
"Kak Bri. kami pamit ya Kakak cepat sembuh.. om tante.." ujar Julia sambil menyalami kedua tangan paruh baya itu.
"Iya nak kalian hati-hati ya.."
"Iya sayang. nanti kalau handphone aku sudah ada aku menghubungi ya.." ujar Brian lagi. Julia pun hanya menganggukkan kepalanya karena sedikit merasa malu akibat panggilan yang diselipkan oleh Bryan.
setelah itu Raka pun membawa adik-adiknya dan juga kedua teman Julia menuju kediaman keluarga Sanjaya. di perjalanan Ridho juga tak lupa menghubungi Tuan Sanjaya untuk mengabarkan kalau Julia saat ini berada di Jakarta dan sebentar lagi akan sampai di kediaman. beruntungnya Tuan Sanjaya saat siang pun berada di kediaman. akhirnya mereka semua pun sampai di depan kediaman mewah itu. Dea dan Astra yang baru melihat kediaman mewah milik kedua orang tua atasan mereka Langsung bercetak kagum.
(wah ternyata anak sultan Bray...) batin Dea dan Astra. keduanya membuka mulut mereka lebar-lebar sehingga langsung mendapat teguran dari Ridho.
"hati-hati mulutnya nanti kemasukan lalat.. Ayo masuk jangan bingung di sana.." ujar Ridho lagi mengajak kedua Kak bawahan adiknya masuk ke dalam kediaman mereka. keduanya pun langsung terkejut dan langsung menutup mulut mereka rapat-rapat dengan malu.
"hehehe maaf tuan muda..."jawab mereka berdua. sementara Ridho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
mereka semua pun langsung masuk ke dalam kediaman mewah itu. dan ternyata di sana Tuan Sanjaya istri dan salah satu anak perempuannya sudah menunggu kedatangan mereka.
"assalamualaikum..." ujar mereka dengan serentak.
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..." ujar Tuan Sanjaya dan istri serta anak perempuannya itu.
Tuan Sanjaya yang melihat kedatangan anak dengannya itu pun langsung tersenyum dan berjalan berhambur memeluk putrinya itu.
"Apa kabar sayang... papa sangat merindukanmu..." ujar Tuan Sanjaya memeluk erat tubuh putrinya itu. Begitu juga dengan Julia, Ia juga langsung memeluk erat tubuh ayahnya.
"kabar Julia baik Pa. papa sendiri apa kabar.. papa sehat kan..??" tanya Julia di sela-sela pelukan mereka. Tuan Sanjaya pun langsung melerai belokan mereka dan meninggalkan satu kecupan sayang di dahi putrinya itu.
"Iya nak. papa sangat-sangat sehat apalagi melihat keberadaanmu di sini." ujar Tuan Sanjaya lagi. saat itu secara tidak sengaja Julia mendapati keberadaan Nyonya Ratih di sana. Nyonya Ratih sedang menatap Julia dengan intens dan juga dengan mata yang berkaca-kaca.
Julia yang sudah bersitatap dengan Mama kandungnya yang tega menganggapnya sebagai anak pembawa sial itu hanya mampu berdiri mematung. Ia tidak berani menyapa sang Mama dengan sama persis yang dilakukan kepada tuan Sanjaya. Nyonya Ratih sendiri berinisiatif berjalan mendekati putrinya.
"apa kabar nak. maaf Mama sudah menelontarkanmu.. pasti saat ini kamu sangat membenci mama ya.. Mama minta maaf ya nak mama sungguh menyesal sudah melakukan hal itu semua." ujar Nyonya Ratih dengan penuh penyesalan. ia juga tak kuasa menahan air matanya sehingga langsung jatuh membasahi pipinya.
Julia yang memang dasarnya adalah anak yang berjiwa besar dan pemaaf menjadi tidak tega melihat sorot mata Nyonya Ratih seperti itu. Ia pun berjalan mendekati ke arah sang mama, setelah tepat berdiri di depan Nyonya Ratih, Julia pun langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
Nyonya Ratih juga tak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung merengkuh tubuh putrinya itu dan mengeluarkan tangisnya dalam pelukan tersebut.
"maafkan Mama sayang.. hiks.. maafkan mama... terima kasih juga kamu sudah hidup dengan baik di luar sana... terima kasih juga sudah menjaga diri dengan baik. Mama sungguh minta maaf sayang telah menyia-nyiakan dirimu dan menyakiti hatimu. hiks.." ujar Nyonya Ratih dengan suara pilu.
Julia yang sedang memeluk tubuh Nyonya Ratih itu melihat adiknya Mita juga ikut berkaca-kaca Dan Tersenyum. kemudian masih dengan posisi memeluk Nyonya Ratih, Julia merentangkan tangannya berharap Mita juga ikut berpelukan dengan mereka. dan hal itu juga tidak disia-siakan oleh Mita, Ia langsung berjalan dan memeluk keduanya. dan saat itu terciptalah suasana yang kembali mengharukan membuat Dea juga ikut menangis di sana.
dan setelah hari itu, kini hubungan Julia dan nyonya Ratih sudah mulai membaik Begitu juga dengan keluarga lainnya kecuali dengan kakek dan neneknya. Julia masih belum berani untuk bertemu dengan mereka dan bahkan Julia juga meminta kepada keluarganya untuk tidak memberitahu keberadaannya di sini.
***
akhirnya selama beberapa hari. gini keluarga Bryan memutuskan untuk datang melamar Julia ke kediaman Tuan Sanjaya. sebelum itu juga, mereka sudah berkomunikasi dengan baik dan keluarga Brian juga sudah datang menjalin silaturahmi ke rumah mereka sehingga Tuan Sanjaya tidak lagi bertanya-tanya mengenai keluarga Brian itu.
kedatangan Tuan Herman dan keluarganya juga sangat disambut baik oleh Tuan Sanjaya dan keluarganya. sebelum mereka masuk ke acara inti, Tuan Sanjaya terlebih dahulu mengajak tamunya untuk makan malam bersama dengan mereka Setelah itu mereka semua langsung berkumpul di ruang tamu tak lupa Tuan Antonio dan keluarganya juga ikut diundang oleh sang adik.
"maafkan kelancaran kami untuk datang malam ini. saya selaku keluarga laki-laki ingin melamar putri Tuan untuk putra saya." ujar Tuan Herman pada tujuannya. Tuan Sanjaya dan Tuan Antonio langsung tersenyum kemudian melihat ke arah Julia.
"tentu saja Tuan Herman. niat baik Tuan Herman kami terima juga dengan baik. Tapi tetap saja semua keputusan ada di tangan Julia. dan bagaimana nak apa kamu bersedia menerima lamaran nak Brian..??" tanya Tuan Sanjaya kepada putrinya. sementara itu Julia juga tidak mengizinkan kedua karyawannya pulang sendiri tanpa dirinya. jadi mereka berdua juga ikut menyaksikan acara lamaran Julia.
Julia sendiri menundukkan kepalanya merasa malu. apalagi tatapan semua orang mengarah kepadanya. sesaat setelah itu ia langsung menganggukkan kepalanya juga.
"Iya Pa. Julia menerima lamaran kak Brian.." jawab Julia dengan penuh keyakinan namun juga bercampur malu. mereka yang menyadari akan hal itu langsung terkekeh.
"sudah dengar sendiri Tuan Herman. putriku menerimanya dengan segenap jiwa dan raganya asalkan mereka dapat menjalin hubungan ini dengan baik." ujar Tuan Sanjaya lagi.
akhirnya setelah Julia setuju Nyonya Sofia pun langsung memasangkan kalung yang tentu nilainya sangat fantastik itu di leher Julia sebagai pertanda bahwa saat ini mereka telah memiliki hubungan resmi menjelang pertunangan dan juga pernikahan mereka. setelah acara yang menegangkan itu selesai. Saat itu pula Nyonya Salsa langsung membuka suaranya.
"Lalu bagaimana dengan anak-anak bujang ini bapak-bapak..?? Apakah tidak berniat untuk menjodohkan mereka mereka semuanya ini sudah pada karatan.." ujar Nyonya Salsa kepada semuanya sehingga membuat keenam anak laki-laki itu menatap ke arah Nyonya Salsa.
"mama..!!!/ tante ...!!!" teriak anak-anak Nyonya Salsa dan juga anak-anak dari Nyonya Ratih. mereka semua pun terkekeh dan tertawa dengan bahagia. ternyata masa-masa indah yang ditunggu oleh Julia akhirnya datang Juga. mungkin inilah yang dikatakan akan indah pada waktunya.
dan selesai