
Sky memakai jaketnya lalu keluar dari rumahnya. Hari itu akan dia akhiri semua sandiwaranya. Dia akan membalas semua perbuatan Arnav lewat Shena. Dia sudah berhasil mengajak Shena keluar bersamanya, hanya berdua saja.
Sky melajukan motornya menuju rumah Shena, tentu saja dia masih menyamar sebagai Gala untuk yang terakhir kalinya. Beberapa saat kemudian dia sudah menghentikan motornya di depan rumah Shena.
Shena tersenyum menatap Sky. Lalu dia berjalan mendekat. "Ibu sama Ayah sedang ada acara. Kalau Kak Arnav lagi sunmori. Kita langsung berangkat saja."
Sky terpaku sesaat melihat Shena. Dress floral selutut yang dipakai Shena dengan rambut yang digerai, Shena terlihat sangat cantik. Buru-buru Sky mengalihkan pandangannya, sebelum dia berubah pikiran dengan rencananya.
"Ya udah ayo naik."
Shena memakai helmnya lalu naik ke boncengan Sky. Beberapa saat kemudian Sky melajukan motornya.
"Kita mau kemana?" tanya Shena karena taman dan mall sudah terlewat.
"Ke suatu tempat," jawab Sky. Sky terus melajukan motornya melewati jalanan yang sepi lalu dia menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang kosong.
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Shena tak mengerti.
Sky hanya tersenyum miring lalu dia melepas helmnya dan menarik tangan Shena agar masuk ke dalam rumah kosong itu.
"Kak Gala, kenapa bawa aku ke tempat ini?" Shena mulai ketakutan.
Sky menutup pintu rumah itu lalu dia menahan tubuh Shena di tembok.
"Kak Gala mau apa?" Shena menatap takut pada Sky. Dia berusaha melepas tangan Sky tapi Sky semakin menghimpitnya.
Sky tersenyum miring lalu melepas kacamata dan membuangnya. "Gala?" Dia mengacak rambutnya dan membuka perban di dahinya. "Gala udah mati, dan Kakak lo pembunuhnya!"
Shena melebarkan kedua matanya. "Maksudnya apa?" Shena berusaha menyingkirkan kedua tangan Sky yang mengungkungnya di tembok.
"Gala itu saudara kembar gue dan Kakak lo udah menabraknya sampai mati."
"Gak mungkin! Kak Arnav gak mungkin lakuin itu. Kak Gala cuma nge-prank aku kan? Selama ini Kak Gala gak punya saudara kembar."
"Iya, kalian semua gak ada yang tahu, kalau gue adalah Sky, saudara kembar Gala. Sky musuh kakak lo." Sky semakin menyeringai dan menatap tajam kedua mata Shena.
Shena semakin ketakutan, dia berusaha melepas dirinya dari Sky, bahkan tendangan kakinya sama sekali tidak membuat Sky mundur. "Lo mau apa? Kalau memang Kak Arnav salah, harusnya lo bilang sama Kak Arnav!"
"Gue udah kehilangan adik kembar gue? Jadi gue akan hancurin lo biar Arnav juga merasakan gimana sakitnya kehilangan."
Shena semakin menatap tajam Sky. "Lo mau bunuh gue!"
"Gak perlu. Gue akan ambil sesuatu yang paling berharga agar lo hancur dengan sendirinya." Sky mencekal kedua tangan Shena dan semakin menghimpitnya.
"Nggak! Lepasin!" Shena semakin memberontak. Dia akan menendang lagi tapi kedua kakinya sudah ditahan Sky. "Lepasin!"
Sky mendekatkan dirinya dan mengendus leher Shena. Cewek ini benar-benar menggoda.
Sky mengambil slayernya lalu mengikat kedua tangan Shena di atas kepala.
"Lepasin!" Shena semakin memberontak hingga membuatnya terjatuh di lantai. Dia akan kabur tapi Sky kembali menarik tubuhnya. "Gue mohon, jangan..." Kedua mata Shena sudah mengembun. Tubuhnya bergetar ketakutan. Dia sudah kehabisan tenaga untuk melawan Sky.
Sky melepas ikat pinggangnya lalu menurunkan resleting celananya. Kemudian dia kembali menghimpit tubuh Shena.
"Jangan lakuin ini!" Shena kembali memberontak saat Sky mulai menjamah tubuhnya, bahkan tangan Sky sudah berhasil menurunkan celana pendeknya. "Jangan!"
"Lepasin!" Shena semakin terisak. Semua tenaga yang dia kerahkan melawan Sky sama sekali tidak berefek. "Jangan lakuin ini!" Suara Shena semakin bergetar saat dia merasakan ada sesuatu yang menggesek intinya.
"Ini semua karena ulah kakak lo! Gue harus membalas apa yang dilakukan kakak lo sama Gala." Sky menghentakkan dirinya dengan kuat hingga akhirnya dia berhasil memasuki Shena dengan paksa.
"Aww, sakit! Jangan!" Kedua tangan yang terikat itu tidak bisa memukul Sky bahkan kedua kakinya sudah tidak bisa menendang lagi.
Sky mulai menikmati tubuh Shena. Dia menggerakkan pinggulnya hingga hasratnya semakin menggebu.
Ini baru pertama kali gue rasain, ternyata rasanya senikmat ini.
Sky semakin menindih Shena. "Jangan menangis."
"Kenapa lo gak bunuh gue aja!"
Sky tersenyum miring. "Karena lo sangat sayang sekali dilewatkan." Sky menurunkan dress Shena hingga dada itu telihat. "Sexy." Bibir Sky kini menyesapi dada Shena. Gerakannya semakin cepat dan tak terkontrol.
"Udah, lepasin! Sakit!" Rasa sakit semakin terasa karena Sky menghujamnya dengan cepat dan tanpa jeda, bahkan sepertinya Sky sudah keluar satu kali tapi masih dia lanjut lagi.
Shena hanya bisa terisak. Hidupnya kini telah hancur, rasanya dia ingin pergi saja dari dunia ini.
Setelah puas, Sky melepas dirinya. Lalu dia membenarkan celana dan tersenyum puas menatap Shena. Kemudian dia melepas slayernya dan mengelap darah yang telah bercampur dengan cairan lainnya di pa ha Shena.
Shena menekan perut bagian bawahnya yang terasa sakit saat bangun lalu dia menampar dan mendorong Sky. "Breng sek lo!" teriak Shena.
"Breng sek? Iya! Gue memang breng sek! Tapi gue bukan pembunuh kayak kakak lo!"
Shena segera memakai pakaiannya lagi sambil menangis. Lalu dia membawa tasnya dan berlari keluar dari rumah itu. Dia tahan rasa sakit di tubuhnya sambil berjalan cepat di pinggir jalan.
"Ayo, gue antar pulang!" Sky menghentikan motornya di dekat Shena.
"Gak perlu!" Shena menepis tangan Sky.
"Ya udah, terserah lo. Salam buat kakak lo!" Kemudian Sky melajukan motornya meninggalkan Shena.
Shena mengusap air matanya yang belum juga surut, lalu dia duduk di pinggir jalan karena rasanya dia sudah tidak sanggup untuk melangkah. Dia kini mengambil ponselnya dan menghubungi Arnav.
"Kak, jemput aku. Aku sharelok ya..." kata Shena dengan isak tangis yang kembali pecah. "Aku..."
Terdengar suara panik Arnav di ujung sana. "Pokoknya jemput aku sekarang." Kemudian Shena mematikan panggilannya. Dia mendekap perutnya yang terasa kram.
"Apa yang harus aku lakuin setelah ini. Hidup aku sudah hancur..."
.
💕💕💕
😲😲
Mohon maaf pemirsah... 🤧 Silakan maki di kolom komentar ya tapi jangan tinggalin othor karena othor sudah siapin sesuatu yg manis sampai bikin diabetes karena gula sepabriknya udah othor pesan buat Sky.
.
Btw, Sky masih perjaka ye kan sebelum sama Shena.. 🤣🤣