
Reynan tercengang menatap video yang ada di ponsel Fadli. Akhirnya dia menemukan satu bukti penting yang telah membuat Sky salah paham pada Arnav. "Darimana lo dapat video ini?" tanya Reynan. Saat ini dia dan Fadli berada di belakang sekolah sebelum bel masuk berbunyi.
"Waktu itu gue ada di salah satu gudang di sana untuk menjemput Ayah. Gak sengaja gue lihat Rafka dan lainnya cegat dua orang. Langsung gue rekam kejadiannya sambil bersembunyi dan parahnya lagi Rafka justru menuduh pria yang membonceng korban."
"Akhirnya gue nemuin bukti ini. Cowok yang ada di video ini adalah Arnav, dia dituduh sama Rafka telah membunuh Gala. Gala saudara kembar Sky dan Sky percaya begitu saja dengan Rafka." Reynan mengirim video itu ke ponselnya. Dia pastikan semua akan terbongkar hari itu juga di hadapan semua orang "Thanks, lo udah kasih tahu video ini."
"Sebenarnya gue ragu mau kasih tahu ini sama lo. Gue takut lo justru membela mereka karena gue sempat dengar rumor kalau lo juga bergabung dengan geng motor. Makanya gue mikir-mikir dulu sampai beberapa minggu ini."
"Gak papa, yang penting sekarang lo udah kasih gue. Gue pastiin mereka berempat akan langsung dikeluarkan dari sekolah dan masuk penjara."
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kelas saat bel masuk telah berbunyi.
Selama pelajaran berlangsung, Sky sama sekali tidak konsentrasi. Dia terus memikirkan Shena. Terkadang sempat terselip rasa bersalah di hatinya.
Hingga beberapa jam telah berlalu saat Reynan disuruh Pak Guru untuk menyiapkan proyektor agar detail gambar yang dijelaskan lebih jelas di depan kelas dengan layar yang lebar.
Sesuai prediksi Reynan, inilah saatnya dia membuka sebuah rahasia besar di depan semua temannya, termasuk Sky.
Diam-diam Reynan justru menghubungkan ponselnya dengan proyektor itu lalu memutar video amatir yang direkam Fadli.
Suara deru motor terdengar keras, terlihat Rafka, Zaki, Rio, dan Yasa sedang mengitari Arnav dan Gala dengan motor mereka.
Melihat hal itu seketika Sky berdiri. "Darimana video itu?"
"Rey, kamu putar video apa?" tanya Pak Zainal.
Tapi Reynan justru berdiri di ambang pintu karena sepertinya Rafka dan teman lainnya akan kabur. "Biar mereka semua tahu bahwa dikelas kita ada komplotan pembunuh!" kata Reynan dengan keras.
Sky semakin mengepalkan tangannya saat melihat dengan jelas bahwa yang menabrak Gala adalah Rafka. Dia juga melihat Arnav yang berusaha menolong Gala tapi keempat temannya itu justru menghalangi. Hingga akhirnya Arnav dan Vicky pergi karena Rafka dan Zaki juga akan menabrak mereka.
"Breng sek kalian semua!" Sky menyergap Rafka dan langsung memukulinya. "Kalian kenapa bohong sama gue!" Sky mengamuk dan memukuli Rafka tanpa ampun lalu dia berganti memukul Zaki. "Gue percaya sama kalian karena kita sahabat, ternyata kalian pembunuh!" Betapa hancur hati Sky saat tahu kenyataan ini. Dia sudah salah balas dendam pada Shena. Lalu bagaimana kondisi Shena sekarang?
"Sky, berhenti!" Pak Zainal menahan Sky yang menghajar teman-temannya membabi buta.
Reynan sudah memanggil satpam dan guru lainnya juga untuk memproses masalah Rafka. Mereka berempat telah ditahan dan tidak bisa kabur.
"Biarkan saya menghajar mereka, Pak. Mereka pembunuh saudara saya." Sky berusaha memberontak. Dia belum puas menghajar teman-temannya yang telah berkhianat itu.
"Biar mereka dihukum oleh pihak berwajib, kalau kamu terus menghajar mereka nanti nama kamu juga ikut terseret."
Sky akhirnya terdiam. Dia kini duduk di lantai sambil mengatur napasnya. Dia teringat lagi pada Shena. "Shena!" Seketika Sky berdiri dan mengambil tasnya. "Rey, gue minta tolong sama lo, jangan biarkan mereka semua kabur. Gue akan hubungi Papa untuk mengurus masalah mereka."
"Lo mau kemana?" tanya Reynan.
Sky sudah tidak menggubris pertanyaan Reynan. Dia menghubungi Papanya sambil berjalan jenjang menuju tempat parkir.
Setelah sampai di tempat parkir, dia mencoba menghubungi nomor Shena tapi tidak aktif.
Gue harus pastikan kondisi Shena. Semoga belum terlambat.
Sky menaiki motornya lalu dia melajukan motornya menuju gerbang. Untunglah tidak ada yang mencegatnya karena semua satpam sedang menahan Rafka dan ketiga teman lainnya.
Sky kini melajukan motornya dengan kencang menuju sekolah Shena.
...***...
"Ar, Shena kenapa gak masuk?" tanya Vicky saat jam istirahat pertama waktu itu.
"Gak masuk? Dia berangkat pagi banget jam enam, katanya ke rumah Mila dulu."
Mila yang juga berada di dekat Arnav seketika mengernyitkan dahinya karena tidak biasanya Shena bolos seperti ini. "Shena gak ke rumah aku, Kak. Dari tadi aku chat, WA-nya juga gak aktif."
"Lo mau kemana?"
"Cari Shena."
Arnav melangkah jenjang menuju tempat parkir. "Pakai alasan apa biar gue boleh keluar?" Dia berhenti di dekat motornya sambil melihat satpam yang sedang berdiri di dekat gerbang.
"Lo mau cari Shena?" tanya Vicky yang mengikuti Arnav.
Arnav menganggukkan kepalanya. "Shena gak pernah bolos, pasti dia menemui Sky."
"Ada perlu apa Shena menemui Sky?"
Beberapa saat kemudian, Arnav dan Sky saling menatap. "Jangan-jangan Shena minta pertanggung jawaban sama Sky."
"Gawat Ar, jangan sampai Sky berbuat nekad pada Shena."
Mereka berdua naik ke atas motor lalu berhenti di dekat Pak Satpam. Mereka menggunakan berbagai alasan agar bisa keluar tapi mereka masih saja tertahan di tempat itu.
Beberapa saat kemudian Sky datang. Dia menghentikan motornya dan turun. "Gue mau ketemu sama Shena."
Arnav dan Vicky menatap tajam Sky. "Mencari Shena, justru kita yang harusnya tanya sama lo, dimana Shena!"
"Jadi Shena gak ke sekolah." Sky kembali menaiki motornya.
"Sky tunggu!" Arnav akhirnya membuka paksa gerbang itu. "Pak, saya mohon sekali ini saja. Ini menyangkut nyawa adik saya."
"Ya sudah, tapi kalau sampai ketahuan kalian akan kena hukuman." Pak Satpam itu akhirnya membuka gerbang untuk Arnav dan Vicky.
"Iya, Pak. Terima kasih."
Arnav menghampiri Sky dengan sepeda motornya. "Apa tadi pagi Shena nemuin lo?"
Sky menatap Arnav. Dia akui, dia salah sudah menuduh Arnav dan membuat hidup Shena hancur seperti ini. "Iya."
"Kemana dia sekarang?"
Sky menggelengkan kepalanya.
"Ngapain dia nemuin lo? Apa Shena minta pertanggung jawaban sama lo?" Arnav menarik jaket Sky.
Sky hanya mengangguk pelan.
Kemudian Arnav memukul pipi Sky dengan keras. "Lalu dimana dia sekarang!"
"Gue gak tahu! Kalau gue tahu, gue gak akan cari ke sini!"
Arnav melepas sergapannya. "Kalau terjadi apa-apa sama Shena, lo habis sama gue!" Kemudian Arnav melajukan motornga dan mulai mencari Shena. Dia dan Vicky berpencar.
Sky juga mulai melajukan motornya pelan. Dia tidak tahu dimana Shena sekarang berada.
Shena lo dimana?
.
💕💕💕
Like dan komen ya...