JULIA

JULIA
123. pada akhirnya takdir cinta bukan milikku



"Iya dek, katanya pesawatnya hilang kendali dan jatuh ke lautan. tapi untuk kronologinya sendiri kurang tahu." Ujar Raka langsung membuat Julia yang ada di sana menjadi shock.


Handphone di tangannya itu pun langsung jatuh. Mata Julia juga ikut berkaca-kaca dadanya naik turun menahan Isak tangisnya. Raka yang mendengar suara jatuh di sana pun langsung kembali memanggil.


"Halo dek.. dek, halo.. Julia kamu nggak papa.." ujar raka lagi. Julia pun langsung tersadar dan mengambil handphonenya kemudian mematikannya. Ia bergegas menyambar baju blazernya dan meninggalkan kediamannya tersebut.


"Tidak !! Kak Brian baik-baik saja... aku yakin itu.." ujar Julia menguatkan hatinya. walaupun nyatanya hatinya sedang dilanda kecemasan dan jantungnya berdetak tidak karuan.


Dengan perasaan cemas dan khawatir, kini tujuannya adalah bandara untuk mengkonfirmasi kecelakaan ini. Ia meminta tolong kepada astra untuk mengantarkannya ke bandara. beruntung, tak menunggu waktu yang lama Astra sang karyawan datang dengan cepat menjemput Julia di kediamannya. dan dengan cepat pula, Astra mengemudikan mobil tersebut atas perintah Julia.


"lebih cepat lagi Kak.." ujar Julia tanpa sadar. padahal dirinya adalah tipikal orang yang tidak suka berjalan ngebut ketika membawa mobil ataupun motor.


"Iya Bu ini juga kita sudah ngebut..." ujar Astra dengan sabar. Astra sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan atasannya ini. yang pasti Astra dapat menembak kalau terjadi sesuatu dengan sang atasan.


akhirnya mereka sampai di bandara tersebut. dan Sesampainya mereka di bandara, dengan tergesa-gesa Julia langsung menuju sumber informasi yang ada di bandara itu. Dan benar saja, di sana sudah banyak para keluarga-keluarga korban yang menangis histeris mendapati kenyataan seperti ini.


melihat hal tersebut, Jantung Julia kembali berdetak cemas dan sekaligus takut. ia langsung berlari menuju papan informasi untuk melihat nama-nama korban Siapa saja yang tertera di sana. Saat Julia kocar-kacir mencari nama Bryan dan berharap namanya tidak ada di sana, namun kenyataan itu cukuplah pahit, ternyata nama Bryan ada di urutan ke-10 sekaligus dengan fotonya. Menyadari hal itu Julia Langsung menangis dan tidak tahu harus melakukan apa. Sementara Astra, dia dengan setia menemani atasannya itu.


"Tidak Kak Brian..!! Tidak kak.. ini tidak benar.. !! Kak Brian pasty nge-prank aku kan..!! Kak Brian aku mohon.. Aku mohon jangan seperti ini, aku janji, aku janji. Kakak kembalilah aku akan menerima Kakak dengan sepenuh hati dan jiwa ragaku. Kak aku mencintai kakak aku mohon kembalilah.." ujar Julia kembali melemahkan suaranya. Ia juga merosot dan terduduk di lantai meratapi semua nasibnya itu. Ia memeluk Astra dan menumpahkan semua tangisnya di sana.


"tenanglah nona.. di dunia ini memang tidak ada yang abadi nona. kita sebagai manusia hanya perlu tabah dan banyak berdoa serta bertawakal saja." ujar Astra berniat untuk menghibur perasaan Julia.


"Kak Astra, ke Astra dia meninggalkanku.. dia bohong, dia tidak mencintaiku buktinya dia pergi meninggalkanku begitu saja. Hiks.. hiks.." Racau Julia dalam pelukan Astra.


Astra sendiri tidak tahu harus melakukan apa dia hanya mampu mengusap-usap punggung atasannya agar kembali menjadi tenang.


"Aku mohon Kak Brian.. aku mohon kembalilah.. aku akan menjawab pertanyaan Kakak. aku mencintai kakak dan aku mau hidup bersama dengan kakak.. tapi aku mohon Kakak kembali.. hiks hiks.." ujar Julia lagi di sela-sela tangisnya.


Keadaan di bandara tersebut benar-benar sangat memprihatinkan. Semua keluarga para korban menangis histeris dan tidak terima keluarga mereka mengalami kecelakaan seperti ini. Dan pada akhirnya, Julia juga tidak mendapatkan dan tidak beruntung dalam masalah cinta.


Julia sendiri masih berada dalam dekat Astra karena dirinya masih belum ada tenaga untuk menopang kekuatan kakinya di sana.


"hiks.. Dan pada akhirnya. Kakak masih harus pergi meninggalkanku seperti ini.. kakak tidak mencintaiku.. maafkan aku karena mengulur-ulur waktu untuk menjawab. karena aku sendiri masih ragu dengan perasaanku kak. Kak aku mohon kembalilah. Hiks.. ternyata, lagi-lagi takdir tak berpihak kepada kita Kak. Saat aku sudah memantapkan hati untuk menerimamu kembali, ternyata takdir yang malah memisahkan kita dengan cara seperti ini." Ujar Julia lagi.


Dan akhirnya Julia kembali tidak mendapatkan cinta Brian dan malah memilih untuk pergi selama-lamanya. Julia terduduk bersandar di dinding seolah dunianya telah menjadi gelap dan tak memiliki cahaya sama sekali. Astra yang melihat sang atasan seperti itu kembali menyemangati Julia.


"Bu, ibu harus kuat dan tabah... ikhlaskan agar almarhum tenang di alam sana." ujar astra kepada Julia karena rasanya tidak mungkin orang yang mengalami kecelakaan pesawat dapat selamat.


mendengarkan penuturan Astra kembali, rasa sesak dan tidak rela kembali menyeruak di dalam dada Julia. ia kembali meminjam bahu Astra untuk menangis dan menumpahkan semua kesedihannya di sana. sementara Astra sendiri dengan sabar menunggu ketenangan sang atasan dan juga menumpahkan kesedihannya itu.


***


Akhirnya beberapa hari telah berlalu, mereka semua termasuk keluarga Bryan masih terus berduka atas kabar kecelakaan yang Brian alami beberapa hari yang lalu. Seolah mereka masih belum menerima semua yang telah digariskan terhadap mereka apalagi Nyonya Sofia berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri. ia berkali-kali mengatakan kalau seandainya ia tidak memaksa Sang putra untuk menikah dengan melodi pasti putranya tidak akan pergi jauh meninggalkannya sampai akhirnya terjadilah hal yang tidak diinginkan.


Flashback


kabar duka itu akhirnya sampai di telinga Nyonya Sofia dan Tuan Herman. seketika Nyonya Sofia langsung berteriak histeris.


"tidak pa.!! tidak !! putraku masih hidup dan baik-baik saja.. papa benar kan Putra kita baik-baik saja..??"ujar Nyonya Sofia dengan histeris. Tuan Herman yang juga ikut terpukul dengan berita itu memilih untuk diam.


"ini semua salah Mama.. andai saja Mama dulu tidak memaksanya untuk bertunangan dengan melodi.. pasti Brian masih di sini di tengah-tengah kita Pa.. papa ngomong dong..!! anak kita baik-baik saja.. Mama yakin kalian pasti baik-baik saja. nak... Mama mohon pulanglah.. Mama sudah tidak memaksamu lagi untuk menuruti keinginan mama.. Mama akan menuruti semua inginmu, Mama juga akan mengabulkan apa yang menjadi kehendakMu tapi mama mohon pulang ya nak.." racau Nyonya Sofia.


Tuan Herman yang mendengar racawan sang istri langsung mendekap tubuh istrinya dan kemudian menangis. jujur saja Ini adalah hal yang paling terberat yang menimpa keluarga mereka.


"flashback off


Tak hanya Nyonya Sofia dan keluarganya, Julia juga di sana menjadi murung berhari-hari ia tidak nafsu makan dan selalu menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa saat Brian mengatakan ingin berangkat waktu itu, Kenapa Julia tidak melarangnya dan menyuruhnya berangkat. apalagi ia sudah merasakan firasat yang tidak enak seperti itu.