JULIA

JULIA
48. hasil didikan tuan Sanjaya



meta dan Mita. setelah mendapat teguran dari sang kakek, bukannya tersadar kalau yang mereka lakukan itu adalah salah, mereka malah bertambah benci kepada Julia.


Kenapa mereka berdua bisa seperti itu. ? Padahal sebelum-sebelumnya mereka hanya mengabaikan Julia saja tanpa melakukan apapun yang mungkin akan lebih menyakiti saudara mereka itu.


Tapi sekarang, entah kenapa rasa benci dalam diri mereka tumbuh begitu saja. Jawabannya hanya satu, walaupun mereka tidak menunjukkan ketertarikan atau kebencian kepada Julia, tapi mereka juga terlalu cemburu jika Julia diperhatikan atau dapat pengertian dari orang-orang terdekat mereka. Dan karena sifat yang tercela sedikit itulah, yang membuat meta dan Mita menjadi seperti ini.


(Kurang ajar kamu Julia, lihat saja aku akan menyingkirkanmu dalam keluarga ini. Kamu itu cuma benalu yang nggak tahu diri.): Ujar meta dalam hatinya.


Ia juga mengepalkan tangannya dengan kuat karena rasa emosi begitu cepat menguasai hatinya. namun tentu saja, untuk saat ini tidak bisa ia lampiaskan.


Sementara Mita yang berada di sampingnya hanya diam saja, ia tak bisa melakukan apapun. Ia juga sadar kalau mereka sudah melangkah terlalu jauh menyakiti saudara mereka sendiri, namun Mita sendiri terlalu gengsi untuk meminta maaf kepada saudaranya. saat suasana hening itu, tiba-tiba tuan Sanjaya mengeluarkan suaranya.


"Kalian berdua benar-benar membuat papa kecewa. Papa pikir kalian akan sama bertindak seperti kedua Kakak kalian yang lain. Kalian tahu kan, saat ini kita sedang berusaha memperbaiki hubungan kita dengan kakak kalian Julia..?? Tapi tega-teganya kalian melakukan hal ini kepada saudara kalian sendiri. apalagi dia kakak kandung kalian." Ujar Tuan Sanjaya kepada anak-anaknya kala itu.


Mita dan Mita langsung mengangkat kepala mereka dan melihat ke arah sang ayah yang sepertinya menampilkan kekecewaan di wajahnya. tuan Sanjaya mengusap wajah dengan kasar dan menarik nafasnya dengan gusar.


"Tapi kalian tidak salah. Ini salah papa karena sudah mengajarkan kalian untuk tidak menghormati saudara kalian sendiri. Papa benar-benar tidak becus menjadi orang tua." Ujar Tuan Sanjaya kembali dengan suara yang begitu pelan dan penuh kekecewaan.


"seharusnya, papa mengajarkan kepada kalian, bagaimana kalian semua harus saling melindungi, menyayangi satu sama lain. tidak seperti sekarang ini." ujar tuan Sanjaya lagi. apakah, saat ini, kita bisa mengatakan bahwa tuan Sanjaya sedang menyesal. ?


Tentu saja Tuan Sanjaya memahami, Bagaimana dulunya ia memanjakan kedua si kembar ini. Dan juga bagaimana ia begitu pilih kasih kepada anak tengahnya. Mita yang selaku adik, lagi-lagi tersentil dengan ucapan ayahnya itu. Sementara meta malah tambah tersulut emosi.


"Sudahlah papa.. tidak perlu mengatakan hal yang seperti itu. Memang dasarnya Kak Julia saja yang terlalu cengeng. Seharusnya dia tidak ada di keluarga kita, bikin malu saja." Ujar meta dengan ketus.


Tapi ternyata penuturan meta itu menyulut emosi dari wanita tua yang tak lain adalah nenek mereka yang masih setia berada di tempat itu. ia cukup terkejut melihat dan mendengar penuturan sang cucu yang konon katanya, cucu Kesayangan itu. namun tak memiliki Etika dan sopan santun.


Dulu, ia lebih memilih diam dan tak ingin ikut campur apa yang dilakukan oleh suaminya. Karena nyonya Rina tahu, bahwa Tuan Baskoro begitu keras kepala dan tak akan mendengarkan nasehat apapun darinya.


Tapi rasanya sekarang, cucu yang mereka sayangi dan bangga-banggakan ternyata Tak memiliki etika dan sopan santun kepada orang yang lebih tua bahkan dengan teganya memfitnah saudari mereka sendiri. dan yang paling membuat kesal, ini semua terjadi karena hasil didikan mereka.


"Nenek diam selama ini, karena nenek tidak ingin ikut campur apa yang dilakukan oleh kakek kalian. Berharap kalian semua dapat membedakan apa yang seharusnya kalian lakukan dan yang tidak kalian lakukan. Kalian berdua ini sudah dewasa, dan sudah seharusnya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi apa, kalian berdua malah membuat kekacauan yang seperti ini. Di mana hati nurani kalian !! sebagai seorang anak dan selaku adik bagi Julia. Seharusnya,.. jika kedua orang tua kalian berlaku tidak adil kepada kalian semua, kalian itu harus menegur kedua orang tua kalian itu dengan baik dan bahasa yang sopan santun. Bukan malah tambah memanas-manasi, seperti keadaan sekarang ini. Kalau sudah seperti ini, ? Siapa yang harus disalahkan. Kalian semua memang tidak masuk akal." Ujar nyonya Rina dan langsung bangkit dari posisi duduknya meninggalkan satu keluarga itu.


Tuan Sanjaya dan nyonya Ratih yang mendengar penuturan nyonya Rina hanya bisa menghela nafas mereka dengan berat. Semua yang disampaikan oleh sang ibu, tentu saja benar adanya.


Mereka terlalu memanjakan si kembar meta dan Mita, sampai akhirnya mereka berdua tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri dan tidak dapat membedakan mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang tidak seharusnya mereka lakukan. dan lebih parahnya lagi, rasa hormat kepada orang yang lebih tua pun tidak ada.


"Sudahlah !! papa jadi pusing memikirkan masalah ini. kalian berdua, Ayo kembali ke rumah !! Dan papa harap ini yang terakhir kalian memfitnah saudara kalian sendiri. Jika kedapatan kalian melakukan hal ini lagi, maka jangan harap papa akan memberikan kelonggaran kepada kalian.!! Papa akan pastikan, apa yang pernah Julia rasakan waktu di masa lalu, maka akan kalian rasakan di masa sekarang." Tekan Tuan Sanjaya lagi kepada kedua anaknya itu.


Mita yang mendengar penuturan serta ancaman dari ayahnya tentu saja merasa takut. Karena ia tahu sendiri bagaimana sang ayah menghukum Kakak mereka. Namun berbeda dengan meta, Ia malah menantang keras apa yang disampaikan oleh Tuan Sanjaya. Namun saat ini ia tidak menunjukkannya di depan sang papa.


(Lihat saja Julia, Aku tidak akan membiarkan kamu menang.) Batin meta lagi seolah kehidupan ini adalah sebuah perlombaan yang harus memiliki pemenang.


Saat itu juga, tuan Sanjaya langsung keluar dari kediaman Tuan Baskoro disusul oleh nyonya Ratih,. Tak lama si kembar meta dan meta pun juga ikut menyusul kedua orang tua mereka.


Semuanya masuk ke dalam mobil dengan suasana Hening tanpa ada yang membuka mulut untuk memulai pembicaraan. Sepertinya semuanya tengah disibukkan dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya mereka tiba di kediaman mereka.


***


Sementara itu di kediaman Tuan Antonio. Nyonya salsa, Tuan Antonio, Abi dan juga Julia. mereka tengah duduk di ruang tamu sambil bercanda untuk sekedar mengalihkan pikiran Julia dari masalah yang terjadi.