
"Berarti fix ya, kita semua akan ke desa pariangan. Hari ini kita berangkat, dan agar bisa melihat destinasi-destinasi yang disuguhkan Desa pariangan dengan puas, kita akan menginap Satu hari dua malam di sana. Besok harinya kita langsung kembali. Kita tidak langsung kembali ke Padang, tapi kita akan pergi ke destinasi wisata lain bagaimana.??" Ujar Julia lagi bernegosiasi kepada kakak-kakaknya. Lagi pula, Ia juga sudah sangat lama tidak melakukan touring ke mana-mana semenjak lulus dari sekolah menengah atas.
"Boleh tuh, boleh..." Jawab yang lain dengan serentak.
 sementara Tuan Antonio dan nyonya Salsa hanya menuruti keinginan anak-anak mereka saja, lagi pula mereka juga sangat ingin melihat pemandangan destinasi dan keelokan nagari yang ada di Sumatera barat ini.
"Ya sudah kalau begitu. Oh iya, tapi apakah tidak masalah jika kita mengajak papa kamu jalan-jalan Raka..??" Tanya Tuan Antonio kepada keponakannya.
Tentu saja, mereka tidak ingin meninggalkan Tuan Sanjaya sendiri di rumah. Kalau rasanya Tuan Sanjaya tidak bisa ikut pergi jalan-jalan lebih baik Tuan Antonio dan istrinya tinggal saja untuk menjaga serta merawat Tuan Sanjaya di sana.
"Tentu saja paman, dokter mengatakan agar papa selalu dihibur dan disuguhkan dengan udara yang bersih sejuk serta emosi yang baik. Mengunjungi salah satu destinasi wisata tentu saja hal yang baik untuk papa agar mendukung kesembuhan papa nanti paman. Apalagi papa juga sudah bertemu dengan Julia. jadi sudah pasti akan menjadi nilai plus bagi papa jika diajak jalan-jalan." Ujar Raka lagi.
Walaupun Tuan Antonio merasa khawatir kepada adiknya. namun, sikap yang ditunjukkan Tuan Sanjaya memang sudah mulai ada peningkatan. Bahkan ia tak henti-hentinya tersenyum dan selalu membelai sayang kepala putrinya itu.
"Ya sudah kalau begitu.. kalau begitu selesaikan sarapannya lagi dan setelah ini kita siap-siap..??" Ujar Tuan Antonio kepada istri dan anak-anaknya lagi serta kepada adik bungsunya itu.
Airnya mereka semua fokus menghabiskan sarapan mereka. Setelah itu, mereka semua kembali membersihkan diri mereka dan juga mengemasi barang-barang bawaan mereka nanti. Sementara Julia, ia menghubungi salah satu karyawannya yang ada di rumah makan untuk ke rumah mengantarkan satu mobil lagi yang memang diperuntukkan untuk rumah makan itu. Namun hari ini Julia membutuhkannya. Mereka akan membawa dua mobil untuk pergi berjalan-jalan.
***
Setelah menunggu 1 jam, bertepatan mereka semua selesai packing membawa barang-barang yang mereka butuhkan, saat itu juga mobil yang dikhususkan untuk rumah makan tiba.
Ting tong ting tong
Suara bel rumah pun berbunyi. Julia dengan cepat beranjak dari posisi tempat duduknya dan segera berjalan keluar. Di sana sudah ada karyawannya bernama Astra yang selalu diandalkan olehnya.
"Ini mobilnya Bu.." ujar Astra sambil menyerahkan kunci mobil ke tangan Julia.
Julia mengambil kunci mobil tersebut. Ia juga menyerahkan kunci motornya. Walaupun beberapa motor sudah ada di rumah makan, tapi tidak ada salahnya jika motornya juga digunakan sebagai salah satu sarana transportasi pengganti mobil yang kini akan Julia bawa jalan-jalan bersama dengan keluarganya.
"Ini kunci motor. Jadi semasa saya membawa mobil ini, nanti kalian bisa menggunakan motor saya Kak untuk bepergian jika ada sesuatu yang penting." Ujar Julia lagi sambil menyerahkan kunci motor tersebut.
Astra sang karyawan pun mengambil kunci itu dengan baik. setelah itu ia langsung pamit dan kembali ke rumah makan karena kalau jam segini rumah makannya sedang menyiapkan berbagai macam hidangan.
"Kalau begitu saya kembali dulu Bu.." ujar Astra lagi dengan sopan.
Julia pun langsung menganggukkan kepalanya. Sepeninggalan Astra, Julia langsung memeriksa kondisi mobil tersebut ternyata kondisi itu dalam keadaan bersih tanpa kekurangan suatu apapun. karena memang para karyawan di sana selalu bertanggung jawab dengan apa yang ada atau fasilitas lainnya yang disediakan. Setelah Julia selesai memeriksa, Julia pun kini beralih masuk ke dalam, di mana semua orang sudah menunggu.
"Ayo Kak, pah, Paman bibi. Kita berangkat.." ujar Julia lagi kepada mereka.
Begitu juga dengan yang lain. Mereka tak membawa pakaian banyak, karena mereka hanya sebentar di sana. Mungkin barangkali waktu yang mereka tetapkan bisa saja berubah-ubah.
"Iya bi, mobilnya sudah datang. Oh iya. ini kuncinya Siapa yang jadi sopir kita.." ujar Julia kepada kakak-kakaknya.
"Mobil satu biar kakak yang nyetir, dan yang kedua biar Aliando saja." Ujar Arvin kepada adik-adiknya.
Akhirnya mereka semua pun setuju. Mereka Langsung memasukkan beberapa barang bawaan mereka ke dalam mobil, Setelah itu mereka Langsung menjalankan mobil tersebut. Tujuan mereka adalah nagari pariangan yang saat ini tengah viral di kalangan dunia manapun.
***
Setelah menempuh 2 jam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di nagari tersebut. Sebelum mereka melakukan aktivitas di sana, terlebih dahulu mereka mencari tempat untuk makan siang.
"Mah, kita cari makan siang dulu ya. Arvin sudah lapar soalnya." Ujar Arvin tak lupa mengabari mobil yang ada di belakang mereka.
"Iya Kak, Abi juga sudah lapar.." ujar Abi lagi.
"Ya sudah kalau begitu tunggu apa lagi." Jawab Tuan Antonio dan juga istrinya.
Mereka pun akhirnya pergi mencari tempat atau warung makan yang disediakan oleh nagari itu. mungkin barangkali agak sedikit jauh dari tempat tersebut. Sementara mobil yang di belakang hanya mengikuti saja, bukan berarti mereka juga tidak merasakan lapar. Setelah mereka menemukan warung makan, tanpa banyak drama mereka Langsung memesan makanan yang sering atau menu yang populer.
"Assalamualaikum Bu, menu makanan yang disukai di sini apa ya maksudnya yang paling populer..?" Tanya Arvin kepada pemilik warung makan itu.
"Yang populer di tempat ini tentu saja rendang nak, ada rendang ayam dan juga rendang daging semuanya sama-sama diminati oleh orang-orang yang datang menyaksikan keindahan di nagari ini." Ujar ibu penjual itu.
"Oh ya sudah, rendang sajikan saja semua bentuk rendang sama ikan-ikannya Bu yang lain. Kami ingin mencicipi." Ujar Arvin kepada ibu pemilik rumah makan itu.
Mereka tak perlu khawatir akan kekurangan uang karena mereka semua adalah Sultan sedari kecil. Jangankan kedua orang tua mereka yang jadi Sultan, Bahkan anak-anak mereka saja adalah Sultan yang memiliki banyak kekayaan serta pendapatan bermiliar miliar per bulan.
"Baiklah Pak. Silakan duduk." Ujar Ibu tersebut mempersilahkan keluarga Tuan Antonio untuk duduk di kursi yang kosong.
Tapi tampaknya rumah makan Ini masih agak sepi, karena mungkin mereka datang lebih awal. Tak menunggu waktu yang lama, makanan Mereka pun langsung di hidangkan. di sana terdapat berbagai macam jenis lauk pauk khas Sumatera barat. Abi dan yang lainnya menatap berbinar makanan-makanan itu kecuali Julia. Karena mungkin Julia sudah sering memakan makanan itu jadi agak sedikit rada bosan.
"Pah, ayo sini duduk dekat Julia saja.." ujar Julia kepada Tuan Sanjaya yang sedari tadi selalu menatap dekat wajah putrinya.
***
maaf ya, jika ada yang kurang