JULIA

JULIA
56. jadwal keberangkatan berlibur dimajukan



Bagi seorang anak yang biasa dimanja tentu saja terkejut mendengar penuturan sang ayah. Meta yang tidak terima tentu saja menjawab pernyataan ayahnya itu.


"ya.. nggak bisa gitu dong Pa... Kami ini anak-anak papa, masak papa tega melakukan hal ini kepada kami..!!" Protes meta sementara Mita hanya menundukkan kepalanya saja. Kalau bukan karena kakaknya meta, Ia pasti tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.


"Jangan membantah papah meta !! Kalau kamu tidak ingin papa melakukan hal tersebut dan menghukum kalian lagi !! Jangan mengusik saudari kalian !! Ingat ya, papa dan Mama sedang melakukan pendekatan kepada saudari kalian agar bisa memaafkan perlakuan Mama dan papa di masa lalu !! Dan kalau bukan karena kalian pula, papa pasti tidak akan menghukumnya !! Cukup dengan mengabaikannya saja itu sudah menyakitkan, apalagi ditambah dengan hukuman. Papa tidak mau tahu mulai besok hukuman kalian berlaku." Ujar Tuan Sanjaya tanpa memberikan jeda atau merasa iba terhadap anak-anaknya.


Flashback off


Waktu pulang sekolah pun tiba. Para siswa dan siswi bersorak gembira karena esok hari adalah hari libur almanak merah, Jumat dan sabtu mereka bebas dari kewajiban mereka bersekolah. Sesampainya Abi dan Julia diperkirakan, tiba-tiba Brian muncul dan menarik tangan Julia.


"Lia, ikut aku sebentar ya..." Ujar Brian dengan santainya. Namun sebelum Brian mengutarakan atau membawa Julia pergi menjauh dari tempat itu, Abi terlebih dahulu menghadang aksi Brian tersebut.


"Lo mau bawa ke mana adik gue... Sorry ya. lo tidak diizinkan memegang sembarangan tangan adik gue.." ujar abi sambil menyingkirkan tangan Brian dari tangan Julia.


Tapi ternyata Brian mencengkram kuat tangan Julia, sehingga tidak mudah terlepas begitu saja. hingga membuat Julia sedikit meringis. Julia juga berusaha melepaskan cengkraman Brian dari tangannya.


"sshhh... aw.."


"Kamu tidak perlu ikut campur.. aku cuma ingin berbicara sebentar dengan Julia." Ujar Brian dengan tidak tahu dirinya. Abi yang mendengar penuturan Brian langsung mengerutkan keningnya. Apa katanya tidak perlu ikut campur ?? Sembarangan anak itu kalau berbicara.


Bisa-bisa dirinya akan dicincang oleh sang mama kalau membiarkan Julia bersedih atau pergi dengan laki-laki ini.


"Apa kamu bilang.!! Aku tidak perlu ikut campur..?? Heh kamu yang harus ngaca, kamu itu orang asing bagi Julia. Dan juga !! tolong singkirkan tanganmu dari tangan adik saya.!!" Ujar Abi dengan tatapan intimidasi. Brian yang merasa tertekan melihat tatapan Abi langsung menelan selivanya dengan susah payah.


(Gila, Julia dapat pawang galak banget. Coba saja dulu aku meluluhkannya, pasti hal seperti ini tidak akan terjadi. Ah sial..!!) Batin Bryan.


Karena Brian merasa tatapan Abi begitu sangat tajam dan mengintimidasi, dengan tanpa sadar tangannya langsung terlepas dari tangan Julia. Ia melakukan aksi itu tanpa sadar. Setelah tangan Julia lepas dari cengkraman Bryan, Abi dengan segera menarik Julia menyembunyikannya di balik punggungnya


"Ingat. lo jangan macam-macam kepada adik gue.. kalau tidak, lo itu akan berurusan sama gue paham loh." Ujar Abi kepada Brian.


 Abi memang belum tahu, bahwa siapa Brian sebenarnya. Ia juga tak tahu bahwa adik sepupunya ini dulunya sangat tergila-gila kepada Brian, sehingga dunianya hanya ada Brian dan Brian saja. Tapi kali ini, walaupun Abi tidak mengetahui hal itu, ia tetap tidak akan membiarkan adik sepupunya kembali mengejar laki-laki itu.


"Ayo kita pulang." Ujarnya dengan dingin.


Julia yang melihat perhatian dan pembelaan serta perlindungan sang kakak, ia langsung tersenyum senang. Inilah yang ia tunggu-tunggu sebenarnya, di mana keluarganya memberikan perhatian dan juga melindungi dirinya.


"Terima kasih Kak Abi.. Julia sayang Kak Abi banyak-banyak." Ujar Julia dengan senyum seumringai.


Karena rasa senang yang membuncah, ia langsung memeluk Kakak sepupunya itu. Sementara Abi yang melihat begitu manjanya sang adik sepupu langsung tersenyum senang.


"Tentu saja. Jika ada yang ingin mendekatimu, maka mereka harus siap untuk berhadapan dengan kakak terlebih dahulu." Ujar Abi dengan lantang dan langsung melirik ke arah Brian yang masih setia berada di posisinya.


Setelah itu, Abi langsung mengajak Julia meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kediaman. Karena saat ini mereka harus menyiapkan berbagai kebutuhan mereka di tempat camping nanti.


***


Sesampainya mereka di rumah. Ternyata semua peralatan yang diperlukan untuk camping, dan juga kebutuhan pokok, makanan yang dibawa ke sana telah disediakan oleh kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang lain.


Tampak mereka sangat sibuk mengemasi semuanya dan langsung memasukkannya ke dalam mobil yang akan mereka bawa nanti. Abi dan Julia yang melihat hal itu tentu saja bertanya-tanya. Bukankah rencana mereka akan berangkat besok..??


"Pah, ma. kok semua barang-barang bawaan langsung dimasukkan ke dalam mobil..?? Bukankah kita berangkatnya besok..??" Tanya Abi kepada kedua orang tuanya dengan penuh penasaran. Tuan Antonio yang melihat kedatangan kedua anaknya pun langsung menyambut mereka.


"Sudah pulang sayang... Cepatlah kalian berdua berbenah, bawa baju tiga pasang saja dan bawa yang penting-penting yang diperlukan di tempat camping saja. Jadwal kita rombak dan berangkat hari ini. Biar waktu libur kita tidak berkurang hehehe... Sudah cepat sana nanti makan siang di perjalanan saja.. karena papa sengaja menyuruh Mama tidak masak hari ini." Ujar Tuan Antonio kembali disibukkan dengan mengepak semua barang bawaan mereka dibantu oleh ketiga anak-anaknya yang lain yang memutuskan untuk pulang lebih awal. Abi dan Julia pun langsung memandang satu sama lain kemudian tersenyum.


"Ya sudah, Abi dan Julia ganti baju dulu dan sekaligus packing." Ujar Abi kepada ayah dan kakak-kakaknya. Setelah itu mereka berdua langsung berlari dengan cepat mengganti pakaian dan mengepak barang bawaan mereka. Tak lupa juga mereka menyiapkan powerbank untuk mengisi daya baterai mereka di sana.


Setelah semuanya selesai, mereka langsung turun ke bawah. di mana semuanya telah selesai dikerjakan oleh ayah dan kakak-kakaknya. Mereka semua juga telah berpakaian santai dan siap untuk melakukan petualangan ke gunung Merapi.


"Sudah siap..!! Ayo berangkat.." ujar Tuan Antonio lagi.


Semuanya pun langsung bergegas menuju mobil masing-masing. Namun sebelum mereka pergi Tuan Antonio terlebih dahulu berpamitan kepada para asisten rumah tangganya dan menyuruh mereka untuk menjaga rumah.


Tak lupa, Tuan Antonio juga berpesan kepada para asisten tersebut jika ada yang mencari keberadaan mereka sekeluarga, cukup jawab saja bahwa mereka semua tengah melakukan liburan di atas gunung merapi.