Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 108



Satu tahun telah berlalu, hari itu Sky dan Shena berjalan-jalan di taman untuk menikmati hari Minggu yang cerah.


"Ara, ayo jalan sayang. Kak Ares sudah berani jalan," kata Sky yang sedang berjongkok dua meter dari Adara yang hanya berdiri saja. Adara masih belum berani berjalan. Dia masih berusaha mencari pegangan.


"Ara, ayo sini. Kak Ares udah jalan. Ayo, kejar Kak Ares." Shena berjalan bersama Antares yang sedang tersenyum riang sambil bertepuk tangan.


Adara akhirnya melangkahkan kakinya perlahan ke arah Sky.


"Ara, iya pintar. Ayo, sini." Sky semakin menyemangati Adara saat dia berani melangkahkan kakinya.


"Yee, Ara bisa." Shena ikut berjongkok bersama Antares dan memberi semangat pada Adara.


Akhirnya Adara sampai dan memeluk Papanya. "Papa..."


"Papa? Sayang, Ara panggil Papa."


"Ara, panggil Mama."


"Papa..."


"Pintar sayang." Sky menciumi pipi Adara. "Sayang, Ares kan udah bisa panggil Mama tapi belum bisa panggil Papa. Sekarang Ara dulu yang bisa panggil Papa."


"Papa..."


Sky merasa sangat bahagia mendengar putrinya sudah berhasil memanggilnya Papa. "Panggil Mama juga sayang, Ma ma..."


"Mama..."


"Ara bisa panggil Mama." Seketika Shena menciumi pipi Adara. "Sekali lagi sayang, Mama."


"Mama..."


"Mama..." Antares juga memeluk mamanya. Dia sedikit mendorong Adara agar melepaskan tangannya. "Mama kak."


"Ares, Mama itu juga Mamanya Ara. Kalian berdua peluk sama-sama ya. Tidak boleh rebutin Mama."


"Ayo, kita duduk di kursi saja ya." Shena menuntun Antares dan Adara agar duduk di kursi taman.


"Memang Mama nomor satu buat kita semua."


Shena hanya tersenyum lalu memberi si kembar susu yang sudah dia bawa dari rumah.


"Dihabiskan dulu susunya nanti main lagi sama Papa. Mau main bola?"


"Tadi kalau ajak Vero pasti makin ramai ya," kata Shena. "Vero anaknya aktif banget gak bisa diam."


"Mereka lihat Vicky bertanding. Moga aja menang." Kemudian Sky duduk di samping Shena.


"Kak Sky gak ikut pertandingan lagi?"


Sky menggelengkan kepalanya. "Aku fokus mengembangkan klub, belajar di perusahaan dan juga kuliah biar cepat lulus. Oiya, dua minggu lagi aku KKN selama sebulan. Gak papa ya aku tinggal keluar kota?"


"Sebulan ya? Iya, gak papa."


"Pertama kali nih aku ninggalin kamu lama. Nanti kalau bisa satu minggu sekali aku akan pulang."


"Gak papa. Nanti Mama atau Ibu biar menginap di rumah."


Sky mengusap puncak kepala Shena sambil tersenyum.


"Pak Sky..."


Mendengar panggilan itu Sky menoleh. Dia tersenyum melihat Ratna salah satu putri dari rekan kerja Papanya yang sama-sama belajar seperti dirinya.


"Ratna, panggil Sky saja. Tidak usah panggil Pak," kata Sky.


Shena kini menatap wanita itu. Dia sangat cantik dan modis.


"Lagi jalan-jalan sama istri dan anak?" tanya Ratna.


"Iya."


"Lucu sekali si kembar." Tanpa menyapa Shena, Ratna justru membungkuk dan menggoda si kembar yang sedang meminum susu.


"Iya sayang, kenapa?" Melihat pipi memerah putrinya Shena mengerti jika putrinya sedang buang air besar. "Ara pup? Ayo, ke toilet sama Mama." Shena mengambil tasnya lalu menggendong Adara.


"Sayang, biar aku saja," kata Sky.


"Tidak usah, Kak Sky jaga Ares saja." Kemudian Shena berjalan menuju toilet taman yang tak jauh dari tempat itu.


Ratna kini duduk sambil memangku Antares. "Lucu banget ya. Sudah umur berapa?"


"Satu tahun."


"Istri kamu seumuran sama kamu?"


"Lebih muda Shena satu tahun."


"Oo, kirain lebih tua istri kamu malahan."


Sky mengernyitkan dahinya. Dia tidak suka ketika ada wanita lain yang membandingkan dirinya pada Shena. Sejak punya anak Shena memang tidak ada waktu untuk merawat dirinya sendiri karena si kembar sangat posesif dengan Shena. Belum lagi waktunya tersita untuk kuliah.


"Kamu besok ada waktu? Kita makan malam sekalian bahas proyek yang akan kita kerjakan."


"Besok, kebetulan aku ada jadwal kosong. Oke." Kemudian Sky meraih putranya yang mulai menangis meminta turun dan bermain. "Ares mau main bola? Ayo, main bola."


Setelah keluar dari toilet, Shena melihat Sky yang sedang bermain dengan Antares dan juga Ratna. Kemudian dia melihat penampilannya yang apa adanya dan hanya berdandan tipis jelas berbeda jauh dengan Ratna.


Apa Kak Sky akan tergoda dengan wanita lain? Mungkin aku harus meluangkan waktu untuk merawat diri, tapi aku gak mungkin ninggalin si kembar selain ke kampus. Kenapa tiba-tiba aku jadi cemas gini?


Shena hanya duduk bersama Adara sambil menatap Sky.


"Sky, aku duluan ya..." Hingga akhirnya Ratna pergi dan lagi-lagi hanya melambaikan tangannya pada Sky.


Shena kembali melihat penampilannya, apa dia sekarang sejelek itu hingga tidak dianggap orang lain.


"Ara, ayo main sini!"


Shena akhirnya mengajak Adara mendekat. Dia hanya diam saja melihat Sky yang sedang bermain bersama si kembar.


"Mama, capek?" tanya Sky saat melihat Shena hanya duduk di rerumputan.


Shena hanya menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, pulang yuk." Sky membawa tas lalu menggendong putranya sedangkan Shena menggendong putrinya.


Setelah masuk ke dalam mobil, si kembar duduk di kursinya masing-masing sambil menguap panjang.


"Ngantuk ya? Kalian tidur ya?" Shena memberi botol susu pada mereka berdua. Kemudian mereka berdua meminum susu dari botol itu sambil memejamkan matanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Sky pada Shena yang hanya duduk diam sambil melipat tangannya.


"Nggak papa."


"Sayang, kalau ada yang gak suka kamu bilang ya. Kamu gak suka sama sikap Ratna tadi? Dia memang seperti itu. Aku sama dia juga cuma rekan bisnis yang jarang bertemu," kata Sky sambil mengemudikan mobilnya.


Sesekali Shena mengusap rambut Antares dan Adara yang sekarang sudah tertidur. "Kak Sky, aku sekarang jelek ya? Sampai aku dipandang sebelah mata sama wanita lain."


Sky hanya terdiam. Dia masih fokus dengan jalanan dan tidak menyahuti Shena.


Tidak mendapat jawaban dari Sky, membuat Shena kecewa. Itu berarti dia memang sudah tidak cantik lagi bahkan Sky semakin bertambah umur, dia semakin terlihat tampan dan dewasa.


Sky kini menghentikan mobilnya di depan rumah. Dia membuka pintu mobil dan menggendong Adara yang sudah terlelap.


"Kita turunkan mereka di kamar mereka, ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu."


Kemudian mereka berjalan masuk ke dalam rumah, lalu mereka menurunkan si kembar di kamarnya sendiri. Tak lupa mendekatkan boneka kesayangan mereka agar tidurnya semakin nyenyak.


Sky kini menarik tangan Shena dan membawanya ke kamar. Dia mengunci pintu kamarnya rapat lalu meraih tubuh Shena ke dalam pelukannya. "Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kamu tetap wanita paling cantik di mataku."


"Jangan menghiburku, Kak Sky jawab dengan jujur. Apa aku sekarang jelek? Jangan dilihat dari mata hati tapi secara nyata."


💞💞💞


Like dan komen ya...