JULIA

JULIA
87. meminta resep masakan lagi



Akhirnya mereka semua pun menurut dan mengambil tempat duduk kembali. Mereka melihat minuman yang disajikan Julia sepertinya sangat segar dan menggugah selera. Akhirnya tanpa permisi lagi mereka tersebut dan meneguknya.


"Mmm... Segar..!!!! Dek Ini minuman apa..?? Rasanya sangat segar dan benar-benar cocok di cuaca yang panas ini..??" Tanya Aliando yang memiliki jiwa kepo. Julia tersenyum namun Abimanyu langsung menyahut.


"Tidak usah bagi resepnya dek,.. nanti akan ia gunakan sebagai salah satu menu makanan di rumah makannya.." seru Abimanyu yang langsung mendapatkan tabokan di kepalanya.


"Aduh sakit Kak.. lagian Abi ngomong kenyataan kok main pukul-pukul aja..." Ujar Abi dengan ekspresi wajah yang lucu. Julia dan kedua orang tua mereka pun terkekeh.


"Kakak tenang saja, nanti Julia bagi resepnya. Oh iya Kak. makasih yah kak, berkat ajaran dari kakak mengenai bisnis rumah makan, kini Julia sudah membuka bisnis rumah makan Julia, dan sudah memiliki tiga cabang di Sumatera barat ini. Mudah-mudahan bisnis rumah makan ini selalu berkembang dengan baik ya Kak.." ujar Julia yang sukses membuat keluarga Tuan Antonio kembali terkejut.


Bukan apa-apa. informasi ini juga merupakan sesuatu hal yang tidak mustahil di keluarga mereka, jika anak-anak keturunan Kusuma sudah menjadi Sultan dari lahir dan juga ikut membangun bisnis di usia muda mereka.


Namun yang menjadi tolak ukur, Kenapa mereka terkejut, hanya dalam waktu 3 tahun Julia mampu berkembang pesat sejauh ini. dia tumbuh dengan baik tanpa bantuan dari keluarga Kusuma. atau sukses tanpa mengagung-agungkan nama besar keluarga itu. Dia juga, ia sudah menjadi perempuan mandiri yang sudah berpenghasilan sendiri. Dan kalau begini caranya, Julia sudah pasti tidak membutuhkan keluarganya lagi.


"Secepat itu kamu berkembang dek..?? Pantas nggak pernah nelpon minta jajan.. ternyata sudah punya penghasilan sendiri. Memangnya berapa sih penghasilan menjadi seorang content creator dek.. rasanya Kakak beralih ke pekerjaan itu saja lah.." ujar Arvin sebagai anak pertama.


"Enak aja, kakak ngomong kayak gitu.. Kakak juga sudah memiliki banyak cabang perusahaan. mana mungkin Kakak bisa beralih menjadi seorang konten kreator lagi.. " ujar Tuan Antonio kepada anak pertamanya. Mereka semua pun terkekeh.


"Iya, mana tahu kan Pa.. "; ujar Arvin lagi.


"Ck.. lagi pula ya Kak, kalau kakak menjadi seorang konten kreator, Julia tidak yakin kalau kakak bisa membuat video sambil memperlihatkan senyum dengan ramah kepada para penonton kakak. Yang ada, videonya 5 menit durasi, hanya wajah datar kakak saja. Tak bisa berekspresi sama sekali." Ujar Julia kepada kakaknya sambil tersenyum. Abi yang mendengar penuturan Julia langsung membetulkan.


"Betul!! Kakak setuju dengan apa yang kamu katakan..!! Bukannya mendapat subscriber, Kak Arvin malah mendapat komentar-komentar negatif dan haters hahaha.." ujar Abi dengan tawa menggelegar.


"Kalau menurut mama ya, tidak usah memikirkan menjadi seorang konten kreator lagi.. yang harus kalian pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mendapatkan jodoh biar cepat menikah. Kakak Arvin, Kak Al dan Kak Melvin udah nggak mudah lagi. Segerakan dong cari jodohnya.." ujar nyonya Salsa kepada anak-anaknya itu. Mendengar penuturan nyonya Salsa, ketiga anak yang kena sentil langsung memanyunkan bibir mereka.


"Cih !! Mama selalu ngomong seperti itu.. lagian kan kita belum dapat jodoh mah.." jawab Melvin protes terhadap penuturan mamanya.


"Iya, mama tau. lagian, di mana mau dapat jodoh.. kalian saja selalu sibuk bekerja dan bekerja terus. Kalian nggak takut karatan.." ujar Tuan Antonio lagi dengan gamblangnya di depan Julia. Julia yang sudah bukan anak kecil lagi sudah paham Arah dan maksud pembicaraan tersebut. Ia langsung tertawa lepas bersama dengan Abi mendengar penuturan sang paman.


"Ih, papa kok ngomong gitu sih.. lihat no ada dua bocil di bawah umur.." ujar Aliando lagi. Melvin dan Arvin langsung menganggukkan kepala mereka.


"Itu mungkin Kak astro. Sebentar ya Paman, bibi, Kak.." ujar Julia sambil mengambil uang yang ada di tas kecilnya itu.


Kemudian ia langsung berlalu pergi menuju ke pintu utama untuk mengambil pesanan. Sementara Tuan Antonio yang masih belum tahu apa-apa Langsung kembali bertanya kepada anak-anaknya.


"Eh, apa benar Adik kalian itu bekerja sebagai konten kreator..??? Kok papa baru dengar sekarang ya.." ujar Tuan Antonio lagi.


"Makanya, papa sering-sering buka YouTube. Nih, Abi tunjukkan ya.. Adik itu membuat konten masak-masak, dan juga travelling. Pengikutnya sudah sangat banyak pah.. ya walaupun komentar-komentar yang terselip di sana bikin kesal. Isinya kata-kata.. 'kamu cantik ya, kamu cantik ya'.. Abi yang membaca komentar-komentar tersebut bikin kesal.." ujar Abi mulai mengeluarkan kata-kata posesifnya.


Setelah itu, ia langsung memutar satu video dan memberikannya kepada kedua orang tuanya. Di sana Julia sedang membuat konten memasak, wajah cantiknya pun terpampang jelas di sana. Tuan Antonio yang melihat video percaya diri dari sang keponakan langsung tersenyum dan merasa bangga.


"Syukurlah. Ternyata keputusan yang kita ambil tidak sia-sia mah.. lihatlah anak gadis kita sudah menjadi gadis kuat dan mandiri." Ujar Tuan Antonio entah kenapa menjadi cengeng.


Air matanya keluar begitu saja mungkin karena tuan Antonio mengingat perlakuan keluarga besar Kusuma terhadap keponakan cantiknya ini.


"pantesan, gimana nggak dikomentari cantik. lah anaknya memang cantik..!!" ujar nyonya Salsa karena ikut mengintip video yang diputar dan ditonton oleh Tuan Antonio. mereka semua pun terkekeh dan menganggukkan kepala.


"betul itu mah..!!" ujar keempat anak tersebut dengan serentak. sementara Tuan Antonio yang masih mewek ikut terkekeh mendengar jawaban kompak anak-anaknya. Tak lama Julia pun kembali dengan membawa tentengan di tangannya.


"Paman bibi.. Ayo kita makan dulu.. yuk, setelah itu paman dan bibi istirahat.. Julia sudah membersihkan kamar untuk paman dan bibi dan juga Kakak." Ujar Julia kepada keluarga pamannya lagi.


Akhirnya mereka semua pun langsung beralih ke meja makan. Di mana Di sana Julia sudah menyiapkan piring untuk mereka. Setelah selesai menyiapkan semuanya, kini keluarga Tuan Antonio dan Julia makan bersama dengan hening. Karena sepertinya keluarga Tuan Antonio sedang menyesapi makanan-makanan tersebut. Tapi tiba-tiba Aliando kembali bersuara.


"Dek, Apa memang seperti ini ya, rasa racikan makanan kamu.. semua makanan yang kamu racik sangat cocok di lidah Abang.. boleh kan Abang minta resepnya.. lebih tepatnya bukan minta sih.. kerjasama.." ujar Aliando mengulang kata-katanya. Julia pun kembali tersenyum menanggapi itu.


"Tentu saja Kak, nanti akan Julia berikan.. sekarang ini waktunya untuk kita makan siang dulu." Ujar Julia kepada kakaknya.


Julia tentu saja akan memberikannya secara cuma-cuma, lagi pula tidak ada niat dalam hati Julia berpikiran yang negatif kepada kakak-kakaknya. Asalkan racikan resep yang ia hasilkan disukai oleh para pelanggan, maka tidak ada salahnya resep makanan itu juga dikembangkan oleh kakaknya.