
Tapi, nyatanya kepalanya malah tambah berdenyut sakit memikirkan nya. pejal yang menyadari hal itu langsung menjadi cemas.
"mas tidak perlu memaksa untuk memikirkan apapun. pelan-pelan saja. semuanya cepat atau lambat, pasti akan mas ingat lagi." ujar pejal menenangkan Brian. akhirnya Brian sedikit merasa tenang.
"baiklah kalau begitu. maaf merepotkan mas pejal nanti. dan terimakasih banyak sudah merawat saya." ujar Brian lagi dengan senyum tipis.
pejal sendiri cukup senang melihat bahwa orang yang mereka tolong beramai-ramai di tepi pantai telah membuka matanya. Bryan menganggukkan kepalanya dan tersenyum ramah.
"Sama-sama mas. sebaiknya mas istirahat saja terlebih dahulu." ujarnya lagi.
Flashback saat terjadi kecelakaan pesawat
Saat itu, Brian langsung memasuki pesawat dan duduk di tempat sesuai dengan tiketnya. Ia menatap kaca jendela dari luar pesawat seolah dia merasa bimbang dan khawatir meninggalkan Julia sendiri di negeri orang.
"Lia. Jaga diri baik-baik, aku kembali ke Jakarta dulu. Aku tidak akan lama. dan setelah urusan selesai, aku pasti akan datang menemui mu kembali." Gumamnya sambil tersenyum manis.
Akhirnya pesawat pun segera diberangkatkan dengan tujuan Jakarta. Setelah hampir sampai, tiba-tiba di dalam pesawat terdengar ledakan yang sangat mengerikan. ledakannya berasal dari belakang pesawat. Di sana semua penumpang menjadi panik dan berteriak histeris.
sedangkan disana, pilotnya berusaha untuk menjaga dan mengondisikan tetapi tetap saja kecelakaan tetap akan terjadi. Saat itu, tiba-tiba, tepat di posisi kursi Bryan, terjadi retakan badan pesawat sehingga membuat pesawat itu terbelah. Brian yang ada di sampingnya langsung terbuang melayang hingga jatuh ke perairan.
Brian yang masih sadar berusaha untuk melepaskan belitan seatbel yang dipasang dari kursi itu. Karena kondisi kursi yang berat sehingga mampu menyeret dirinya dengan cepat ke dasar laut. namun dengan usaha dan kerja keras, akhirnya Brian berhasil menyelamatkan diri.
namun, ternyata ia sudah tidak tahan lagi karena kehabisan nafas serta tenaga dan akhirnya Brian pingsan. entah bagaimana caranya, tubuhnya mulai mengapung dan terombang-ambing di lautan itu, sampai akhirnya ia berada di pinggir pantai dan ditemukan oleh warga yang ada di Desa nelayan yang bermukiman di tepi pantai tersebut.
Flashback off
Brian dan pejal pun kembali ingin memejamkan mata mereka untuk tidur karena saat ini waktu masih menunjukkan jam 03.00 Subuh. Sementara sebelum Bryan terlelap kembali. tiba-tiba, sekelembat ingatan muncul di kepalanya. dan ia langsung teringat dengan keluarga dan juga perempuan yang sangat dicintainya yang saat ini pasti mereka sedang mengkhawatirkannya.
"ah.. Maafkan Aku, Julia Aku mencintaimu dan tunggu Kakak kembali. Untuk mama dan papa, aku pasti akan segera pulang setelah kondisiku baik." Batin Brian sebelum akhirnya mulai tenggelam ke alam mimpinya. Karena sepertinya Ia memang harus banyak beristirahat untuk memulihkan kembali kondisinya.
dan Brian bersyukur, karena dirinya masih dapat mengingat siapa dirinya sebenarnya dan orang-orang terdekatnya.
***
sebelum mimpi itu berakhir, Bryan sempat mengatakan bahwa dirinya begitu sangat mencintai Julia. Dan saat Julia ingin menggapai dan memeluk tubuh Bryan, tapi ternyata bayangan itu segera menghilang sehingga membuat Julia memanggil nama tersebut.
"Kak Brian !!!" Teriak Julia dalam tidurnya dan langsung terbang. Ia terbangun dan langsung mengambil posisi duduk dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Astaghfirullahaladzim...hos~hos~ " untuk menormalkan detak jantungnya yang berdetak, Ia pun langsung mengambil segelas air minum yang sengaja diletakkan di atas nakas di samping tempat tidurnya dan meneguk air itu sampai habis. setelah itu kembali meletakkan gelas kosong itu. Julia menyugar rambutnya.
"Astaga, kenapa aku tiba-tiba memimpikan Kak Brian setelah beberapa bulan lamanya. Jantung aku juga deg-degan apa jangan-jangan...??" Julia mulai mengeluarkan persepsinya, namun itu tidak lama karena akhirnya Julia kembali pada akal sehatnya.
"Tidak-tidak. ini tidak mungkin.. tapi aku berharap ini nyata.. hiks.. Kak ternyata aku sangat merindukanmu, Aku berusaha untuk mengelabui perasaanku untuk melupakanmu. tetapi, rasa rinduku malah tumbuh sehingga tak mampu dan lagi. Aku tahu di dunia ini tidak ada yang mustahil, Dan aku harap kakak juga baik-baik saja. Hiks.." ujar Julia dengan perasaan sedih.
Akhirnya Juli memutuskan untuk kembali tidur dan menenangkan pikirannya. Tapi, sebelum itu. tak lupa dirinya melantunkan doa untuk dirinya dan juga Brian yang ia anggap telah tenang di sana. Setelah itu, baru ia langsung tidur kembali. walaupun matanya sudah tidak bisa terlelap lagi.
Dan karena Julia sudah tidak bisa menutup matanya lagi, akibat memikirkan Brian dan juga mimpi yang barusan tadi menyapa dirinya. akhirnya Julia bangkit dari posisi tidurnya kembali dan berjalan menghidupkan lampu. Setelah itu, ia membuka laci dan mengambil sebuah foto figuran Brian di sana. Julia mengambil foto itu dan mendudukkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur.
"Kak aku kangen..." Ujar Julia sambil mengusap foto tersebut. Satu tetes air mata juga jatuh.
Ia bertanya-tanya dalam hatinya, Kenapa ia sama sekali tak beruntung dalam masalah cinta. Di saat dirinya sudah mau menerima Brian setelah melihat perjuangan Brian untuk meluluhkannya, tetapi akhirnya Brian malah meninggalkannya dengan cara seperti ini.
Tapi Julia tak pernah menyalahkan Brian, karena Julia tahu, musibah ini terjadi atas kehendak Yang maha kuasa. seorang hamba hanya perlu bertawakal menyerahkan diri kepada sang pencipta dan menebarkan kebaikan saja, serta menjalani takdir yang telah ditentukan.
Setelah julia puas memandangi foto figuran Brian di sana, akhirnya Julia memutuskan untuk membuka laptopnya dan bekerja, serta mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai dan juga mengerjakan beberapa tugas kuliahnya. Ia melakukan hal itu agar dirinya terhindar dari pikiran yang selalu dihantui oleh bayangan bayangan Brian.
***
esok harinya pun menjelang. Brian membuka matanya akibat pancaran sinar matahari yang menerobos masuk melalui sela-sela rumah kayu itu. Di sana ia sudah tidak menemukan keberadaan pajal.
"Ugh... Di mana mas pejal..?? " Ujar Brian mengamati lingkungan sekitarnya. karena tidak kunjung menemukan keberadaan pejal, ia kembali terbaring karena belum mampu untuk mendudukan dirinya. Ia mulai kembali memikirkan kronologi terjadinya kecelakaan pesawat sehingga menyebabkan dirinya dalam keadaan seperti ini.
"Aku tidak menyangka. ternyata dalam tragedi itu aku masih bisa selamat. Padahal setiap ada kecelakaan pesawat, Tak ada satupun yang bisa selamat baik itu kecelakaan di darat maupun di lautan. Terima kasih Tuhan, telah memberikanku kesempatan. Aku ingin mengejar cintaku dan membahagiakan orang-orang di sekitarku. Mudah-mudahan mereka di sana tidak terlalu sedih sampai aku kembali." Batin Brian lagi memikirkan mengenai Julia dan keluarganya serta orang-orang terdekatnya.