
Brian langsung mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu mengintip ke dalam ruangan tersebut. Seketika bibirnya langsung menyunggingkan senyum manis ketika melihat dan menemukan wanita pujaannya berada di sana. Julia yang melihat hal itu pun hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.
"Masuk Kak.." ujar Julia lagi.
Walaupun Julia tidak menginginkan kedatangan Brian. Tapi tetap saja, Julia akan tetap bersikap baik dan menyambut kedatangan Brian itu. Lagi pula, Brian juga orang baru di tempat ini dan tak memiliki keluarga sama seperti dirinya. Setidaknya, walaupun mereka tidak dapat bersama, setidaknya Julia dapat meminta tolong kepada Brian jika terjadi sesuatu hal yang mendadak. Akhirnya Brian berjalan masuk dan duduk di sofa yang ada di sana.
"Sibuk banget Bu...??? Butuh bantuan tidak..??" Tanya Brian kepada Julia. Tanpa mengalihkan tatapannya dari layar komputer, bukannya menjawab Julia malah balik bertanya kepada Bryan.
"Ada apa kak ?? kakak butuh sesuatu??" Tanya Julia kepada Bryan.
Brian yang ditanya seperti itu hanya tersenyum menanggapi betapa dinginnya sifat Julia saat ini. Namun ia tidak peduli. lagi pula, Brian yakin sedikit demi sedikit ia pasti akan bisa mendapat kasih sayang Julia.
"Tidak ada... Kakak hanya sedang merindukanmu saja, makannya main ke sini.. nggak papa kan..??" Tanya Brian setelah menjawab pertanyaan Julia.
Julia yang mendengar penuturan Brian seperti itu langsung menghentikan aktivitas tangannya yang sedang menari-nari di atas keyboard dan langsung menatap ke arah Brian.
"Kakak jangan ngomong sembarangan karena setiap kata itu adalah doa. Lagi pula ngapain juga Kakak harus kangen kepada Julia." Ujar Julia lagi kembali mengalihkan pandangannya ke layar komputer lagi. dan, lagi-lagi Brian yang mendengar penuturan seperti itu telah terbiasa dan kebal.
"Tidak apa-apa. lagi pula namanya juga sedang berjuang hehehe..." Ujar Brian lagi.
"Ya sudah, Kakak tunggu Julia saja. sebentar lagi, Julia masih ingin mengerjakan beberapa berkas-berkas ini setelah itu baru nanti kita keluar." Ujar Julia akhirnya mengalah.
Julia tentu saja tahu keinginan Brian yang ingin mengajaknya jalan-jalan. Sudah beberapa minggu juga, Julia selalu menolak ajakan Brian sehingga membuatnya merasa tidak nyaman jika saat ini dirinya harus menolak lagi.
"Jadi kakak tidak ditolak lagi nih..??" Tanya Brian lagi kepada Julia.
Julia pun tidak menjawab. ia malah memilih fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya. sementara Brian yang melihat keseriusan Julia atau pun cara Julia menghindar dari pertanyaan Brian itu pun hanya tersenyum manis setidaknya saat ini ada kemajuan dalam perjuangannya.
***
Di tempat lain. Nyonya Sofia dan Tuan Herman sudah beberapa bulan ini tak mendengar kabar mengenai Putra mereka. Bahkan handphonenya masih saja belum bisa dihubungi.
"pah.. bagaimana kabar anak kita ya..?? Apakah Brian benar-benar marah sama mama dan tak mau menghubungi kita lagi. sampai sekarang, tidak ada kabar satupun mengenai anak kita pah.." ujar Nyonya Sofia sedikit putus asa akibat Sudah lama tak mendengar kabar Putra semata wayangnya itu.
tak hanya masalah Brian, bahkan di sisi lain, Berkali-kali juga melodi datang dan meneror keluarga Brian dengan keinginannya itu. Sampai akhirnya Tuan Herman mengambil keputusan untuk tidak mengganggu keluarganya lagi apalagi diperkuat dengan tingkah melodi yang benar-benar sangat membuat geleng-geleng kepala.
Tapi ternyata, melodi masih saja datang meneror keluarga Tuan Herman karena masih belum mengetahui bahwa Tuan Herman telah mengetahui sifatnya selama ini.
Flashback on
ketika saat itu sedang marak-maraknya video perbuatan asusila seorang perempuan di media sosial. tak sengaja Nyonya Sofia dan Tuan Herman melihat perempuan atau seorang gadis yang sangat mereka kenali. tak lain dan tak bukan adalah melodi. wajahnya juga terpampang sangat jelas di layar monitor HP mereka.
"pah, itu bukannya melodi ya..??" ujar Nyonya Sofia yang kebetulan saat itu sedang memegang HP di tangannya dan melihat sosial media. Tuan Herman yang mendengar penuturan sang istri langsung menjadi penasaran dan mendekat.
"mana mah..??" tanya tuan Herman. Tuan Herman dan nyonya Sofia yang melihat pergaulan melodi yang benar-benar sangat diluar dari ekspektasi mereka. dan mereka hanya mampu menggelengkan kepala saja. seketika Nyonya Sofia langsung tersadar.
"pantas saja Bryan tidak menginginkan melodi menjadi pendampingnya. ternyata perempuan yang Mama inginkan untuk menjadi menantu Mama tak lain dan tak bukan adalah seorang pelacur pah... astaga... Untung saja putraku belum bersanding dengannya.. kalau tidak, Mama benar-benar akan merasa menyesal sekali dengan apa yang Mama lakukan.." ujar Nyonya Sofia sambil mengerutkan keningnya dan juga bernafas lega.
"syukurlah kalau begitu mah... setidaknya, sekarang kita sudah punya alasan kuat untuk menolak kedua orang tua melodi itu. sekarang mama sudah tahu kan, jadi papa minta jangan ikut campur lagi mengenai urusan percintaan Putra kita. biarkan dia sendiri yang menentukan jalannya." ujar Tuan Herman lagi kepada istrinya.
"Iya Pa, Mama benar-benar menyesal telah memaksa dan melakukan hal itu kepada anak kita. sampai membuat Brian meninggalkan kita seperti ini tanpa kabar. huf.." ujar nyonya Sofia lagi sambil menarik nafasnya dengan gusar.
flashback off
Seperti kejadian yang terjadi hari ini di mana melodi sudah tidak diizinkan lagi masuk ke dalam kediaman tersebut sehingga membuat melodi berteriak dan mengamuk di depan pintu gerbang kediaman Tuan Herman.
"Pak satpam !! Bukakan pintu gerbangnya cepat !! Aku harus bicara dengan tante Sofia dan Paman Herman. Pak satpam !!! kalian denger nggak sih !! Kurang ajar sekali kalian lihat saja nanti kalau aku sudah menjadi istri Brian kalian semua akan saya pecat. Pak satpam !!" Teriak melodi lagi di depan pintu gerbang kediaman tersebut. tapi tak satupun satpam di sana yang beranjak dari tempat duduk mereka. mereka menjadikan penuturan melodi sebagai hiburan dan guyonan saja.
Bahkan melodi sudah sangat lama berada di sana sambil mengamuk sehingga membuat kedua satpam yang berjaga di sana menyerah dengan sifat melodi dan membiarkannya begitu saja.
Karena suara ribut-ribut itu, Tuan Herman akhirnya keluar dan menemui melodi di luar sana. Melodi yang melihat kedatangan Tuan Herman langsung tersenyum sumringai. ia pikir Tuan Herman pasti datang membukakan pintu gerbang untuknya. Tapi ternyata semuanya itu di luar ekspektasi dari melodi.
"Mau apalagi kamu datang ke sini..?? Bukankah sudah jelas, yang saya katakan. bahwa tidak akan terjadi perjodohan atau pernikahan atau apapun diantara kamu dan Putra saya." Ujar Tuan Herman dengan suara dingin.