Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 113



Hampir semalaman Sky tidak bisa tidur memikirkan kondisi si kembar. Setelah acara perpisahan dengan warga sekitar selesai, buru-buru Sky mengemasi barangnya dan dia akan pulang hari itu juga.


"Sky, yakin pulang hari ini? Nanti lo sampai rumah malam banget."


"Gak papa. Gue kan bawa mobil sendiri. Sorry ya, gue gak bisa antar kalian pulang."


"Iya, kita besok bisa naik bus. Semoga anak lo cepat sembuh."


"Thanks ya." Sky membawa tasnya keluar lalu dia masuk ke dalam mobil.


Tiba-tiba saja Arnav memasukkan tasnya juga ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. "Biar gue aja yang nyetir. Pikiran lo lagi kacau, gue gak mau lo ngebut di jalan dan terjadi apa-apa sama lo."


Sky akhirnya duduk di sebelah Arnav. Hari sudah sore dan mulai gelap. Perjalanan akan memakan waktu hingga 5 jam.


"Lo semalam gak tidur?" tanya Arnav yang sudah melajukan mobil itu.


Sky hanya menopang dagunya sambil menatap jalanan yang tidak terlalu ramai itu. "Gimana aku bisa tidur, kalau si kembar sakit. Aku juga mikirin Shena, pasti dia capek banget mengurus si kembar. Cukup sekali ini saja aku ninggalin mereka lama."


Sepanjang perjalanan Sky terus memikirkan keluarga kecilnya. Rasa kantuk itu seolah hilang dari dirinya sejak semalam sampai saat itu.


Setelah perjalanan yang cukup lama, Arnav menghentikan mobil Sky di depan rumah sakit.


"Thanks, kalau Kak Arnav langsung pulang bawa aja mobil aku. Ini udah larut malam," kata Sky sambil melepas sit bealtnya.


"Mobil lo biar di sini. Biar gue pesan grab aja."


Mereka berdua keluar dari mobil. Setelah mengambil kunci mobilnya, Sky segera berlari masuk ke dalam rumah sakit. Dia langsung menuju ruang rawat VIP dimana si kembar dirawat.


Setelah masuk ke dalam ruangan itu, ada Mamanya yang tidur di sofa dan Shena yang sedang menelungkupkan kepalanya di samping brankar si kembar.


"Sayang." Sky duduk di samping Shena lalu meraih badan Shena agar bersandar di dadanya.


"Kak Sky, kok sudah pulang?" Shena semakin mengeratkan pelukannya. Pelukan itu yang sangat dia butuhkan akhir-akhir ini. Baru dia kini bisa menangis di dada Sky. Rasa lelah dan khawatir bercampur menjadi satu.


"Aku tahu kamu lelah. Aku udah pulang, kamu tidur saja." Sky mengusap punggung Shena.


"Maafin aku. Aku gak bisa jaga mereka berdua."


Shena menggelengkan kepalanya. Dia semakin memeluk Sky dengan erat untuk menghilangkan rasa penat di dirinya.


Satu tangan Sky menyentuh kening Ares lalu Ara. "Suhu badannya sudah normal."


Seketika Shena melepas pelukannya dan menyentuh tengkuk leher Ares lalu Ara. "Iya, demamnya udah turun. Tadi siang sempat tinggi lagi. Syukurlah. Mereka benar-benar kangen sama Papanya."


Beberapa saat kemudian si kembar membuka matanya. Mereka tersenyum melihat papanya yang sudah ada di samping mereka.


"Papa..."


"Sayang..." Sky melepas jaketnya lalu dia mendekat dan memeluk mereka berdua. "Kangen sama Papa?"


"Papa.."


"Iya, iya, Papa gak akan ninggalin kalian lama lagi ya."


Mereka berdua menarik Sky agar naik ke atas brankar. Sky akhirnya naik ke atas brankar. Antares tidur tengkurap


di atas tubuh Sky sedangkan Adara berada di atas lengan Sky.


"Kalian berdua kangen sama Papa. Ya udah kalian tidur sama Papa ya. Besok harus sudah sehat dan makan yang banyak." Shena tersenyum melihat mereka berdua yang akhirnya tertidur lagi dalam dekapan Sky.


"Sayang, kamu tidur juga. Di sebelah aku sini masih bisa."


Shena akhirnya merebahkan dirinya di samping Sky. Dua brankar yang menjadi satu itu cukup luas untuk Shena dan Sky. Seperti si kembar yang tidur dengan nyenyak, Shena malam itu juga bisa tidur dengan nyenyak.


Kalian adalah harta yang paling berharga buat aku. Shena, Ares, dan Ara, apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan kalian bertiga...


💞💞💞


Arion udah rilis ya. Dibaca yuk!