JULIA

JULIA
119. bukan lagi keluarga kusuma



Sesampainya tuan Antonio dan putranya arvin di kediaman Tuan Baskoro. Disana terlihat tuan Baskoro sedang menyeret meta dengan menggunakan tangan nya sendiri. Terlihat, meta juga meronta meminta dilepaskan oleh sang kakek.


Bugh brak


Tuan Baskoro mendorong Meta keluar dari kediamannya disusul dengan kopernya yang diseret paksa oleh sang pelayan tersebut atas perintah Tuan Baskoro. Terlihat wajah Meta begitu kacau akibat air mata yang entah sejak kapan telah membanjiri pipinya itu.


"Pergi kamu dari sini !! Dasar tidak tahu di untung !! Sudah mending kakek menyayangimu tetapi kamu malah mencoreng nama baik keluarga Kusuma. Pergi dan jangan kembali lagi saya tidak Sudi memiliki seorang cucu pelacur seperti mu. !!" Teriak Tuan Baskoro lagi di depan Tuan Antonio dan Arvin.


Flashback


Sesampainya Tuan Baskoro di kediamannya, Ia langsung mencari keberadaan meta di sana. Bahkan Tuan Baskoro berteriak ke setanan mencari keberadaan cucunya tersebut. Sehingga salah satu pelayan yang melayani dirinya mengatakan bahwa Meta berada di kamar yang sudah ia siapkan untuknya.


"maaf tuan, apakah anda mencari keberadaan nona meta..?? nona meta sedang istirahat di kamar dekat kamar tamu tuan.." ujar pelayan itu.


mendengar penuturan sang pelayan, tak menunggu waktu yang lama Tuan Baskoro langsung bergegas ke kamar tersebut. Istri dari tuan Baskoro sendiri terkejut melihat reaksi dasar suaminya itu. Dan tanpa menunggu lagi Tuan Baskoro langsung berjalan menuju kamar tersebut untuk melabrak meta.


Brak


Meta yang berusaha untuk tertidur langsung terkejut saat mendengar pintu di dobrak begitu saja oleh sang kakek. Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, tetapi tenaga dan wajahnya tidak perlu diragukan lagi. Meta langsung bangkit dari posisinya itu dan menatap heran wajah sang kakek sekaligus takut karena melihat aura yang tak pernah IA lihat dari sang kakek.


Kakek..." Lirih Meta. Sementara itu Tuan Baskoro langsung berjalan mendekat ke arah Meta dan menyeretnya dari sana. Membuat Meta kesakitan dan memohon kepada Tuan Baskoro.


"Kakek ampun sakit.. kakek aku mohon lepaskan Meta... Hiks.." Namun nyatanya Tuan Baskoro sama sekali tak bergeming. ia malah meneruskan aksinya menyeret cucu yang pernah menjadi cucu favorit dan kesayangannya.


"Kakek.. Kakak dengarkan meta dulu... Kakek tolong ini sakit.." ujar Meta lagi sambil merengek dan menangis. Tuan Baskoro pun menghentikan aksinya dan menatap tajam ke arah sang cucu.


"Dasar kamu perempuan tidak tahu diri !! Kamu ke mana kan kebaikan kakek selama ini ha !! Dan dengan teganya kamu mencoreng nama baik keluarga besar Kusuma dengan tingkah laku murahannya itu..!! Kakek memenuhi semua keinginanmu bukan berarti, kamu bisa dan seenaknya mencoreng nama baik keluarga kita. tetapi kakek memberikan harapan besar kepadamu untuk menjadikan dirimu sebagai kebanggaan keluarga besar Kusuma. Tapi apa, kebaikan kakek selama ini malah kamu sia-siakan dan berbuat seenak mu di luar sana. Dan sekarang kakek tidak ingin melihatmu lagi.. kamu pergi saja dari keluarga Kusuma. karena kami tidak ingin memelihara pelacur di rumah kami. Lagi pula kamu ini tidak tahu berterima kasih. Sudah di baik-baikin malah menerkam orang dari belakang." Ujar Tuan Baskoro kembali menarik Meta dan menyeretnya keluar dari kediaman tersebut.


"Pelayan keluarkan barang-barang meta dari kamar itu. Saya tidak mau tahu." Ujar Tuan Baskoro lagi memerintahkan pelayan untuk mengeluarkan koper meta.


"Kakek aku mohon jangan usir Meta.. meta harus ke mana lagi kalau kakek ngusir Meta..." Ujar Meta memohon kepada Tuan Baskoro, Tapi tentu saja Tuan Baskoro tak mengindahkan permohonan itu lagi.


Flashback off


"Tidak ada lagi. Mulai sekarang meta bukan lagi bagian dari keluarga kita. biarkan saja dia luntang-lantung di luar sana. Sudah dikasih hidup enak malah mencoreng nama baik keluarga kita. mau ditaruh di mana muka ayah ini." Ujar Tuan Baskoro lagi kepada putranya.


Tuan Baskoro sendiri tidak sadar, padahal dirinya lah yang membuat Meta menjadi seperti ini. Setelah itu, dan tanpa memperdulikan Meta, Tuan baskor langsung meninggalkan tempat tersebut dan masuk ke dalam kediaman.


(Lah.. bukannya itu cucu kesayangan kakek sendiri ya.. bahkan sampai tega mengabaikan sepupu cantikku hanya karena cucu-cucu yang ia banggakan ini. Tapi kok malah seperti ini lagi..) batin Arvin bergumam dalam hatinya.


 Ia tidak habis pikir, cucu kesayangan ternyata tak selamanya akan menjadi kesayangan. Meta pun langsung melihat ke arah sang Paman berharap meminta tolong kepadanya.. Tuan Antonio yang mengerti arti tatapan dari keponakannya itu langsung menggelengkan kepala. Ia juga tidak ingin memelihara pelacur di rumahnya. yang ada, nama baiknya juga ikut tercoreng.


"Tidak Paman tidak bisa bantu.. sebaiknya kamu cari kos-kosan atau kontrakan saja. Dulu Paman sudah mengingatkanmu, tapi kamu tidak mau mendengarnya. Ya sudah ayo vin kita kembali ke kantor saja.."ujar Tuan Antonio mengajak putranya untuk pergi dari sana.


Sementara Meta benar-benar ditinggal oleh semua orang karena perbuatannya. Mengingat hal itu, Meta benar-benar menyesal dan merutuki kebodohannya sendiri. Ia pun juga bangkit dari posisinya yang terduduk di atas tanah dan mengambil kopernya. Kemudian berjalan meninggalkan kediaman Tuan Baskoro dengan hati yang hancur.


***


Sementara itu, di posisi lain Brian terus saja mengajar dan mendapatkan kepercayaan dan cinta Julia kembali. Seperti saat ini, Bryan selepas pulang dari kampus ia langsung meluangkan waktunya untuk menemui Julia di rumah makan. Dirinya sudah tidak sabar ini nggak penuh dengan Julia.


"Permisi mbak..?? Maaf ada julianya nggak..??" Tanya Bryan kepada salah satu karyawan yang bekerja di rumah makan itu. Karyawan-karyawan tersebut yang memang telah mengenal Brian langsung menganggukkan kepala.


"Iya mas, ibu di ruangannya.. sebentar ya mas saya tanyakan dulu kepada ibu.." ujar salah satu karyawan tersebut.


Brian pun langsung menganggukkan kepalanya. Sang karyawan itu pun langsung bergegas menemui Julia untuk memberitahu bahwa Brian kembali datang menemuinya. Hubungan yang mereka alami pun tidak sekaku biasanya. Walaupun Julia masih membentengi dirinya agar tidak kembali terjerat oleh pesona Brian. Bryan sendiri sambil menunggu ya melihat dan mengamati rumah makan yang cukup bagus dan luas itu.


"Ternyata, selain menjadi selebgram kamu juga pengusaha rumah makan ya.. luar biasa. kamu sudah benar-benar mandiri sayang.." ujar Brian dalam hatinya. Ia masih belum berani mengeluarkan kata-kata itu di depan Julia.


 Yang pasti dalam hatinya ia cukup senang dan bangga karena Julia masih memberikannya kesempatan untuk mencoba mendapatkan dirinya walau Bryan sendiri tak mengutarakan niatnya itu di hadapan Julia. Akhirnya tak menunggu waktu lama, pelayan tersebut itupun kembali.


"Maaf mas sudah menunggu lama.. silakan masuk Ibu ada di ruangannya.." ujar karyawan tersebut. Brian pun tersenyum sambil mengucapkan terima kasih Brian langsung meninggalkan tempat itu dan berlalu masuk ke dalam ruangan Julia untuk bertemu dengan sang pujaan.


Tok tok tok


Ceklek