
Pak Mamang dan Pak Toto selaku satpam yang bekerja di sana langsung mengangguk mengerti.
"Iya tuan, berhati-hatilah di jalan.. dan pera tuan muda, selama liburan.." ujar Pak Toto sambil melambaikan tangannya.
Pak mamang dan Pak Toto tentu saja sangat akrab dengan para tuan muda yang ada di kediaman ini. Majikan-majikan mereka tak pernah sekalipun menganggap mereka sebagai babu yang di perlukan se enaknya, dan sekaligus memandang hina mereka.
Semua asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Antonio dirangkul dan diperlakukan layaknya keluarga. Hal itu tentu saja membuat para pekerja di sana merasa nyaman dan tenang. Akhirnya setelah itu, Tuan Antonio langsung membawa anak-anaknya pergi menuju tempat wisata gunung Merapi, kali ini mereka akan memanfaatkan liburan sebaik mungkin.
***
Di kediaman Tuan Sanjaya. Terlihat si kembar meta dan Mita sedang sibuk melaksanakan hukuman mereka. Ya itu membersihkan rumah dan mengurus diri mereka sendiri. Tuan Sanjaya juga tak lupa menghukum keduanya tidur di gudang yang biasanya ditiduri oleh Julia ketika sedang dihukum.
"Mita. Sebaiknya kita keluar dari rumah dan pindah ke rumah Om Antonio. Aku yakin Om pasti akan memperlakukan kita dengan baik di sana. Lihat saja Julia, Ia diperlakukan layaknya Tuan Putri oleh Kak Abi." Ujar MeTA dengan penuh kecemburuan.
Sementara Mita yang masih fokus menjalankan hukuman dari ayahnya itu tak memperdulikan penuturan meta. Jujur, kali ini ia tidak ingin ikut campur dan ikut-ikutan melakukan kesalahan atau memfitnah saudari mereka sendiri.
"Mit, kok kamu diam aja sih...!!! Kamu dengar kan aku ngomong apa..!! Dari pada kita harus menyelesaikan hukuman yang diberikan papa kepada kita, lebih baik kita pergi dari rumah ini seperti Kak Julia. Hitung-hitung untuk beri hukuman juga sama papa agar tidak menghukum kita sembarangan." Ujar Mita lagi.
Ia tidak tahu saja, bahwa sang Paman menerima Julia karena memang Julia tidak diperlakukan baik oleh kedua orang tua mereka.
"Kak Meta bisa diam nggak..?? Bisa nggak Kakak jangan buat masalah lagi. Sebaiknya sekarang kita fokus saja menyelesaikan hukuman seminggu ini." Ujar Mita mencoba menasehati sang kakak kembar. Tetapi bukannya mendengarkan nasehat saudara kembarnya, Meta malam mengomeli adiknya itu.
"Eh !! kamu sudah mulai ngelawan ya..!!! Ingat mit, aku ini kakak kamu.. dan kamu harus menuruti apapun kataku. Jangan coba-coba melawanku. Paham tidak.!!" Teriak Meta sambil menoyor kepala Mita.
Setelah itu, ia langsung meninggalkan Mita sendirian di dapur yang sedang fokus mencuci piring dan membersihkan rumah. Mita yang diperlakukan seperti itu oleh saudara kembarnya tentu saja tidak terima, namun fokusnya saat ini adalah menyelesaikan setiap hukuman yang diberikan oleh Tuan Sanjaya kepada mereka selama seminggu ini. Ia mencoba tidak akan pernah ikut campur dan melanggar Apa yang tuan Sanjaya berikan kepada mereka.
***
Sementara di tempat lain, Di mana posisi yang tidak mereka ketahui saat ini tengah ramai dan viral menjadi perbincangan warganet. Apalagi kalau bukan mengenai foto Karina yang terpampang jelas di sosial media dengan seorang om-om.
Captionnya di sana tertulis, omku adalah penghasilanku. Membuat Siapa saja yang membaca caption tersebut menjadi mual. Terlebih anak-anak dari sekolah internasional itu. Mereka semua ramai memperbincangkan Karina di dalam grup sekolah. Bahkan tak tanggung-tanggung, foto Karina mereka screenshot dan sebarkan di grup mereka, karena pengaturan aplikasinya foto itu tidak bisa di download oleh mereka. Karina yang mendapati kenyataan seperti itu tentu saja syok dan marah.
"Siapa itu ?? Si karina..!! Hebat dia ya. Udah punya penghasilan sendiri. Hahaha..."
"Lah.. pantas saja, di kelas itu bawaannya tidur terus. Ternyata lelah karena semalam ehem ehem sama om-om."
"Gila !! Aku pikir Karina itu, orang nya pendiam loh. Di kelas kan ia tidak memiliki teman, kecuali sikembar M, Ara, lili dan Lilis. Jangan-jangan, yang lain juga gitu ya.. ia.."
"Lah.. sekolah kita ada ****** gengs. " Itulah yang dikatakan oleh para penghuni group sekolah. Karena dalam group itu tidak ada satupun guru yang tergabung, jadi mereka bebas mengeluarkan kata-kata mutiara mereka.
"benar, sekolah kita banyak jalangnya. hahaha. bisa di boking kalau lagi pengen, cukup sediakan uang banyak saja."
"Iya tuh. Padahal, belum juga selesai masalah Julia yang dikatakan jalan dengan om-om ini, eh.. muncul siswa lain yang berulah. Jangan-jangan ini orang pada lomba ya." Ujar salah satu siswa.
"Iya tuh benar. Tapi, kemarin Julia langsung di konfirmasi oleh Abi, kalau yang jalan dengan Julia itu adalah kakak pertama Abi. Dan, kalau tidak percaya, kalian boleh kok melipir di akun kakak pertama nya Abi. Dia juga ada memosting kebersamaan nya dengan Julia disana. Dengan baju yang sama dan tempat yang sama." Jelas salah seorang siswa panjang lebar.
"Berarti benaran, kalau Julia itu di fitnah ya. Hebat juga orang yang negefitnah."
"Iya tuh. Saudaranya pula yang ngefitanah. Bukannya ngebantuin, eh malah menambah masalah." Ujar mereka melipir kemana-mana.
Padahal mereka sedang membahas Karina yang berjalan dengan om-om. Bahkan, tak hanya satu foto Karina yang di screenshot oleh mereka, tapi ada beberapa foto yang memperlihatkan Karina jalan dengan orang yang berbeda.
Sementara yang menjadi bahan omongan saat ini sudah mengamuk. Pasalnya, ia tidak pernah memposting foto tersebut, bahkan, dirinya juga tak memiliki foto-foto yang akan memudahkan orang untuk menemukan kebusukannya.
"Sialan !!! Kenapa bisa jadi seperti ini sih..!!! Siapa yang sudah membocorkan foto-foto itu. Aku berjanji akan menuntut orang tersebut dengan pencemaran nama baik." Ujar Karina dengan marah. Karena tidak ingin dianggap membenarkan masalah tersebut. Karina langsung bergabung mengkonfirmasi foto tersebut tentu saja dengan ungkapan yang tidak benar.
"Maaf teman-teman. Saya adalah Karina yang ada di foto tersebut. Tapi jujur aku tidak melakukan hal itu. Pasti ada yang berusaha memfitnah aku. Kalian kan tahu sendiri, bahwa aku adalah seorang gadis yang polos dan tidak terlalu ikut campur dengan urusan orang lain. Barangkali ada yang dendam padaku. Jadi aku ingin mengatakan yang sebenarnya, kalau aku tidak pernah melakukan hal yang memerlukan seperti itu. Aku janji akan menemukan orangnya dan akan kutunjukkan kepada kalian semua." Ujar Karina mengkonfirmasi hal itu di dalam huruf sekolah.
"Iya tuh. kamu memang tidak pernah membuat masalah di sekolah. Tapi kan Siapa yang tahu, saat kamu berada di belakang kami. Lagi pula kami kan tidak melihat aktivitasmu selesai pulang sekolah." Jawab salah satu siswa yang ada di sana.
"Betul itu, jangan-jangan yang ngomongin foto tersebut adalah salah satu klien kamu hahaha.. mungkin dia merasa rugi karena membiayai hidup kamu. Atau kamu tidak pernah melayaninya dengan baik di atas ranjang." Timpal yang lain membuat Karina semakin meradang membaca isi cerita tersebut.
"Sialan orang itu !! Aku pasti akan mencari orang yang sudah mencemari kan nama baikku. Pasti.." ujar Karina lagi.
***