JULIA

JULIA
79. terpeleset



Bayu dan Angga serta Nindy yang melihat Julia terpeleset langsung menjadi panik Begitu juga dengan Putra.


"Julia..!!! " Ujar mereka dengan serentak.


Sementara Julia sudah mengambil tempat duduk dan duduk sambil memegangi kakinya yang tadi tergelincir dan tampak terluka itu. Dengan cekatan, Putra sang ketua OSIS langsung menghampiri Julia dan memeriksa kakinya.


"Bagaimana kondisi kakimu.. ?? Apakah sakit..??" Tanya Putra yang entah kenapa suara yang ia keluarkan tak setegas biasanya.


Melainkan suara dan penuturan begitu lembut dan penuh dengan perhatian. Nindy, Bayu dan Angga yang melihat sifat dari ketua OSIS mereka yang tidak biasanya itu langsung menatap satu sama lain. Seolah-olah Mereka ingin mengatakan tumben ketua OSIS mereka mengeluarkan suara keramat yang jarang mereka dengar darinya. Mereka yang sama-sama mengerti dengan tatapan yang mereka layangkan ke arah masing-masing, mereka dengan kompak langsung mengangkat bahu mereka.


"Iya Kak, sepertinya kakiku terkilir.." ujar Julia sedikit meringis dan memegangi kakinya.


Putra pun memegang kaki Julia dan mencari mana yang terkilir. Tiba-tiba Julia meringis keras ketika tangan sang ketua OSIS meraba atau menyentuh area yang sakit.


"Aw...!! Aduh sakit Kak..!! kayaknya yang sebelah sana deh.." ujar Julia lagi.


Sementara Bayu dan Angga serta Nindy telah berada di sampingnya mereka juga mengeluarkan air putih dan memberikannya kepada Julia untuk menetralisir sedikit rasa gugup atau rasa sakitnya itu. Julia pun meneguk air itu sementara Putra berusaha untuk mengurangi resiko sakit yang dialami oleh Julia.


KUD


Tiba-tiba kaki Julia berbunyi karena ditarik oleh Putra.


"Ah..!! " Teriak Julia lagi karena kaget. namun putra tak peduli.


"Coba kamu putar-putar lagi pergelangan kaki kamu.. " ujar si ketos itu sambil mengarahkan pandangannya ke arah kaki Julia.


Julia pun menurut dan memutar-mutar arah pergelangan kakinya itu. Ia merasakan agak sedikit mendingan dari yang pertama kali. Sementara Putra kembali beralih kepada betadin dan kapas Untuk menutup luka yang sedikit tergores di kulit Julia itu.


Putra juga melakukannya dengan pelan dan lembut membuat Nindy dan teman-temannya lagi-lagi bertanya. Namun dari belakang Julia mereka melemparkan senyum menggoda mereka tahu bahwa Putra sepertinya kepicut kepada teman mereka satu ini.


"Sudah.. ini juga kaki yang keseleo sudah aku berikan sedikit gips agar tak terlalu sakit. Bagaimana masih mau lanjut perjalanan.. sebentar lagi sepertinya akan sampai puncak.." ujar Putra kepada Julia. Jarak yang ditempuh untuk mendaki agar sampai ke puncak Pela itu sekitar satu jam lebih perjalanan. Bahkan Medan yang mereka lalui juga sangat terjal.


Di hutan Ini juga masih banyak hewan-hewan buas lainnya, tapi karena perginya burgerombolan tentunya hewan buas tak berani mendekat.


"Iya Kak, rasanya Julia Masih sanggup untuk berjalan ke atas. Lagi pula sebentar lagi kan sampai. sayang kalau harus turun lagi.." ujar Julia kepada sang ketua OSIS. Putra pun menganggukkan kepalanya.


Akhirnya mereka semua kembali melanjutkan perjalanan, beruntung orang yang ngefans berat pada sang ketua OSIS tidak ikut karena memang tidak ingin bersusah-susah mendaki gunung menuju puncak pela. Sehingga tak banyak drama yang terjadi, namun beberapa siswa lainnya juga mengambil momen itu, di mana Putra memegang kaki Julia dan berbicara dengan penuh perhatian serta men-share nya ke grup sekolah.


Dan seketika, grup sekolah menjadi ramai. Kembali kepada Julia dan teman-temannya. Akhirnya dengan penuh optimisme, mereka semua pun sampai ke puncak Pela. Bahkan di wilayah dataran yang sudah tidak ada pendakiannya, Putra berinisiatif menggendong Julia. Tapi karena Julia malu kepada Putra, akhirnya beralih kepada Angga. Sesampainya mereka di sana, mereka semua berdecak kagum pemandangan yang tersuguh di bawah sana sangat indah. Bukit-bukit menjulang tinggi seolah bukit-bukit itulah yang menjadi penopang di langit, dan tiang-tiang nya.


"Lihat.. pemandangan alam ini benar-benar asri dan juga sangat indah.. tidak menyesal rasanya aku ikut pendakian ini.. " ujar Nindy dengan penuh rasa kagum. Para siswa-siswi lainnya juga sama mereka terus mengabadikan momen di sana termasuk Julia.


Ternyata rasa sakit yang dia alami tadi tak memutuskan pekerjaannya untuk mengabadikan momen-momen di puncak pela. Bahkan video yang ia ambil memiliki durasi yang sangat panjang.


"Ayo teman-teman kita foto-foto.. kapan lagi kan kita akan ke sini lagi.. " ujar Nindy kepada semua teman-teman yang ada di sana.


Mereka semuanya pun berkumpul dan membentuk formasi untuk berfoto agar semuanya masuk ke dalam. Terlihat jelas wajah mereka sangat berminar-binar. Putra yang membawa tripodnya, langsung mengatur untuk mengambil gambar.


Sementara Julia juga tak kalah ikut bergabung di sana. ia juga memasang tripodnya Dan meletakkan HP serta kameranya di sana. Kemudian mereka mulai mengambil gambar dengan gaya yang berbeda-beda. Di wajah anak-anak itu sangat tampak jelas kebahagiaan karena mendapatkan pemandangan yang begitu indah.


"Teman-teman, Ayo kita makan dulu. Dan sambil menikmati alam yang ada di sini.." ajak Putra kepada teman-temannya.


Sementara anggota OSIS yang ikut pendakian ini hanyalah Putra seorang, Karena anggota OSIS yang lain memiliki kesibukan masing-masing. Sebenarnya Putra selaku ketua OSIS juga mungkin tidak akan ikut bergabung dalam tracking itu, tapi karena ada Julia di sana, dia memutuskan untuk ikut bergabung.


"Iya nih, aku juga sudah lapar. Pendakian yang kita lakukan untuk sampai ke puncak ini benar-benar luar biasa. butuh perjuangan banget.." ujar yang lain. Mereka semua pun mengeluarkan bekal masing-masing yang mereka bawa. Sementara Putra berjalan ke arah Julia dan teman-temannya.


"Bagaimana Lia, apakah kaki kamu masih sakit.??." tanya Putra kepada Julia. Nindy yang melihat Putra yang lagi-lagi memperhatikan Julia langsung berdehem berkali-kali.


"Hem hem... Sepertinya ada.. ses suatuuuuu...." Ujar Nindy dengan pelan namun masih terdengar di telinga mereka.


Bahkan Nindy berkata seperti itu sambil mengarahkan pandangannya ke segala arah dan memasang wajah lucu. Julia yang mengerti bahwa Nindy sedang menggoda dirinya langsung menyenggol temannya itu.


"Apa sih nin.." ujar Julia sedikit malu.


 ia malu lah, dia kan jarang diperlakukan seperti itu oleh keluarganya kecuali keluarga pamannya. Apalagi dirinya juga pernah mengincar cowok yang ada di sekolahnya tapi malah dibentak dan dicaci maki. Julia sebenarnya tidak ingin merasakan hal itu lagi, tapi entah kenapa ia menjadi salah tingkah sendiri ketika mendapat perhatian dari sang ketua OSIS.


"Aku sih setuju-setuju aja.. Yang penting kan orangnya baik dan nggak nyakitin.." ujar Angga kepada Bayu.


Putra yang mengerti arah pembicaraan Angga langsung mengukir senyum di bibirnya. ia fikir Angga dan Bayu akan menjadi saingan. karena sesungguhnya, sejak pandangan pertama saat Putra mendatangi kelas Julia, Ia telah jatuh cinta kepada gadis ini.