JULIA

JULIA
121. perempuan pelacur tidak cocok dengan Putra ku



Melodi yang mendengarkan penuturan Tuan Herman itu tidak langsung menyerah. melodi masih berusaha meyakinkan Tuan Herman bahwa dirinya adalah perempuan yang pantas untuk Brian.


"Paman nggak bisa seperti itu dong paman.. aku sama Kak Brian itu sudah cocok dan tidak ada lagi perempuan yang cocok sama Kak Brian selain aku paman. Lagi pula, kami itu sudah saling mengenal sajak dari kecil. jadi Paman tidak ada alasan untuk tidak merestui hubungan kami." Ujar melodi dengan tidak tahu dirinya.


Tuan Herman yang mendengar penuturan melodi itu langsung tersenyum sinis. Tuan Herman tidak habis pikir, ternyata ada perempuan di dunia ini yang memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi seperti melodi Ini contohnya.


"Apa kamu bilang.!! Kamu dan Brian adalah pasangan yang cocok..?? Tentu saja tidak.!! Karena Putra Saya bukan seorang gigolo yang akan menjual dan menjajalkan dirinya ke sembarang perempuan, tidak seperti kamu.!! Perempuan yang katanya terhormat, tetapi di luar sana jajan sembarangan dan jadi perempuan gatal. dan dengan mudahnya kamu mengatakan, kalau kamu cocok dengan Putra saya..?? itu tidak sama sekali. Jujur saja, saya tidak ingin mengatakan hal ini kepadamu. tetapi sampai saat ini, kamu juga belum mengerti arti dirimu bagi Brian. Kamu menginginkan Brian, yang anak saya tidak pernah berulah di luar sana ataupun melakukan hal-hal tindakan asusila seperti dirimu, dan tentu saja tidak cocok untuk disandingkan denganmu sebagai perempuan pelacur. Apalagi Saya dan istri saya tidak ingin memiliki menantu seperti itu. Dan aku harap, kamu mengerti dengan ucapan saya dan jangan pernah datang ke sini lagi atau saya akan menuntut kamu atas perbuatan tidak menyenangkan sehingga mengganggu kenyamanan kami di sini. Sekarang kamu pulang saja dan jangan bermimpi untuk bersanding dengan Putra Saya lagi. Karena hal itu tidak akan pernah terjadi." Ujar Tuan Herman langsung mengatakan hal-hal yang memang Tidak sepantasnya ia katakan.


Tapi mau bagaimana lagi. Ia cukup geram dan sudah sangat malas meneladani anak manja ini. Setelah mengatakan hal itu kepada melodi, tanpa mengatakan dan mendengar apapun lagi dari mulut melodi, Tuan Herman Langsung kembali masuk ke dalam kediaman tersebut. Sementara melodi masih ternganga tak percaya mendapati kenyataan bahwa Tuan Herman telah mengetahui apa saja yang ia lakukan di luar sana.


"Tidak. tidak.. paman..!! Paman aku mohon !! Paman aku sangat mencintai kak Brian paman !!!" Teriak melodi namun tidak dihiraukan oleh Tuan Herman.


Bahkan suara melodi hampir habis dibuatnya. Tuan Herman sendiri kembali masuk ke dalam kamar di mana istrinya berada. Saat ini istrinya sedang tidak baik-baik saja karena memiliki banyak pikiran sekaligus merasa bersalah kepada putranya yang selalu menyodorkan melodi untuk dijadikan sebagai pendamping. Ia juga menyesal tidak mendengarkan penolakan dari Sang putra sampai akhirnya saat ini nyonya Sofia tidak mengetahui keberadaannya.


"Suamiku..!! Mama sangat merindukan Brian !! Tolong cari dan temukan Putra kita suamiku !! Mama janji Mama tidak akan memaksanya lagi untuk menikah dengan orang lain !!" Ujar Nyonya Sofia kepada suaminya.


"Mama yakin tidak akan memaksakan kehendak kepada Brian..??" tanya Tuan Herman kepada istrinya. bukan apa-apa, Tuan Herman hanya ingin memastikan saja apa yang dikatakan oleh sang istri benar adanya. istrinya telah menyesal dan tidak akan memaksa putranya lagi untuk menjodohkannya dengan orang lain.


"Iya pah, Mama janji.. Mama akan terima semua keputusan Brian walaupun kedepannya Mama tidak suka." ujar Nyonya Sofia berwajah sayu. apalagi saat ini nyonya Sofia benar-benar tidak bertenaga karena terlalu lelah dari rasa sakitnya itu.


"Ya sudah kalau begitu.. papa coba hubungi dulu ya."ujar Tuan Herman lagi dan langsung dibalas oleh anggukan kepala dari sang istri.


Tuan Herman merasa kasihan melihat kondisi istrinya. Tuan Herman sendiri telah tahu di mana putranya saat ini. hanya saja, Brian memang tidak memutuskan untuk pulang sebelum ibunya mengurungkan niatnya untuk menjodohkan dirinya dengan melodi. Akhirnya, Tuan Herman mengambil handphonenya dan langsung menghubungi nomor putranya. tak menunggu waktu lama kau bilang itu pun langsung tersambung.


"Halo assalamualaikum pah.." ujar Brian dari Sabrang telepon.


 nyonya Sofia yang mendengar suara putranya langsung tersenyum senang. namun ia memilih untuk tidak gegabah, biarkan saja suaminya yang berbicara.


"Pulanglah. Mama sudah menyadari kesalahannya dan tidak akan memaksamu lagi atau menjodohkan mu dengan melodi. Saat ini, Mama juga sedang sakit. jadi papa harap kamu bisa pulang secepatnya untuk menjenguk mama dan berbicara dengannya. sebelum kamu kembali lagi ke tempatmu, karena papa tahu kamu sudah kuliah di sana kan.." ujar Tuan Herman lagi kepada putranya. Brian yang mendengar penuturan Tuan Herman yang mengatakan bahwa mamanya sedang sakit tentu saja menjadi panik.


"Apa Mama sakit pa... Mama sakit apa..??.. ya udah pah nanti Brian akan langsung berangkat saja.." ujar Brian lagi dengan suara paniknya. Setelah itu Brian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Sudah. papa sudah menyampaikannya, jadi mama bisa tenang.. kita tinggal tunggu kedatangan anak itu lagi. jadi Mama tidak perlu kepikiran oke..." Tuan Herman kepada istrinya akhirnya Nyonya Sofia bernafas lega dan menganggukkan kepalanya. Tuan Herman langsung meninggalkan satu kecupan di kandang istrinya itu dan kemudian menyuruh sang istri untuk beristirahat.


"Ya sudah sekarang Mama istirahat ya.. papa di sini mengerjakan beberapa pekerjaan kantor. nanti kalau ada apa-apa Mama minta tolong saja sama papa." ujar Tuan Herman lagi kepada istrinya. Nyonya Sofia pun menganggukkan kepalanya. dengan segera Tuan Herman langsung memperbaiki selimut sang istri dan kemudian kembali bekerja di mejanya yang tak jauh dengan ranjang mereka.


***


Sementara di posisi lain, Brian yang saat ini tengah berbicara berdua bersama Julia yang juga mendapat kabar mengenai Nyonya Sofia yang jatuh sakit menjadi sedikit panik. Julia yang belum mengetahui apa-apa pun langsung bertanya.


"Ada apa kak..?? Kakak kenapa panik seperti itu..??" Tanya Julia kepada Brian. yang mana, saat ini mereka sedang berada di luar untuk menghabiskan waktu bersama. Sekaligus Brian juga ingin mengutarakan niatnya walaupun berkali-kali ditolak oleh Julia.


"Aku baru saja mendapatkan telepon dari papa dan mengatakan Mama sedang sakit. Julia, kakak ingin pulang ke Jakarta untuk menjenguk mama dulu. Kakak takut penyakit mama cukup parah. Kakak akan putuskan berangkat hari ini, tapi sebelum itu, ada hal yang ingin Kakak sampaikan kepadamu.." ujar Brian kepada Julia. Julia yang mendengar penuturan Brian itu pun juga ikut terkejut.


"Astaga.. Ya sudah, Kakak tunggu apa lagi. buruan pulang dan siap-siap. bukannya kakaknya berangkat sekarang.. untuk hal yang Kakak sampaikan nanti saja.." ujar Julia lagi ikutan panik. namun Brian tidak mengindahkan perkataan Julia.