JULIA

JULIA
61. tidak akan menyesal



Sementara itu, di posisi Tuan Antonio dan keluarganya. Mereka telah masuk ke dalam mobil mobil dan mengemudikan mobil mereka dengan cepat. Agar mereka cepat sampai di rumah sakit di mana kedua keponakan Tuan Antonio Dirawat.


Sesampainya mereka di sana, semuanya langsung bergegas turun dan masuk ke dalam gedung tersebut. Tuan Antonio pun langsung menanyakan keberadaan pasien yang bernama Raka dan Ridho kepada sang resepsionis.


Setelah mengkonfirmasi dan ditunjukkan di mana kamar rawat inap pasien tersebut, keluarga Tuan Antonio langsung bergegas pergi ke tempat yang dituju oleh sang resepsionis. Sesampainya mereka di sana, ternyata sudah ada keluarga Tuan Sanjaya dan juga saudara pertama Tuan Antonio, tak lupa Tuan Baskoro dan juga istrinya ikut datang ke sana.


"Sanjaya Bagaimana keadaan raka dan Ridho..??" Tanya Tuan Antonio dengan tergesa-gesa.


Mereka semua menunggu pernyataan sang paman yang mengkonfirmasi keadaan kedua saudara sepupu mereka. Tuan Sanjaya pun menggelengkan kepalanya. Ia tak kuasa menjawab pertanyaan sang kakak, melihat tingkah laku adiknya tersebut Tuan Antonio pun langsung kembali mengulang pertanyaannya dengan suara yang agak naik satu oktaf.


"Jawab Sanjaya !! Bagaimana keadaan keduanya..!!" Tanya Tuan Antonio lagi. Nyonya Ratih yang memang sejak dari tadi menyalahkan penyebab terjadinya kecelakaan ini kepada keluarga Antonio langsung berdiri dan menghadang keluarga itu.


"Berhenti memakai suamiku.!! Apa belum puas kalian yang menyebabkan terjadinya kecelakaan ini. Termasuk kamu anak sialan..!!" Teriak nyonya Ratih kepada Julia.


Keempat saudara sepupu Julia yang mendengar sang bibi memaki dan berteriak di hadapan adik sepupu mereka langsung mengambil posisi siaga melindungi adik mereka di belakang mereka. Sementara nyonya salsa maju dan menghadang nyonya Ratih.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu kepada anakku !!! Kami baru kembali berlibur, Bagaimana caranya Julia menyebabkan kecelakaan ini..!! Kamu kalau bicara kira-kira dong..!!" Jawab nyonya salsa tak kalah sengitnya dari nyonya Ratih.


"Jangan menyalahkan putriku !! Seharusnya kalian yang harus introspeksi diri !! Bukan Julia yang menyebabkan kesialan ini tapi kalian sendiri !! Heh, barangkali doa Julia sedang diijabah oleh Yang maha kuasa..!!! Untuk melunturkan kesombongan mu !! Coba kamu pikirkan, Apakah benar kamu sudah menjadi seorang ibu yang benar-benar seorang ibu yang diharapkan oleh anak-anaknya..!! Lihatlah, bahkan Julia sendiri telah keluar dari keluarga kalian dan tidak tinggal bersama kalian !! Tapi kamu dengan tidak tahu dirinya dan tak memiliki otak ini menyalahkan dirinya begitu saja !! Itu artinya kamu sedang tidak mampu mengakui bahwa dirimu yang penuh dengan dosa ini lah penyebabnya !! Barangkali memang anak-anakmu tak menginginkanmu sebagai seorang ibu yang selalu membedakan kasih sayang kepada anak-anaknya !! Bahkan sekarang dengan terang-terangan kamu menunjukkan kebencianmu kepada Julia !! Apa salahnya hah sialan !! Dia tidak meminta untuk dilahirkan dari rahimmu bodoh !! Tapi kamulah yang memutuskan untuk melahirkannya. Tapi apa,!! Setelah kamu melahirkannya dengan susah payah dengan genangan darah dan air matamu sendiri, kamu malah membuangnya dan mencampakkannya begitu saja seolah Julia ini bukanlah seorang anak yang memiliki perasaan dan tak membutuhkan kasih sayang kalian !! Pikirkan itu wanita angkuh !! Ternyata sikap penyesalan dan keinginan kalian untuk memperbaiki hubungan kepada Julia hanyalah sebuah kepura-puraan. Menjijikan sekali..!!" Ujar nyonya salsa dengan panjang lebar.


Tak tanggung-tanggung nyonya salsa langsung mengeluarkan kata-kata pedasnya tanpa memandang bahwa di sana ada Tuan Baskoro dan istrinya. Dirinya sudah terlanjur sangat menyayangi Julia, dan pasti dia juga tidak akan membiarkan hati Julia disakiti lagi oleh keluarga kandungnya. Ternyata bukannya merasa bersalah, nyonya Ratih masih terus memojokkan keluarga Tuan Antonio.


"Kenapa memangnya !! Kamu tidak terima saya mengatakan kalau dia itu adalah anak pembawa sial..!! Buktinya saja, keberadaannya hampir menyebabkan kedua nyawa putraku melayang..!!" Teriak nyonya Ratih lagi.


"kamu benar-benar tidak bisa di kasih tau ya.. jelas saja, meta dan Mita selalu mencari masalah dengan Julia akhir-akhir ini. ternyata, sifat mereka turunan dari kamu, jelas saja kedua anak gadis mu itu tidak menghargai saudara mereka sendiri, ternyata mereka mencontoh sikap yang kamu berikan.. ternyata begini lah cara mu mendidik mental anak-anak mu. dan lebih parahnya lagi, ketika sebuah peristiwa terjadi, seperti sekarang ini, kamu akan mencari orang lain untuk dikambinghitamkan. bahkan, dengan tidak berperasaannya kamu, menuduh keluarga ku sebagai penyebab terjadinya kecelakaan itu. tapi, tetap saja, bukan kami yang salah, bukan juga kedua anak mu itu, tapi kalian lah yang salah. selama hidup mereka, bukankah, kalian tidak mengizinkan mereka untuk berteman dengan kawan sebaya mereka, kalian mengurung anak-anak kalian untuk belajar dan terus belajar agar menjadi orang hebat, kalian juga memantau dan ikut kemanapun mereka pergi, seolah mereka adalah tahanan kalian. dan setelah mereka mendengar kami berlibur, mereka juga pasti ingin datang untuk berlibur. dan kalian menyalahkan kejadian ini juga kepada kami. memalukan..!!" tekan nyonya salsa lagi. mata nyonya Ratih berkilat mendengar penuturan nyonya salsa.


"apa hak kamu mengatakan hal itu, masalah mengurus dan mendidik anak adalah tanggung jawabku. dan kamu, tidak pantas untuk ikut campur." jawab nyonya Ratih.


"aku tidak ikut campur Ratih, tapi aku hanya ingin memberitahu mu, untuk mengubah sikap mu. jika kamu tidak ingin menyesali nya nanti." jawab nyonya Salsa lagi.


"aku tidak akan menyesal, apa lagi menyesal karena anak pembawa sial itu. itu tidak akan terjadi." jawab nyonya Ratih lagi. Julia yang sudah tidak tahan mendengar benturan nyonya Ratih yang selalu menyalahkan setiap kesalahan kepada dirinya langsung bersuara.


"cukup ma.!! aku sudah capek mendengar semuanya. aku bosan mendengar penuturan mama. Apakah mama sudah se benci itu padaku..?? Bahkan aku tak menyentuh dan tak menghubungi kedua saudaraku atau keluargaku saja mampu menjadikan aku sebagai penyebab terjadinya kecelakaan ini ?? Bagaimana caraku melakukannya ma ?? Bagaimana cara aku melakukannya dan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kedua saudaraku yang Mama bilang anak-anak Mama itu.?? Mama juga selalu mengatakan bahwa aku adalah anak pembawa sial..?? Bukankah itu tidak kebalik ya, akulah yang memiliki nasib sial karena memiliki keluarga yang sama sekali tak menginginkanku.!!!. Aku terlahir dari seorang ibu yang cantik jelita yang dikenal berbudi pekerti dan luhur oleh orang lain, tetapi nyatanya di hadapan anak sendiri kata-kata menyakitkan dilontarkan begitu saja.. Aku juga tidak meminta Mama untuk melahirkan ku di dunia ini. Jika seperti itu kenapa dulu mama tidak membunuhku saja..?? Kenapa mah..?? Mama pikir aku akan diam saja setelah mendengarkan perkataan dan penghinaan Mama terhadapku.!!!. yah, dulu memang aku berniat untuk tidak melawan mama, karena aku masih menganggap dan menghormati Mama sebagai orang tuaku yang telah berdarah-darah melahirkan ku, meregang nyawa karena mempertahankan ku. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi, Aku ingin durhaka kepada Mama..?? Aku ingin menjadi anak yang pembangkang.. Karena Mama sendiri tidak peduli bagaimanapun aku bersikap baik dan bagaimanapun aku bersikap menarik perhatian kalian, kalian tak akan pernah menganggap dan memperhatikanku. Dan sekarang Julia rasa cukup." Ujar Julia dengan berderai air mata.