JULIA

JULIA
43. beli hp baru



Nyonya salsa pun langsung melerai pelukan mereka dan tersenyum.


"Iya sayang, buruan sana ganti baju. Kemudian pergilah ke mall jalan-jalan bersama Abi. Dan bawa ini, beli saja apapun yang kamu mau ya nak. Oh iya, hari ini kamarmu sudah siap direnovasi, jadi nanti sudah bisa ditinggalin." Ujar nyonya salsa mengatakan dan menyampaikan hal itu kepada Julia. Julia pun tersenyum dan langsung mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya pada nama salsa.


"Tidak perlu sungkan seperti itu sayang. Mama kan sudah bilang kalau mama sangat tulus menyayangimu."ujar nyonya salsa lagi yang langsung dibalas anggukan kepala dari Julia.


"Ya sudah sana, kalian ganti baju gih. Sebelum pergi jangan lupa makan siang dulu.." ujar nyonya salsa memperingati anak-anaknya.


"Untuk makan siang, kita makan siang di luar aja lah ma. Cari suasana baru lah... Iya kan dek.." ujar Abi sambil menarik turunkan alisnya. Nyonya salsa pun hanya mampu menghela nafas saja.


"Ya sudah terserah kalian saja. Yang penting untuk mama itu jangan lupa makan siang. Sudah sana, Mama mau lanjut baca dulu." Ujar nyonya salsa lagi.


"Oke mamaku yang cantik." Setelah itu Abi dan Julia pun langsung meninggalkan nyonya salsa yang kembali membaca beberapa buku yang menurutnya itu penting.


Sesampainya Abi dan Julia di kamar mereka, dengan cepat langsung berganti pakaian yang layak. Karena hari ini mereka akan pergi jalan-jalan ke mall. Selepas itu mereka Langsung turun, sekaligus pamitan kepada nyonya salsa dan langsung tancap keras pergi jalan-jalan.


untuk masalah yang terjadi di sekolah. Abi dan Julia akan menganggap ini selesai. karena, menurut mereka, lebih baik mereka fokus memperbaiki diri, ketimbang harus meladeni dan membalas.


***


Mereka pun sampai di mall. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengajak Julia untuk mencari handphone baru untuknya.


"Dek, kita cari handphone baru dulu ya untukmu. Setelah itu baru kita jalan-jalan oke." Ujar Abi kepada adiknya Julia.


Julia pun menganggukkan kepalanya menurut saja apa yang dikatakan kaptennya itu. Dengan segera Abi menggandeng tangan Julia dan masuk ke dalam mall tersebut. Mereka segera berjalan menghampiri salah satu tempat langganan dirinya membeli HP.


"Permisi kak, Kami mau beli HP dong." Ujar Abi kepada mbak-mbak salesnya.


"silahkan mas, HP merk apa mas..??" Tanya si mbak-mbak dengan sopan. Abi pun langsung menyampaikan merk HP yang ia inginkan. Apalagi kalau bukan merek HP yang sedang booming yang berlogo apel itu. Setelah itu mbak-mbak salesnya pun langsung mengambilkan HP yang diminta oleh Abi.


"Ini barangnya mas silakan dicek dulu.." ujar mbak-mbak salesnya. Abi pun langsung mengambil hp tersebut dan mengotak-atiknya kemudian setelah merasa bahwa barang ini cocok untuk adiknya, dengan segera langsung membungkusnya. Bahkan HP itu berjumlah kisaran satu motor mewah.


***


Waktu pulang pun bagi anak-anak sekolah akhirnya tiba. Di depan gerbang sekolah, sudah ada Aliando yang menunggu kedatangan adik sepupunya dan sekaligus Abi. Namun nyatanya, orang yang ditunggu-tunggu tak kunjung terlihat. Aliando yang masih berada dalam mobil memutuskan untuk menghubungi sang adik.


Tut


"Halo. Di mana bi. ?? Kakak sudah di depan untuk jemput Julia.." ujar Aliando di dalam telepon.


"Oh iya kak, Kami sedang tidak di sekolah hari ini. Nanti kami akan ke restoran kakak saja bagaimana..??" Ujar Abi sambil bertanya kepada kakaknya itu. Aliando pun mengerutkan keningnya. Bukankah adik dan adik sepupunya itu seharusnya baru pulang sekolah..?? Tapi kenapa keduanya malah sudah berada di luar..??


"Ya sudah kalau begitu. Kakak tunggu kalian di restoran ya.. ajak adik sekalian Jangan datang sendiri karena kamu tidak laku. dan juga tidak di butuhkan" Ujar Aliando lagi kepada adiknya.


Sementara di tempat lain. Abi yang masih berada di mall bersama dengan adik sepupunya itu mengumpat pelan pada teleponnya.


"Dasar Kakak nggak ada akhlak. Main mati aja.." seru Abi mendadak jadi kesal kepada kakak keduanya itu. Sementara Julia tidak mempedulikan kakak sepupu yang mengumpat pelan, Ia malah fokus pada es krim yang barusan tadi mereka beli.


"Dek, kita langsung ke restorannya Abang Aliando ya. Tadi Bang Aliando baru saja nelpon Abang suruh kita ke sana." Ujar Abi lagi dengan ekspresi betek.


ia masih kesal dengan penuturan sang Abang yang mengatakan bahwa dirinya tidak laku. Julia pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah kakak sepupu dan mengangguk. Tapi nyatanya Julia penasaran dengan raut wajah sang kakak sepupu yang terlihat bete seperti itu.


"Lah !! Abang kenapa..?? Kok wajahnya terlihat betek kayak gitu..??" Tanya Julia dengan ekspresi lucu membuat Abi menjadi gema sendiri. ia tersenyum melihat ekspresi dan raut wajah sang adik.


"Nggak papa sayang. Ya udah yuk kita berangkat sekarang.." ujar Abi lagi.


Mereka pun langsung meninggalkan mall dan pergi ke restoran Aliando. Sesampainya mereka di sana, Julia dibuat terkagum-kagum melihat interior restoran yang dibangun oleh Kakak sepupunya itu. Ini adalah restoran pelangi yang sering dikunjungi oleh keluarga besar mereka jika ada perkumpulan keluarga.


"Wah !! mewah sekali restoran ini..?? Apa restoran ini punya Aliando Bang Abi..??" Tanya Julia kepada Abimanyu yang sudah bersiap turun dari mobilnya. Abi pun tersenyum mendengar penuturan sang adik sepupu dan menganggukkan kepalanya.


"Iya, ini restoran pelangi milik Kak Aliando." Ujar abi.


Ia tak bertanya kenapa ? sepertinya Julia di buat terkagum-kagum melihat rumah makan sang kakaknya. Karena Abimanyu tahu bahwa setiap ada pertemuan dan perkumpulan keluarga besar mereka, Julia sama sekali tidak akan diajak bergabung pada pertemuan itu.


Jadi wajar saja kalau Julia tidak mengetahui bahwa restoran pelangi yang sering mereka datangi adalah milik saudara mereka. Sementara Julia yang menyadari bahwa restoran inilah yang sering keluarganya kunjungi ketika ada pertemuan sekeluarga mereka, membuat Julia tak bisa bereaksi apa-apa. Toh memang seperti itu adanya.


"Ya udah yuk turun. Abang pasti udah nungguin kita di dalam.." ujar abis sambil mengusap pelan kepala adiknya itu.


Abi tahu pasti Julia tengah memikirkan sesuatu di kepalanya. Tapi Abi tidak ingin memancing apapun, yang pasti akan membuat hati Julia menjadi sesak.


Julia pun menganggukkan kepalanya. Mereka berdua turun dari dalam mobil dan bergandengan masuk ke dalam restoran. Saat masuk mereka disambut dengan Rama oleh satpamnya.


"Selamat datang tuan muda Abi... Dan nona..-" ucapan satpam itu menggantung di udara. Ia tentu tak mengenal Julia.


"Julia, dia adikku." Ujar Abi dengan ramah. Satpam itu pun mengangguk kan kepalanya mengerti, kemudian tersenyum.


"Oh.. kalau begitu, silahkan masuk tuan dan Nona." Ujar satpam itu lagi. Keduanya pun langsung bergegas masuk, dan pergi menuju ruangan Aliando yang dari tadi sudah menunggu mereka.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Aliando yang sedang membaca surat proposal usaha kerjasama dengan Julia, langsung menegakkan kepalanya dan berseru.


"Masuk" ujarnya


Ceklek