JULIA

JULIA
37. kakak yang tiba-tiba posesif



Entah kenapa, Abi tiba-tiba menjadi posesif terhadap adik sepupunya ini. Seolah ia begitu tidak inginnya, saudaranya yang lain menjadi dekat. ia juga menyayangi Julia dan tak ingin ada orang lain yang terlibat dalam hubungan mereka. Tapi bukan berarti perasaan Abi itu adalah perasaan suka dengan lawan jenis. Melainkan perasaan sayang sebagai keluarga.


"Dih !! sok-sokan bilang tanggung jawab. Abang nggak mau tahu hari ini Julia berangkat sama Abang.. dan Abi naik motor saja. Karena sepulang sekolah, Abang juga yang akan jemput Julia dan langsung ke rumah makan. biar nanti adek bisa lihat-lihat di sana." Ujar Aliando lagi dengan mutlak.


Tapi saat Abi ingin membalas ucapan sang Abang, tiba-tiba ada yang menghampiri meja makan dengan muka bantalnya.


"Woaammm... Masak apa hari ini untuk sarapan mah..??" Tanya orang tersebut dengan suara khas bangun tidur. Siapa lagi kalau bukan Melvin. Semua orang langsung mengarahkan pandangan ke arah Melvin.


"Loh !! kamu pulang Vin. Jam berapa baliknya tadi malam nak.. ? Mama pikir kamu nginep di apartemen." Ujar nyonya salsa sedikit terkejut karena tak mengetahui anaknya pulang.


Nyonya salsa pun kembali ke dapur dan mengambil satu piring lagi untuk anak ketiganya itu. Sementara Melvin sendiri mengitari meja menuju dekat Julia, sesampainya di dekat Julia Melvin langsung menenggelamkan satu kecupan sayang di dahi sang adik sepupu.


"Selamat pagi sayang... Gimana kabar kamu hari ini ? Sekolah kamu lancar kan ?? " Tanya Melvin berturut-turut. Sementara Tuan Antonio menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak ketiganya itu.


"Adik kamu tidak akan bisa menjawab pertanyaan kamu, kalau bertanya itu satu-satu Vin. " Protes Tuan Antonio kepada anaknya yang langsung dibalas kekehan pelan dari Melvin.


"Iya Pak maaf. Melvin seharian nggak ketemu sama adek tentu aja kangen. Jadi banyak pertanyaan yang muncul di kepala Melvin." Ujarnya lagi dengan suara serak khas baru bangun tidur. Ia juga belum siap-siap masih mengenakan baju tidurnya.


"Abang nggak masuk kerja..??" Tanya Julia heran melihat abangnya yang biasanya tiap pagi sudah siap-siap dan ganteng cool serta wangi, tapi hari ini sepertinya agak lain.


"Abang soft kerjanya jam 01.00 siang. Jadi siap sarapan Abang mau tidur lagi. Oh ya, Abang antarin kamu ke sekolah hari ini ya.." ujar Melvin kepada adiknya yang langsung di Sauti oleh Aliando.


"Mana bisa !!. Hari ini kakak yang akan antar Julia ke sekolah. Kemarin kan Kak Arvin yang nganterin Julia, dan sekarang kakak yang harus antarin Julia ke sekolah dan juga menjemput dirinya. Kakak ingin mengajak dia ke restoran untuk melihat-lihat." Ujar Aliando yang keberatan. Melvin langsung melayangkan tatapannya ke arah sang kakak.


"Eh !! Kenapa bisa gitu..?? Harus ya Julia ikut ke restoran kakak..??" Tanya Melvin lagi. Kedua alisnya menyatu menunggu jawaban dari sang kakak.


"Iya. Kakak kamu berencana mengajak adik kamu untuk berbisnis kuliner. Soalnya pas makan malam tadi, adik kamu memasak menu makanan yang sangat enak. Jadi kakak kamu berencana menjadikan resep adik kamu untuk dijual di restorannya.." jelas nyonya salsa yang sudah kembali dan mengambilkan sarapan untuk putra ketiganya itu. Melvin pun terkejut mendengar penuturan sang mama.


"Loh adek masak..?? Waktunya nggak pas banget sih..?? Abang juga kan pengen ngerasain masakan kamu.. " ujar Melvin sedikit memanyunkan bibirnya di hadapan sang adik.


Julia tersenyum melihat tingkah saudara-saudara sepupunya yang begitu ajaib dan juga hal yang ia rindukan selama ini.


"Ya... nanti pas makan malam, kakak nggak bisa makan malam di rumah. Soalnya Kakak masih dinas. Tapi kakak minta antarin makan malam untuk kakak boleh..??" Ujar melvin lagi bertanya kepada sang adik. Bukannya Julia yang menjawab malah Abi yang menyambar pertanyaan sang kakak.


"Tidak boleh !! Kakak kalau mau makan masakan adik harus pulang ke rumah..!! Kalau nggak, ya nggak usah makan. makan di luar saja.." ujar Abi tanpa melihat ke arah Kakak ketiganya.


Sementara Aliando malah terkekeh mendengar penuturan adik bungsunya itu. Karena pekerjaannya masih menguntungkan dirinya bisa mengatur jadwal untuk selalu pulang ke rumah, makan malam bersama keluarga. Karena Aliando lebih memilih untuk berbisnis sendiri ketimbang bekerja untuk orang lain.


"Ye ni anak. Lo tuh nggak usah ikut campur. Yang kakak tanya itu Julia bukan kamu.." protes Melvin lagi.


"Iya kan nggak papa. Abi itu mewakili adik untuk menjawab pertanyaan kakak. Emang kenapa sih..?? lagian ya. adek udah masak di rumah, capek juga. Eh,. ujung-ujungnya ngantar juga untuk makan malam kakak. ya nggak boleh kayak gitu lah..." Jawab Abi lagi. Apa yang dikatakan Abi memang benar adanya tapi Melvin malah kembali melayangkan protes.


"Dasar adik semprul. Masak membantu adik Julia masak aja kamu nggak mau. Biar adik tuh nggak capek, kamu juga harus bantu dia masak di dapur Jangan cuma makan doang." Protes Melvin lagi.


"Dih !! si Kakak nggak sadar diri. Seharusnya kata-kata itu juga berlaku untuk kakak. Jangan cuma makan doang bantuin beli bahan kek. Kemarin adik masak kan pakai uangnya. Sekarang Abang harus kasih uang ke adik supaya nanti kami bisa belanja untuk kebutuhan makan malam nanti." Ujar Abi lagi.


Sementara yang lain malah menggeleng-gelengkan kepala mendengar perdebatan adik kakak itu. Melvin yang sudah tahu maksud dari arah pembicaraan Abi itu pun langsung menyahut lagi.


"Bilang aja kalau mau minta jajan. Gitu kok repot malah jual-jual nama orang lagi. Emang pendapatan kamu kurang heh..??" Ujar Melvin yang langsung mendapatkan kekehan kecil dari Abi.


Bener saja Abi mengatakan hal itu agar sang kakak peka bahwa mereka membutuhkan uang jajan saat ini. apalagi saudara-saudaranya itu semuanya sudah waktunya untuk gajian bulan ini.


"Tuh tahu. Abi sama adik Julia minta jajan ya... hehehe.. Kan bulan ini pada gajian.." ujar Abi sambil menaik turunkan alisnya ke arah kakak-kakaknya. Sementara Tuan Antonio malah tergelak melihat tingkah ajaib anak bungsunya itu.


"Oh.. jadi sekarang udah pandai memeras ya.. bagus bagus... Kamu itu punya penghasilan banyak, masak masih minta jajan sama kakak-kakakmu ini. Kalau adik Julia udah pasti mah dapat..." Ujar Aliando yang baru connect dengan penuturan Abi tadi.


"Lah !! minta dikit aja pelit. Cih nggak modal banget sih punya Abang..." Ujar Abi lagi sok-sokan mengambek. Nyonya salsa pun langsung menibruk pembicaraan anak-anaknya kalau begini caranya permasalahan tidak akan selesai.


"Sudah-sudah jangan berdebat lagi.. buruan sarapan nanti kalian telat sekolah." Ujar nyonya salsa menengahi perdebatan anak-anaknya.