat parkir.


"Enaknya dikasih apa ya mereka berdua?" tanya Mila sambil berjalan dengan Ferdi.


"Do'a aja yang terbaik, udah cukup."


"Gak modal banget. Tapi aku juga lagi bokek sih."


"Kalau mau kasih kado bisa kapan-kapan. Mereka juga belum adain resepsi. Anak pengusaha kaya raya gak mungkin gak ada pesta."


"Iya, kamu benar juga. Ya udah kali ini bawa do'a aja." Kemudian Mila naik ke boncengan Ferdi.


"Pegangan." Ferdi menarik tangan Mila ke pinggangnya. Beberapa saat kemudian motor Ferdi mulai melaju menuju rumah Mila.


Mila masih tersenyum sambil menempelkan dagunya di bahu Ferdi.


Kak Ferdi, aku ingin tetap seperti ini. Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta sama Kak Ferdi.


💞💞💞


Like dan komen ya...


Tuh, akhirnya duo S nikah juga.. 🤭