JULIA

JULIA
49. rencana tracking sekeluarga



Mereka membahas banyak hal. mereka semua juga butuh ketenangan.


"Pah. Nanti hari Minggu, kita pergi tracking ya, Sudah lama kita tidak pergi tracking sekeluarga. Hitung-hitung untuk melepas penat lagi pula kita jarang-jarang kan pergi bersama lagi." Ujar Abi yang langsung mengalihkan atensi kedua orang tua mereka.


"Ide bagus itu pah, Kalau tidak salah ada dua tanggal merah menjelang hari Minggu, di mana kalau kita pergi lebih awal saja." Usul nyonya salsa kembali.


Tuan Antonio pun tersenyum melihat ke antusiasan sang istri. karena dahulunya, semasa muda mereka, Tuan Antonio dan nyonya salsa.


mereka tergabung dalam kelompok pencinta alam yang selalu pergi melakukan petualangan menikmati keindahan alam yang terbentang Dari Sabang sampai Merauke. jadi hal ini sudah biasa bagi mereka. tapi, karena kesibukan mereka setelah menikah, mereka tidak lagi melakukan hobi mereka.


"Tentu saja. Kita akan mempersiapkannya mulai dari sekarang. Nah.. besok untuk adik dan juga mama, nanti pergi ke minimarket untuk berbelanja semua kebutuhan kita di sana.Dan nanti papa dan anak-anak akan mencari dan memeriksa kelengkapan alat dan tenda yang kita butuhkan nanti di sana. papa rasa, besok kita sudah bersiap-siap. karena sudah tidak banyak waktu lagi." Ujar Tuan Antonio menyetujui usul tersebut.


Julia yang belum pernah merasakan tracking atau semacamnya tentu saja masih dibuat bingung. Ia juga tidak tahu bahwa tante dan omnya ini semasa muda mereka adalah mahasiswa yang aktif dalam kelompok pencinta alam.


"Loh !! memangnya Mama dan papa masih sanggup melakukan tracking di atas gunung..??" Tanya Julia dengan polosnya. Julia tidak yakin bahwa kedua paman dan bibinya ini mampu mendaki di usia mereka yang bisa dibilang tidak mudah lagi.


"Bisa dong, nanti akan kita buktikan pas kita pergi tracking nanti ya. Kita trackingnya di tempat-tempat terdekat saja. Nah !! kalau mama boleh kasih Usul sama kamu, setiap pagi biasakan untuk ikut jogging agar kamu memiliki fisik yang kuat nanti. Biar nanti kalau pas kita sudah melakukan tracking, kamu tidak keteteran hehehe." Ujar nyonya salsa memperingati keponakan yang sudah ia anggap anak gadisnya itu.


Julia tidak ingin bertanya lagi, yang pasti dalam hatinya ia cukup penasaran dan sangat antusias menunggu hari itu tiba. Bayangkan saja, selama 17 tahun tidak pernah melakukan liburan kemanapun untuk menjernihkan otak.


Jadi karena sekarang sudah ada yang mengajak, Apa salahnya untuk ikut melakukan tracking bersama dengan keluarga paman dan bibinya. Hitung-hitung untuk menambah pengetahuan terhadap alam dan lingkungan sekitar.


Karena pembahasan hal itu, mereka semua jadi melupakan ketegangan yang terjadi di siang hari. Dan bahkan nyonya salsa tidak sempat mengatakan kepada bi Ami untuk memasak makan malam untuk mereka. Saat melihat waktu, nyonya salsa langsung dibuat terkejut sendiri.


"Astaga pa.!! Ini sudah mau 06.30 malam, tapi mama belum mengatakan kepada bi Ami untuk memasak makan malam untuk kita. Gimana dong.." ujar nyonya salsa kepada suaminya. Tuan Antonio tentu saja merupakan suami yang pengertian.


"Ya sudah, mau bagaimana lagi. Hubungi saja anak-anak untuk berkumpul di rumah makan pelangi di restorannya Aliando. Nanti kita makan malam di sana saja. " Ujar Tuan Antonio lagi.


Abi yang mendengar rencana kedua orang tuanya langsung terkekeh. Ia menertawakan ekspresi saudaranya Melvin yang tidak mendapat kiriman makanan sesuai yang mereka rencanakan di pagi hari. dimana, ia menginginkan masakan adiknya, karena saat Julia masak, ia tidak sempat memakannya.


"Kalau kita makan di luar, berarti Bang Melvin gagal dong makan masakan Julia. Kira-kira gimana ya ekspresi Kak Melvin hahaha.." ujar Abi.


Julia yang melihat betapa senangnya saudara sepupunya membayangkan Melvin yang akan mengambek langsung mendapatkan teguran dari sang adik.


"Maaf dek, cuman abang pikirnya pasti Kak Melvin akan memanyunkan bibirnya sampai 5 senti karena keinginannya tertunda hahaha." Ucapnya lagi.


"Ya sudah kalau begitu, papa akan menghubungi kakak-kakak kalian, untuk mengabari mereka, kalau kita makan malam di restoran pelangi. Sementara itu, kalian berdua cepatlah bersiap dan secepat mungkin kita berangkat. Mama juga bersiaplah.." ujar Tuan Antonio lagi.


Setelah mengatakan hal itu, semua yang ada di ruang tamu pun langsung segera membubarkan diri, melaksanakan aktivitas mereka. Julia saat ini tentu saja sudah pindah ke kamarnya sendiri yang sudah selesai direnovasi.


Mereka semua bergegas untuk bersiap-siap malam ini. Sementara Tuan Antonio hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pergerakan cepat dari orang-orang yang begitu dikasihinya Itu.


"semangat sekali kalau sudah begini.." ujarnya pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah semuanya pergi, tuan Antonio pun beralih menelpon anak keduanya Aliando. Ia ingin mengabari sang anak bahwa malam ini keluarganya akan malam di luar, tepatnya di restoran miliknya. Setelah itu Tuan Antonio juga menyusul istri dan anak-anaknya untuk bersiap.


***


Akhirnya dengan waktu yang sudah ditentukan, keluarga Tuan Antonio pun berkumpul di rumah makan pelangi bersama dengan Arvin dan juga Melvin yang ikut menyusul mereka. Mereka ditempatkan dalam ruangan VIP oleh sang anak. Beberapa pelayan pun mulai berdatangan untuk menyajikan menu makanan pada keluarga Tuan Antonio.


" Ma, pa. Tumben banget makan di luar sekeluarga. Biasanya Mama selalu masak di rumah dan tak mengizinkan kita makan di luar apalagi makan makanan sembarangan..?? apakah Terjadi sesuatu dirumah pah..??" Tanya Aliando kepada kedua orang tuanya.


Dirinya tentu saja heran setelah mendapat kabar dari tuan Antonio bahwa mereka akan makan malam di restoran miliknya. Hal itu tentu saja menjadi pertanyaan bagi Aliando, karena yang ia tahu, bahwa sang mama tidak akan lalai untuk menyiapkan makanan bagi keluarga mereka. mendengar pertanyaan sang anak, Tuan Antonio menatap anak keduanya itu, kemudian tersenyum.


"Nggak papa kok nak. Sekali-sekali papa ingin Mama kamu istirahat dulu, lagi pula kita jarang kan hangout sekeluarga..." Ujar Tuan Antonio tanpa ada rasa kebohongan di dalamnya. Karena memang Tuan Antonio menginginkan hal itu juga. Aliando pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya juga sih pah. Tapi Al berharap, papa mama dan kalian berdua tidak menyembunyikan apapun dari kakak." Ujar Aliando sambil memicingkan matanya.


Dan ternyata penuturannya didengar oleh Arvin Kakak pertamanya dan juga adiknya Melvin yang baru datang menyusul mereka.


"Apa itu..?? Apa yang papa sembunyikan dari kami..??" Cerca Arvin langsung mengambil tempat duduk yang kosong dan mendudukinya.


Tuan Antonio dan nyonya salsa dibuat terkejut sendiri dengan kedatangan kedua anak mereka secara tiba-tiba. Tidak mungkin kan mereka menceritakan kejadian yang terjadi di siang hari di kediaman Tuan Baskoro ? Lagi pula, menurut Tuan Antonio, masalah itu masih bisa ia selesaikan. Takutnya, nanti jika kedua anaknya ini mengetahui hal tersebut, malah membuat masalah itu bertambah panjang.