Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 28



Semua bersorak saat Sky berhasil menjadi juara pertama dipertandingan itu. Dia tersenyum sambil melihat medali pertama yang tergantung di lehernya setelah vakum dua tahun.


Ini langkah awal aku untuk meraih impian aku lagi.


Sedangkan Vicky menjadi juara dua. Dia sangat kesal, mengapa dia bisa kalah dari Sky. Tanpa menunggu acara tuntas, Vicky pulang terlebih dahulu.


"Sky, selamat." Pak Remon menjabat tangan Sky. "Saya sangat yakin dengan kemampuan kamu. Selamat berjuang lagi di pertandingan selanjutnya."


"Terima kasih, Pak." Kemudian Sky menuju ruang ganti. Setelah berganti pakaian dan memakai jaketnya, dia keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju tempat parkir.


Di pintu keluar, dia melihat segerumbulan teman perempuan di sekolah Shena dan teman perempuan di sekolahnya sedang bergosip.


"Emang benar si Shena itu ceweknya Sky?"


"Kita juga gak tahu. Gue dengar kemarin Shena masuk rumah sakit karena pendarahan. Dia hamil sama Sky."


"Selama ini kita gak pernah lihat Sky dekat sama cewek di sekolah. Dia bukan playboy."


"Itu sih Shenanya aja yang kegatelan pakai alibi diperkosa Sky."


Sky mengepalkan tangannya lalu memukul pintu besi itu dengan keras. "Apa kalian bilang!"


Seketika mereka semua terdiam.


"Kalian sama-sama cewek, mengapa ngerendahin Shena. Coba kalian pikir, gimana perasaan Shena sekarang!"


"Tapi emang bener lo ada hubungan sama Shena sampai Shena hamil dan keguguran?" tanya salah satu teman sekolah Sky.


"Ada ataupun gak ada hubungan sama Shena, itu semua bukan urusan kalian! Gue gak mau lagi dengar kalian bergosip tentang Shena, yang harusnya kalian salahin, kalian hina, kalian maki, itu gue, bukan Shena!" Sky memukul lagi pintu itu lalu dia berjalan jenjang menuju tempat parkir. Dia mencari kunci motornya di dalam tas tapi tidak ada lalu mencari di saku celana dan saku jaket tapi juga tidak ada.


"Shits! Kunci gue dimana lagi!" Sky kembali masuk ke dalam GOR dan mencari kunci motornya. Dia mencari di dalam loker tapi tidak ada lalu di lantai dan di bawah meja tapi tidak ada juga. Sampai tempat itu sepi, dia belum menemukan kunci motornya.


Akhirnya Sky duduk di tangga karena merasa lelah mencari kuncinya. Dia mencoba mencari lagi di dalam tas selempangnya. "Astaga, dari tadi nyelip di bawah. Gue cariin sampai pusing."


Sky berdiri dan turun dari tangga tapi dia mendengar suara perempuan menangis. Sky menghentikan langkahnya dan mencari suara tangisan itu.


"Gue gak pernah godain Sky. Ini bukan salah gue. Mengapa mereka terus menuduh gue yang bukan-bukan," gumam Shena lirih di tengah isak tangisnya.


Sky berdiri mematung melihat Shena yang sedang menangis seorang diri di bawah tangga sambil mendekap kakinya sendiri.


Seketika hatinya hancur melihat Shena sekarang. Andai waktu bisa berputar kembali dia tidak mungkin melakukan itu pada Shena dan menghancurkan hidupnya seperti ini.


"Gue gak pernah deketin Sky. Gue gak pernah godain Sky." Shena terus mengucapkan kalimat yang sama berulang kali.


"Shena." Sky berjongkok dan memeluk tubuh Shena yang bergetar. "Maafin aku Shena. Maafin aku..."


"Shena, aku..."


Shena semakin menangis. Air mata itu mengalir dengan deras di pipinya. "Mereka semua menganggap gue cewek murahan, cewek kotor, udah gak ada lagi harga dirinya! Kenapa lo gak bunuh gue aja sekalian!"


Lagi, hati Sky semakin hancur melihat Shena yang menangis seperti ini. Apa yang harus dia lakukan? "Shena, aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab atas hidup kamu."


"Dengan cara apa? Lo gak akan bisa hilangkan pikiran buruk mereka tentang gue. Lo cowok, lo masih bisa meraih impian lo! Sedangkan gue, sampai kapanpun gue akan dipandang rendah dan kotor." Shena membalikkan badannya dan berlari menuju area kolam renang.


"Shena, tenangin diri kamu. Aku pasti akan bertanggung jawab sama kamu." Sky berlari mengikuti Shena.


Shena berhenti di pinggir kolam. Melihat kedalaman air itu seolah menarik tubuhnya untuk jatuh.


"Shena..." Sky semakin mendekat, sedangkan Shena kini justru menceburkan dirinya ke kolam. "Shena!" Sky melepas jaketnya saat melihat Shena hampir tenggelam.


Sky melompat ke kolam lalu meraih tubuh Shena dan membawanya ke tepian. Dia naik ke dinding kolam sambil menarik tubuh Shena yang sudah melemas.


"Shena!" Sky menepuk punggung Shena saat Shena terbatuk mengeluarkan air yang sempat terhirup.


Tiba-tiba ingatan Sky melayang jauh ke masa lalu. Saat ada seorang gadis kecil yang terjatuh ke kolam dan dia dengan cepat menolongnya. Shena! Teriakan itu kembali terngiang di telinganya. Dia segera berenang mendekat dan menahan tubuh gadis kecil itu lalu membawanya menepi.


"Shena?" Sky kini menatap Shena yang sedang mengatur napasnya yang terlihat sesak dan menatap takut pada kolam renang.


"Kenapa lo tolong gue, harusnya lo biarin aja gue tenggelam dan mati!" teriak Shena setelah tersadar dan mengalihkan pandangannya dari kolam.


Seketika Sky memeluk Shena meskipun Shena berusaha menolak pelukannya. Dia tidak akan membiarkan Shena berbuat nekad lagi. Setelah lelah memberontak akhirnya Shena hanya menangis dalam dekapannya.


Putri saya phobia sama kedalaman air. Sekali lagi terima kasih kamu sudah menolongnya.


Sky teringat lagi, saat dia akan pulang dari taman hiburan itu, dia bertemu lagi dengan Ayahnya Shena dan bercerita tentang phobia Shena. Mengapa dia baru mengingat semua itu setelah kejadian serupa yang dialami Shena sekarang?


"Shena, apa kamu tidak merasa deja vu dengan kejadian ini? Kita dulu pernah bertemu, mungkin kamu tidak mengingatku. Tapi aku baru saja mengingatnya, kalau kamu adalah gadis kecil yang pernah aku tolong di kolam renang taman hiburan. Kamu terjatuh ke dalam kolam dan hampir tenggelam karena kamu takut dengan kedalaman air."


Seketika Shena menatap Sky. Dia mendorong Sky agar melepas pelukannya. Kemudian dia berdiri dan menjauh dari Sky. "Gak mungkin!"


.


💕💕💕


.


Like dan komen ya... 😌