JULIA

JULIA
39. pembelaan abi



Entah kenapa Bryan malah tidak senang melihat kedatangan melodi.


"Cih !! Kapan sih aku akan terbebas dengan melodi... Rasanya aku pengen banget menghilang sehari untuk menenangkan diri." Gumam Brian lagi.


Ia bingung dengan perasaannya sendiri. Waktu Julia menempeli dirinya, Ia juga merasa tidak suka dan selalu ditempeli seperti itu. Tapi setelah Julia berhenti melakukan hal tersebut, Brian malah tidak terima.


Dan kini hal yang sama dilakukan oleh melodi, dan mendapati hal seperti itu juga membuat Brian menjadi marah dalam hatinya. Ini anak maunya apa sih..??😠


"Hai Kak. masuk bareng yuk..." Ujar melodi lagi kepada Brian. Melodi menggandeng lengan Brian seperti biasa. Tapi hari ini Brian Mala menghindari gandengan dari melodi.


"Sudah. kamu jalan sendiri saja, tidak usah bergandengan seperti ini.. risih tahu nggak.!!" Ujar Brian dengan ketus kepada melodi yang sukses membuat melodi dan teman-temannya kembali heran.


"Kenapa sih Kak biasanya juga melodi menggandeng Kakak seperti ini nggak papa...??" Ujar melodi memasang wajah sayu dan tidak terima mendengar penolakan Brian. Brian langsung mencerminkan bibirnya.


"Sudahlah kalau mau masuk masuk saja sendiri nggak usah banyak drama. Capek tau nggak menghadapi perempuan seperti ini." Omel Brian lagi. Dengan segera Brian langsung meninggalkan melodi dan teman-temannya berjalan dengan cepat menuju kelasnya. Lagi-lagi aksi seperti itu membuat teman-teman Brian kembali dibuat bingung.


"Kenapa lagi situ anak..?? Dari kemarin-kemarin juga. Nggak beres ini.." ujar mereka. Setelah itu kembali mereka menyusul Brian yang sudah pergi terlebih dahulu dan meninggalkan melodi di sana yang masih berdiri dan memasang wajah sendu.


"Kak Brian kenapa sih..!!! Lihat aja, aku akan buat kakak bertekuk lutut di hadapan ku. Aku nggak akan lepasin kakak."tekad melodi. Ia pun kembali melangkah kan kakinya walaupun dengan perasaan kesal. Ia berjalan sambil menghentakkan kedua kakinya.


Tak lama, bel menandakan waktunya memulai pelajaran pun berbunyi. Semua siswa dan siswi memasuki ruangan masing-masing dan mengikuti pelajaran dengan baik. Para guru menjelaskan pelajaran tersebut dengan seksama Begitu juga dengan para murid yang mendengarkan dengan serius.


Tak lama tiba-tiba bel istirahat pun berbunyi. Bertepatan bunyinya HP masing-masing menandakan notifikasi masuk di grup sekolah mereka. Guru mereka pun keluar dari dalam kelas.


Sementara para siswa dan siswi lainnya merogo saku dan membuka aplikasi hijau itu dan melihat informasi apa yang ada di grup sekolah mereka. Begitu juga dengan Julia.


Saat mereka semua membuka aplikasi WhatsApp mereka, di sana mereka mendapati beberapa buah foto yang menunjukkan Julia berjalan dengan seorang pria dengan beberapa tentengan di tangan pria tersebut.


Di sana juga terlihat bahwa sang pria membelai lembut kepala Julia. Mendapati hal yang seperti itu membuat sekolah menjadi heboh, Siapa sih yang tidak mengenal Julia sebagai salah satu siswa yang sering mencari masalah.


Beberapa tatapan jijik pun dilayangkan kepada Julia. Sementara Julia yang sudah mengerti akan hal itu hanya menanggapinya dengan santai. Tak ada niat sama sekali menjelaskan apapun kepada teman-temannya. namun dalam hati nya juga ikut merasa sesak melihat tatapan menilai mereka padanya.


"Eh lihat gadis pembuat onar ini ternyata simpanan om-om ya..!!" Seru salah satu siswa yang ada di kelasnya.


Namun nyatanya Julia sama sekali tak menanggapinya. Ia malah berdiri dan lewat begitu saja di depan teman-temannya tanpa memperdulikan gosip terbaru mengenai dirinya.


Dan masih banyak kata-kata mutiara lain yang dilayangkan kepadanya. Sebenarnya Julia merasa sakit hati mendapati hal yang seperti itu, namun Ia hanya bisa menyerah tanpa bisa melakukan apapun.


Toh di sekolah ini tak ada yang percaya kepadanya. Berbagai umpatan hinaan dan makian pun berderet di aplikasi grup mereka. Membuat mental Julia semakin down. Julia pun langsung memilih untuk menepi dari teman-temannya kembali ke tempat yang biasa ia kunjungi setiap hari. Di sana ia mulai mencurahkan tangisnya akibat sesak yang tiba-tiba menyerang hatinya.


"Hiks hiks.. Kenapa mereka menghakimi itu begitu saja... Tanpa mereka tahu siapa orang itu." Ujar Julia di sela-sela tangisnya.


Julia kembali melihat isi chat-an yang dipenuhi dengan umpatan dan kata-kata kasar lainnya yang membuat dia semakin tidak tahan. Julia pun ingin mengadu Tapi sama siapa. Ia tak memiliki siapapun. Bahkan dia berjalan saja bersama dengan saudara sepupunya dianggap wanita ******.


***


Di tempat lain, Abi yang belum mengetahui apapun mengenai Julia. Ia berjalan menuju kelas Julia dan mencari adiknya untuk mengajaknya ke kantin makan siang bersama. Sesampainya di kelas sang adik, di sana hanya ada beberapa cewek-cewek yang sedang bergosip ria dan tak menemukan keberadaan adiknya.


"Eh ke mana Julia... Bukannya sudah dibilangin ya tungguin Kakak dulu baru boleh keluar.." ujar Abi sambil celinga celinguk mencari keberadaan sang adik. Dari kejauhan meta dan Mita melihat Abi yang sepertinya kebingungan. Mereka pun langsung memanggil Abi.


"Kak Abi.!!!" Teriak keduanya. Abi yang saat itu sedang bingung mencari keberadaan Julia langsung terhenti melihat si kembar meta dan Mita berlari menghampirinya. Ia pun langsung masang wajah yang seperti tak bersahabat kepada kedua saudara sepupunya ini.


"Ada apa ?" Tanya Abi dengan ketus.


Jujur saja Abi merasa malas berhadapan dengan si kembar cengeng yang selalu menyakiti saudara mereka. Mendapati perlakuan Abi yang seperti itu membuat meta dan Mita menjadi kesal. Tapi akhirnya mereka memperlihatkan foto Julia yang bersama dengan laki-laki yang mereka anggap om-om itu.


"Kakak jangan ketus-ketus gitu lah. Nih lihat adik kesayangan Kakak itu sedang booming di chat grup sekolah." Ujar meta sambil memperlihatkan foto Julia yang berjalan bersama dengan seorang laki-laki.


Abi dengan segera merebut handphone itu dan kemudian mengamati foto-foto tersebut. Ia juga tertawa terbahak-bahak menyaksikan hal itu.


"Hahaha.. lalu apa hubungannya dengan saya... Baguslah Julia pergi bersenang-senang. Lalu apa masalahnya.." ujar Abi mengundang atensi anak-anak yang lain. Meta dan Mita pun kembali menjadi kesal.


"Oh. jadi Kak abi seneng ya kalau Julia ngejalang di luar sana. Sampai-sampai Julia melakukan hal yang seperti ini saja didukung oleh kakak." Ujar Mita dengan nada menyindir.


Abi yang mendengar penuturan Mita menghentikan tawanya dan mendadak memasang wajah yang dingin dan tak bersahabat. Sementara siswa-siswi yang lain yang menyaksikan perdebatan itu ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh Mitha.


"Eh !! jangan sembarangan ya kalau ngomong. Aku tahu kalau yang ngeposting foto itu adalah kalian kan. Saking kalian tak pedulinya kepada saudara kalian sendiri, dengan teganya kalian memposting hal-hal yang seperti ini dan mengatakan hal-hal buruk tentangnya. Ingat dia itu kakak kalian bodoh.!!" Ujar Abi merasa geram kepada sepasang kembar ini.