Love From The Sky

Love From The Sky
BAB 56



Sky semakin tersenyum. Inilah takdir sebenarnya yang membawa Arion bertemu dengannya. "Adik gue." Sky memeluk Arion dan menepuk punggungnya. "Lo mau kan jadi adik gue?"


"Adik lo? Kenapa gue?"


Kemudian Sky melepas pelukannya. "Sebenarnya gue udah ada rencana untuk menjadikan lo sebagai adik angkat gue sebelum gue tahu foto itu. Tapi ternyata memang takdir yang membuat kita terus bertemu."


"Tapi gue..."


"Gue mohon, lo jangan menolak. Ini demi kebaikan lo."


Arion hanya terdiam dan berpikir.


"Gue hubungi orang tua gue dulu, biar mereka ke sini dan bilang sama nenek lo tentang kakek. Biar nenek lo gak kepikiran lagi." Sky mengambil ponselnya lalu menjauh dari Arion untuk menghubungi Mama dan Papanya.


"Rion, gak papa lo terima aja tawaran Kak Sky. Dengan begitu lo bisa punya orang tua juga. Lo juga bisa melakukan pengobatan dan bisa sembuh. Ini kan yang diinginkan nenek lo juga," kata Shena.


"Tapi gue gak mau merepotkan orang lain."


"Rion kalau lo diadopsi orang tua Sky, lo sudah menjadi bagian dari mereka. Itu berarti mereka bukan orang lain buat lo," kata Shena. Dia ikut bahagia jika akhirnya Ario MB menjadi adik Sky.


Arion terdiam. Apa yang dikatakan Shena memang benar. Tapi dia masih bingung, apa dia harus menerima tawaran itu. Kemudian dia berdiri dan akan melangkahkan kakinya. "Gue mau kerja dulu."


"Lo jangan kerja lagi." Sky menahan tangan Arion. "Mulai sekarang lo fokus sama kesembuhan lo. Kalau lo punya kanker yang sudah stadium dua harus segera disembuhkan."


"Tapi gue..."


"Sebentar lagi orang tua gue datang. Kita bicarakan ini."


Akhirnya Arion kembali duduk begitu juga dengan Sky.


Satu tangan Sky menggenggam tangan Shena. Tinggal sedikit lagi, dia akan memiliki seorang adik lagi. Bukan bermaksud untuk menggantikan Gala tapi dia ingin ada seseorang yang akan menemani orang tuanya selain dirinya.


Satu tangan Shena juga bertumpu di atas tangan Sky. "Niat baik kamu pasti terwujud."


Beberapa saat kemudian orang tua Sky datang. Mereka berdua segera menghampiri Sky.


"Pa, Ma, ini Arion," kata Sky pada kedua orang tuanya sambil menunjuk Arion.


"Kamu cucunya Nenek Sita?" tanya Pak Alex pada Arion. Dia ingin memastikannya sekali lagi.


"Iya, Om." Arion menganggukkan kepalanya.


Seketika Alex memeluk Arion. "Dulu saya yang mengantar Kakek Ronald untuk menemui Nenek Sita. Kakek Ronald ingin menikahi nenek kamu, tapi nenek kamu menolak. Akhirnya kakek hanya berpesan jika nenek kamu membutuhkan sesuatu cari dia. Tapi kenapa nenek kamu tidak pernah mencari kakek, sampai kakek akhirnya meninggal. Sebelum meninggal kakek juga masih berpesan, kalau kamu dan nenek kamu dalam kesusahan dan meminta bantuan aku harus membantu dan kakek juga meninggalkan sedikit harta untuk Nenek Sita dan kamu. Maaf, saya terlambat menemukan kamu."


Arion hanya terdiam. Dia sendiri tidak tahu harus berkata apa mendengar cerita itu.


"Arion, kamu mau kan jadi bagian dari keluarga kita?" tanya Bu Ida pada Arion. Dia sangat berharap Arion mau menjadi anak angkatnya.


"Hmm, saya... Saya mau bilang dulu sama nenek kalau saya sudah menemukan keluarga Kakek Ronald."


"Apa kami bisa masuk ke dalam?" tanya Pak Alex. Dia juga sangat ingin bertemu dengan Nenek Sita.


"Saya tanyakan sama Dokter terlebih dahulu." Kemudian Arion berdiri dan menemui Dokter yang menangani neneknya. Dokter sendiri juga sudah pasrah dengan kondisi Nenek Sita karena sistem kerja otak sudah sangat menurun.


Akhirnya kedua orang tua Sky dan Arion masuk ke dalam ruangan Nenek Sita.


"Nenek, aku sudah menemukan keluarga Kakek Ronald," kata Arion sambil memegang tangan neneknya.


Nenek Sita berusaha membuka kedua matanya.


"Saya putra Ronald yang dulu pernah menemui Ibu," kata Pak Alex.


"Saya akan mengadopsi Arion dan menganggapnya seperti anak saya sendiri."


Nenek Sita tersenyum lalu dia memejamkan kedua matanya.


"Nenek! Nenek!" Arion menggoyang tubuh neneknya seiring bunyi nyaring elektrokardiogram dan menunjukkan garis lurus.


Dokter segera masuk dan mencoba memacu detak jantung Nenek Sita tapi tak berhasil. "Beliau dinyatakan meningal."


Seketika air mata meleleh di pipi Arion. "Nenek..." Dia memeluk tubuh yang telah tak bernyawa itu. "Nenek, sampai kapanpun aku tetap sayang sama nenek, seperti nenek yang selalu menyayangi aku sampai akhir hayat nenek."


Bu Ida mengusap punggung Arion yang bergetar. "Rion, kamu harus ikhlas. Nenek sudah tidak sakit. Lepaskan Nenek kamu, agar Nenek cepat diurus suster dan segera dimakamkan."


Akhirnya Arion melepaskan pelukannya lalu suster menutup seluruh tubuh Nenek Sita dengan kain putih.


"Arion, sini peluk Mama. Mulai sekarang kamu adalah putra Mama." Bu Ida memeluk Arion yang dibalas oleh Arion. "Mulai sekarang kamu panggil Mama."


"Dan Papa." Pak Alex ikut memeluk Arion sesaat.


Di ambang pintu, Shena dan Sky menyaksikan keharuan itu. Air mata Shena saja tidak bisa berhenti mengalir.


"Shena, jangan nangis." Sky merengkuh bahu Shena dan mengusap lengannya.


"Aku terharu." Shena justru memeluk Sky dari samping. "Selamat, Kak Sky punya adik lagi."


Sky menganggukkan kepalanya. "Iya, selalu ada hikmah dibalik cobaan."


...***...


Selesai pemakaman, Arion masih duduk di dekat makam neneknya. Setelah kehilangan ibunya, neneknya lah yang selalu merawatnya. Bahkan meskipun sakit, neneknya masih menjadi tukang cuci agar dirinya bisa sekolah.


"Kamu pulang ke rumah ya?" Pak Alex menepuk bahu Arion dan mengajaknya pulang ke rumah.


Arion hanya mengangguk pelang.


"Mulai sekarang kamu panggil kita Papa dan Mama."


"Kak Sky," sahut Sky. Dia ikut mendekat di samping Arion. "Bercanda, panggil saja Sky. Kamu pulang ke rumah. Tempati kamar Gala yang sudah lama kosong."


"Gala?"


Sky menganggukkan kepalanya lalu dia menarik tangan Arion agar mengikutinya. Mereka kini berdiri di makam Gala yang telah mengering itu. "Gala, adik aku. Sudah hampir satu tahun meninggal." Sky berjongkok lalu menabur bunga di atas makam itu. "Gala, kamu tenang aja, Arion gak akan menggantikan posisi kamu di hati kita. Aku hanya ingin Arion menemani Mama dan ada yang dimarahi Mama selain aku."


"Sky..."


"Eh, iya Ma." Seketika Sky memeluk Mamanya. "Setelah ini Mama jangan sedih lagi ya."


"Mama sudah gak sedih. Setelah kamu membawa Shena dalam keluarga kita, Mama sudah bahagia dan sekarang kamu juga membawa Arion dalam keluarga kita. Mama semakin bahagia."


"Kita sekarang pulang ya. Ke rumah Arion dulu karena masih ada beberapa tamu di rumahnya." Pak Alex merangkul pundak Arion dan mengajaknya bejalan keluar dari pemakaman.


.


💞💞💞💞💞


.


Like dan komen ya..