
Malam itu, Sky sudah menunggu Gita di taman. Dia duduk di dekat pohon sambil menatap ponselnya. Beberapa foto kebersamaan Gita dan Arnav sempat dia ambil sebagai bukti agar Gita tidak menganggapnya asal tuduh saja.
"Sky, maaf aku terlambat," kata Gita sambil duduk di sebelah Sky.
"Kirain diantar Arnav." Sky meluruskan pandangannya dan menatap Gita.
"Arnav?" Gita terkejut mendengar Sky menyebut nama Arnav. Darimana dia tahu tentang Arnav? "Maksuk kamu apa?"
"Iya Arnav. Arnav pacar lo juga kan?"
Gita semakin mengerutkan dahinya saat bahasa panggilan Sky berubah menjadi lo gue lagi. "Maksud kamu apa? Aku gak ngerti."
"Lo gak usah pura-pura gak ngerti. Ini apa?" Sky menunjukkan beberapa foto Gita yang sedang menggandeng tangan Arnav dengan mesra. "Lo selingkuh dengan Arnav. Asal lo tahu, Arnav itu musuh gue. Bisa-bisanya lo selingkuh sama dia."
Gita semakin melebarkan kedua matanya. Dia tidak menyangka Sky akan mengetahui itu semua. "Darimana kamu dapat foto itu? Sky aku bisa jelaskan sama kamu."
"Jelasin apalagi? Kita pacaran udah satu tahun, lo tega bohongin gue kayak gini."
"Aku lakuin ini karena kamu jarang ada waktu sama aku."
Sky berdecak lalu berdiri. "Gita, hidup gue gak hanya sama lo. Harusnya kalau lo memang ingin jalan, lo tinggal bilang aja. Lo vc, pasti akan gue angkat atau lo mau telpon semalaman pasti juga gue ladeni."
Gita hanya menundukkan pandangannya. Dia tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan Sky.
"Mulai sekarang kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Lo lanjutin aja hubungan lo sama Arnav. Gue menyesal udah percaya sama lo." Sky memasukkan ponselnya ke dalam saku lalu dia pergi meninggalkan Gita
"Sky, maafin aku..." Gita tak juga beranjak dari tempatnya.
Tiba-tiba saja ada yang duduk di sampingnya. Seketika Gita menolehnya. Jantungnya hampir saja berhenti saat melihat Arnav yang kini duduk di sampingnya. Mengapa Arnav juga berada di tempat ini?
"Jadi ternyata selama ini aku kamu jadiin yang kedua. Kamu sebenarnya pacar Sky?"
"Arnav, bukan gitu. Aku..." Gita akan memegang tangan Arnav tapi Arnav menghindar.
"Wow, hebat! Aku gak nyangka cewek kayak kamu punya pikiran kayak gini. Pintar banget selingkuh."
Kedua mata Gita semakin berkaca-kaca. Mengapa semua menjadi berantakan seperti ini? "Ar, aku bisa jelasin..."
"Aku dengar sendiri barusan, kamu pacar Sky dan sudah satu tahun jadian. Itu berarti kamu selingkuh sama aku. Gila!"
"Tapi aku gak cinta sama Sky, aku cintanya sama kamu."
"Kalau kamu cinta sama aku, harusnya kamu putusin dulu Sky. Nggak kayak gini."
"Iya, aku salah. Aku minta maaf."
Arnav membuang napas kasar. "Aku juga gak bisa jalin hubungan dari kebohongan seperti ini. Lebih baik kita putus saja."
"Tapi Ar, aku cinta sama kamu."
"Sekali kamu bohongi aku. Rasa percaya aku sama kamu sudah hancur!" Arnav berdiri dan meninggalkan Gita sendiri.
"Ini salah aku." Setetes air mata itu mengalir di pipinya. Harusnya dia bisa memutuskan salah satu sebelum semua akhirnya menghilang seperti ini. Sekarang dia menyesal dan mungkin dia tidak bisa memperbaiki semuanya.
"Aku antar kamu pulang dulu." Tiba-tiba Arnav kembali dan akan mengantar Gita pulang terlebih dahulu. Bagaimanapun dia tidak akan tega meninggalkan Gita sendiri.
Gita hanya mendongak.
"Untuk yang terakhir kalinya. Setelah ini, aku gak akan dekati kamu lagi," kata Arnav lagi.
Gita hanya mengangguk pelan lalu dia mengikuti langkah Arnav. Dia tahu Arnav sangat baik, begitu juga dengan Sky, meski karakter mereka berdua sangat berbeda. Harusnya dia bisa memilih tapi pilihan itu sangat sulit dia putuskan, dan sekarang dia harus kehilangan dua-duanya.
Gita turun dari boncengan Arnav. Dia masih saja menatap Arnav dan belum rela putus dengan Arnav.
"Udah ya, mulai sekarang kamu bebas. Semoga kamu mendapat cowok yang lebih baik dari aku." Tanpa menunggu jawaban dari Gita, Arnav kembali melajukan motornya dengan kencang menuju basecamp nya.
Setelah sampai di basecamp, Arnav turun dari motornya dan melepas helmnya. Dia berjalan jenjang masuk ke dalam basecamp lalu menendang kursi cukup keras hingga membuat Vicky dan teman lainnya terkejut.
"Kenapa bro? Sabar-sabar."
Arnav akhirnya duduk sambil membuang napas kasar.
"Sky mancing emosi lo lagi?" tanya Vicky.
"Ternyata gue cuma selingkuhannya Gita. Dia itu pacar Sky."
"Yang bener lo? Udah lima bulan lo pacaran sama Gita tapi ternyata lo cuma jadi selingkuhan Gita?"
Arnav menekan ujung hidungnya karena kepalanya terasa sangat pusing. "Gue beneran cinta sama Gita tapi ternyata dia bohongi gue. Dia udah pacaran sama Sky selama satu tahun. Lo bayangin aja, sekarang pasti Sky mikir kalau gue merebut Gita. Harga diri gue dimana?!"
"Kok semua bisa terbongkar?"
Arnav mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya dengan api. "Gue tadi baca pesan di hp Gita." Arnav bercerita sambil sesekali menghisap rokoknya. "Ada pesan dari Sky, mereka membuat janji malam ini. Gue sengaja mengikuti Gita. Ternyata benar, dia ketemuan sama Sky. Sky juga mutusin Gita karena Sky juga tahu hubungan gue sama Gita."
"Gila! Gue gak nyangka Gita kayak gitu."
"Gue juga gak nyangka. Sakit banget rasanya hati gue. Pas lagi sayang-sayangnya malah dihempasin kayak gini."
"Ya udahlah, yang penting lo udah putusin dia. Cewek masih banya, bro."
"Iya lo benar. Gue mau jomblo aja kayak lo, biar gue bisa bebas dekat sama cewek manapun."
Seketika Vicky menjitak kepala Arnav. "Kenapa lo bawa-bawa status jomblo."
"Makanya jangan terlalu dekat sama Shema jadi gak ada cewek yang dekati lo."
Vicku hanya tersenyum kecil. "Gue sayang sama Shena. Mungkin kalau kita bukan saudara, gue udah pacari Shena."
Seketika Arnav mematikan putung rokoknya. Dia mencengkeram jaket Vicky. "Lo cinta sama Shena?"
"Bukan gitu maksud gue."
"Lo sama Shena saudara, jangan pernah ada pikiran kayak gitu." Kemudian Arnav melepas sergapannya. "Iya, gue tahu lo dekat sama Shena sejak kecil, tapi bukan berarti lo punya perasaan khusus sama Shena."
"Iya, gue tahu." Vicky berdiri dan berjalan keluar dari basecamp. Dia juga tidak mengerti mengapa dia bisa sangat menyayangi Shena seperti ini. Sehari saja tidak bertemu dengan Shena, rasanya dia sangat merindukan Shena.
Tiiinn!!
Lamunan Vicky dibuyarkan oleh suara klakson yang sangat keras.
"Mana Arnav! Suruh dia keluar! Gue tantang dia balapan malam ini juga!"
.
💕💕💕
.
Like dan komen ya...
Ada yang baca gak nih? 🙄