
Melvin pun langsung memeluk tubuh Julia Begitu juga dengan Julia. Maka, sesaat terjadi lah aksi saling peluk memeluk untuk melepaskan rindu, satu dengan yang lainnya. Terakhir adalah tuan Antonio dan nyonya Salsa.
"Bagaimana kabarmu sayang... Kamu tidak pernah menelpon bibi untuk meminta uang jajan atau sebagainya kamu baik-baik aja kan nak..??" Tanya nyonya Salsa kepada Julia yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri. Julia tersenyum.
"Gimana mau menelpon untuk meminta jajan ma..?? Dia aja sudah mendapatkan penghasilan sendiri dari YouTube ya kan..??" Ujar lagi kepada adiknya. Nyonya Salsa terkejut pasalnya dirinya memang tak tahu bahwa keponakannya adalah seorang youtuber.
"Kamu seorang selebgram nak..?? Wah hebat dong. kok bibi nggak tahu ya.." ujar nyonya Salsa lagi. Semua anak-anak nyonya Salsa langsung berdecak.
"Di mana mama mau tahu.. Mama saja tak pernah membuka sosial media selain berteleponan dengan papa." Ujar Arvin kepada mamanya.
"Eh, kenapa papa kena juga.." jawab Tuan Antonio yang sadari tadi memilih untuk diam dan menyaksikan aksi lepas kangen dari keluarganya. Mendengar perdebatan itu Julia terkekeh.
"Ya sudah, ayo kita pulang, memangnya Om bibi dan kakak nggak capek ya.." ujar Julia lagi menghentikan perdebatan keluarga pamannya. Mereka semua pun tersenyum.
Julia menggandeng tangan nyonya Salsa dan membawa mereka ke parkiran, dan menuju satu mobil Yang mana mobil itu adalah milik sendiri. Nyonya Salsa yang melihat mobil mewah itu langsung terkejut.
"Sayang ini mobil siapa..?? Nggak takut orangnya marah kamu bawa-bawa mobil orang.." ujarnya Salsa kepada Julia. Mendengar penuturannya Salsa Julia pun terkekeh.
"Iya tante, orangnya tidak akan marah. Kan mobil ini punya Juli ya.. Ayo masuk Tante sayang.. paman dan kakak.. yang nyetir kak Arvin ya.." ujar Julia kepada kakaknya. Arvin pun langsung setuju.
"oke bos.." ujar Arvin sambil mengambil posisi tempat duduk di depan.
kemudian mereka semua memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi mobil. Beruntung, mereka tidak terlalu membawa barang banyak. Ya walaupun begitu, bagasi mobil Julia tetap muat kok. Setelah itu mereka semua pun langsung menuju alamat Di mana tempat tinggal Julia.
***
45 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di alamat tujuan mobil yang mereka tumpangi langsung memasuki pekarangan rumah itu. Membuat mereka semua bertanya-tanya.
"Nak.. ini rumah Siapa..?? Kenapa kita kesini..??" Tanya tuan Antonio kepada keponakan nya. JULIA tersenyum dan langsung menyuruh mereka turun.
"Ayo paman dan bibi.. kita masuk.." ujar Julia mengajak paman dan bibinya masuk ke dalam rumah barunya.
"Nak. Apakah kamu yakin tidak salah rumah.. Ini rumah siapa..??" Tanya nyonya Salsa kembali kepada Julia.
"Ini adalah rumah Julia. Yang Julia bangun dari hasil jerih payah Julia sendiri menjadi seorang content creator. Jadi paman dan bibi tidak perlu merasa sungkan dengan rumah ini. Paman dan bibi silakan istirahat sebentar ya, Julia buatkan minuman dulu." Ujar Julia kepada keluarga pamannya itu.
Mereka semua tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Ternyata Julia cukup mengalami peningkatan ketika dirinya sudah memilih untuk mandiri. Akhirnya mereka semua pun menurut, mengambil posisi tempat duduk di sofa dengan ekspresi bertanya-tanya.
"aku tidak menyangka, ternyata Julia bisa saya sukses ini hanya dalam waktu 3 tahun saja." ujar Abi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Julia beralih memasuki dapur pribadinya dan membuat kan minuman serta mengeluarkan cemilan untuk paman dan keluarganya. Tuan Antonio dan nyonya Salsa serta anak-anaknya mengedarkan pandangan mereka, di dinding dinding rumah Julia, terdapat foto keluarga Tuan Antonio dan foto keluarga Julia sendiri. Di sana juga terdapat berbagai foto yang Julia bingkai bersama dengan teman-temannya yang lain. Melihat foto-foto kegiatan Julia bersama dengan teman-teman sekolahnya dulu membuat senyum Tuan Antonio terbit.
"Ternyata keputusan yang kita ambil 3 tahun yang lalu tidak sia-sia. Lihatlah ma, senyum Julia begitu ceria ketika ia menemukan teman baru ketimbang saat masih bersama dengan kita." Ujar Tuan Antonio kini mulai beranjak dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri foto-foto yang tersusun rapi di sana.
Di tengah-tengah letak-letak foto itu terdapat foto keluarganya dan keluarga Tuan Sanjaya. Nyonya Salsa pun ikut terkejut dan menyusul sang suami begitupun dengan anak-anak mereka. Mereka pun mengamati foto-foto tersebut, dan tidak sengaja Abi melihat foto kegiatan Julia di tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.
"Pah, coba lihat ini.. sepertinya ini adalah tempat-tempat wisata yang ada di Sumatera barat ini.. kalau begini caranya bagaimana kalau kita mengajak adik untuk jalan-jalan lagi.." usul Abimanyu kepada kedua orang tuanya. Mengingat kedua orang tuanya merupakan orang-orang tua zaman now yang selalu mencintai alam dengan setulus hati.
"Wah !! bener itu pah.. lihatlah pemandangannya sangat indah.. dan tempat-tempat ini benar-benar.. pah mama mau ke sana dong sekalian liburan.. kan kita sudah ke sini..!!" Ujar nyonya Salsa dengan energik.
Di usia yang sudah tidak mudah lagi, tentu para orang tua sudah mulai tidak memiliki tenaga yang kuat lagi, namun berbeda dengan Tuan Antonio dan nyonya Salsa. Hanya rambut mereka saja yang memutih, tapi tenaga dan postur tubuh yang mereka miliki masih seperti anak muda pada umumnya. Tuan Antonio pun tersenyum mendengar penuturan sang istri.
"Tentu saja istriku.. kita akan membicarakan ini nanti dengan Julia.." ujar Tuan Antonio lagi dengan penuh kasih sayang. Tak lama Julia pun datang dengan membawa 7 gelas minuman dingin dan segar, dan juga beberapa cemilan di sana.
"Paman dan bibi ngapain di sana..?? Kakak-kakak juga. Ayo sini minum dulu.. Julia sudah membuatkan minuman segar untuk kita.." ujar Julia kepada keluarga pamannya.
Julia tentu saja meracik minuman segar yang sekarang telah populer di rumah makannya. Mendengar suara Julia, mereka semua pun langsung melihat ke arah Julia dan berjalan menghampirinya.
"Dek, kamu luar biasa..!!! Di umur yang masih seperti ini sudah memiliki rumah sendiri.. wah wah !! kakak-kakakmu ini jadi tersaingi.." ujar Abimanyu dengan penuh dramatis.
Mereka tentu juga ingin seperti Julia, Namun kedua orang tua mereka belum mengizinkan anak-anaknya mempunyai rumah sendiri sebelum mereka menikah. tapi rancangan dan tabungan untuk pembangunan rumah mereka telah mereka siapkan.
"Alhamdulillah Kak. Ayo sini cicipi dulu minumannya.. kalau makan siang, kita tunggu Bang astro untuk mengantar makan dulu. Soalnya Julia pesan di rumah makan saja." Ujar Julia kepada keluarga pamannya itu.