JULIA

JULIA
125. ternyata masih memikirkan mamanya



"Dan karena itu pula kamu mengatakan bahwa Putri yang kamu lahirkan dengan bersimbah darah itu, adalah Putri pembawa sial. Sudahlah ma, Jangan bahas ini lagi. Pikirkan saja bagaimana kondisi Putri kesayanganmu saat ini. Dan papa harap tidak usah memikirkan Julia seperti sebelumnya." Ujar Tuan Sanjaya menusuk di relung hati nyonya Ratih.


Nyonya Ratih yang mendengar penuturan suaminya pun langsung membungkam dan sekaligus menunjukkan kepalanya. Sungguh kodratnya sebagai seorang ibu yang baik telah tergeser dari dirinya. karena telah membedakan kasih sayang yang ia berikan kepada kedua putrinya.


Nyonya Ratih mati-matian memberikan kasih sayang dan perhatian kepada putri kembarnya, namun apa balasannya, mereka malah mempermalukan dirinya dan membuang kotoran di wajahnya dengan kelakuan mereka. Berbeda dengan Julia yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. tapi melihat respon dan tingkah suaminya, sepertinya Putri tengahnya itu baik-baik saja dan hidup dengan baik pula.


(Iya aku salah.. walaupun begitu Julia juga adalah putriku. Mungkin saat ini papa masih marah denganku.. jadi aku pelan-pelan saja untuk membujuknya. Aku yakin suatu saat nanti pasti bertemu dengan putriku..) batin Nyonya Ratih lagi.


Sementara itu Raka dan juga Ridho saat ini telah berbincang-bincang dengan Julia. Banyak hal yang Raka dan Ridho tanyakan kepada adiknya seputar kehidupan sang adik. sementara untuk masalah Brian mereka tak menyinggungnya sama sekali. Mereka cukup yakin pasti adik mereka masih merasa sedih walaupun nyatanya orang yang disukainya tidak menjadi miliknya.


"Kamu yakin nggak ada gebetan di sana dek..?? Jangan cuma pikirkan bisnis dan bisnis saja, nanti jadinya perawan tua lagi.." ujar Ridho mempercandai Julia.


"Ih elah.. nggak kebalik itu Kak..?? Seharusnya Julia yang ngomong seperti itu sama kakak. Kakak nggak kepikiran gitu cari jodoh, biar nggak karatan sekaligus ada yang melayani. Lagi pula kan Julia masih berada jauh di bawah Kakak dan belum pantas untuk menikah hehehe.." ujar Julia lagi.


"Betul itu, kalaupun Adik udah punya pacar mereka semua harus seleksi melalui kita dulu. Kalau tidak cocok Jangan diterima otomatis di diskualifikasi." Ujar Raka kepada adiknya itu. Mereka semua mendengar obrolan tersebut setelah Raka mengatakan hal itu terdengar suara kekehan kecil dari sana.


"Oh ya Kak, Bagaimana kabar Mama sama yang lainnya juga.. semoga di sana kalian sehat-sehat ya.. jangan lupa bilang juga sama papa jangan terlalu banyak pikiran nanti depresi lagi.." ujar Julia lagi memperingati raka dengan ucapannya. Nyonya Ratih yang Mendengar pembicaraan tersebut karena Raka berbincang dalam telepon dengan loundspeaker, jadi semua orang dapat mendengar suara Julia.


Tak dapat dipungkiri Nyonya Ratih sendiri senang ketika mendengar penuturan anak yang diabaikan yaitu selama bertahun-tahun.


(Ternyata kamu masih memikirkan kesehatan Mama nak.. Mama pikir kamu marah dan dendam pada mama.. hiks.. maafkan Mama sayang..) batin Nyonya Ratih.


 Ia tak bisa dan kehilangan kata untuk mengekspresikan perasaannya seperti apa. Nyonya Ratih juga pernah berpikir bahwa Sang Putri pasti sangat membencinya setelah apa yang pernah ia lakukan di masa lalu. tapi, Ternyata semua dugaannya hanyalah sekedar dugaan saja.


Julia sama sekali tak menaruh rasa dendam ataupun benci di dalamnya. Bahkan dengan entengnya dia menanyakan kabar mamanya dan yang lain. Lalu ia bertanya-tanya kembali bagaimana putrinya itu bisa hidup di luar sana. Karena sampai sekarang Nyonya Ratih belum menemukan video apapun mengenai Julia yang nyatanya adalah seorang selebgram yang cukup terkenal. Mungkin karena logaritma YouTube benar-benar tak ingin membocorkan videonya kepada nyonya Ratih atau keluarga Kusuma lainnya.


"Iya dek kamu juga sehat-sehat di sana ya.. waalaikumsalam.." setelah itu panggilan Mereka pun langsung berakhir.


Raka dan Ridho tersenyum senang karena mereka telah mengobrol ringan dan perlahan-lahan mereka mulai akrab walaupun Julia masih belum terlalu terbuka dengan kehidupannya kepada kedua kakaknya ataupun bapaknya itu. Yang pasti hubungan mereka saat ini sudah memiliki kemajuan.


Hari-hari pun telah berlalu, Nyonya Ratih tidak lagi membantah apa yang dikatakan suaminya dan sekaligus diarahkan olehnya. Nyonya Ratih perlahan-lahan pun mulai meminta kepada sang suami untuk menceritakan sedikit kisah tentang anak tengah mereka yang sempat ia katakan anak pembawa sial.


Tuan Sanjaya, karena sudah berhubungan baik lagi dengan sang istri akhirnya ia mulai menceritakan pelan-pelan mengenai kisah dan perjalanan Putri mereka itu. Bahkan Tuan Sanjaya menceritakan mengenai Julia yang telah sukses mengembangkan bisnis rumah makan dan juga mengambil jurusan kuliah 2 sekaligus.


Nyonya Ratih yang mendengarkan cerita tersebut membuat hati Nyonya Ratih menjadi sakit. ternyata anak yang dianggapnya pembawa sial dan sumber masalah bagi keluarganya malah menjadi orang sukses saat sekarang ini berbeda dengan anak yang selalu ia bela-bela dan sayangi setiap saat. ternyata malah berperilaku tidak sopan dan bahkan menjajalkan dirinya di luar sana.


"Apakah ini yang dikatakan penyesalan yang datang terlambat ya pa.. Mama sungguh tidak menyangka anak yang dahulunya Mama abaikan dan bahkan Mama sebut pembawa sial, kini telah menjadi seorang selebgram yang sukses dan bahkan merangkum sebagai pembisnis rumah makan. Ia bahkan telah hidup bahagia dengan caranya sendiri dan tidak membutuhkan Mama yang pilih kasih ini." Ujar Nyonya Ratih dengan suara yang begitu pelan dan juga menyedihkan.


Tuan Sanjaya yang mendengar penuturan Nyonya Ratih seperti itu membenarkan, dan Tuan Sanjaya sendiri memilih untuk diam saja. Yang penting saat ini hubungan mereka baik-baik saja tinggal bagaimana nanti mendamaikan Julia dan mempertemukannya dengan Nyonya Ratih. Namun terlepas dari itu semuanya tetap akan diserahkan ke tangan Julia.


Penyesalan Nyonya Ratih juga tak jauh berbeda dengan Tuan Baskoro yang juga merasa malu akibat kelakuan salah satu cucunya yang menyimpang. Bahkan ia mendengar desas-desus dari luar yang menggunjing keluarga besar Kusuma yang mengatakan bahwa keluarga besar itu terlihat sangat harmonis ternyata bobrok juga.


***


berhari-hari terlewati juga, Julia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tepi laut berharap Brian yang terkubur di dalam air laut dapat melihat dirinya lagi.


"aku datang mengunjungimu lagi kak. kamu apa kabar..?? kamu pasti sudah sangat bahagia ya. aku juga akan berusaha mencoba untuk bahagia walaupun tanpa kamu di sini, dan walaupun tanpa kita menjalin hubungan. aku hanya berdoa mudah-mudahan kamu di sana mendapatkan kebahagiaan yang kamu inginkan. walaupun akhirnya kamu tidak menjadi milikku, namun cinta diantara kita juga akan terus terjalin walau berbeda dimensi. kamu akan tetap ada di dalam hatiku." ujar Julia lagi.