
Sebenarnya Tuan Sanjaya tidak pantas mengatakan hal ini kepada putrinya, tetapi mau bagaimana lagi, kata-kata yang disampaikan oleh nyonya Ratih saja sudah tidak didengar oleh putrinya ini. jadi mau tidak mau dirinya harus turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini. Dan di dalam video itu juga tak hanya ada dirinya, tetapi ada juga teman Meta di sana.
"Pa, papa itu nggak usah ikut campur urusan Meta. Terserah Meta mau ngapain di luar sana. Hidup ini milik Meta, bukan milik papa.!! Jadi terserah Meta dong ,!!" Ujar Meta juga ikut meninggikan suaranya membentak Tuan Sanjaya. Raka yang melihat sifat kurang ajar dari Meta pun langsung berjalan dan kemudian menampar pipi adiknya itu.
PLAK
"Kamu yang sopan ya sama papa !!! Kamu pikir papa ini teman kamu !!" Ujar Raka yang marah terhadap adiknya itu.
Sementara Ridho, dia hanya bersedekap dada dan melihat pertunjukan itu. Jujur saja, ia sangat menyesal dulu telah memanjakan adik-adiknya. Sementara Meta yang mendapat tamparan keras dari Raka memegang pipi sebelah kirinya yang sudah berdengung dan panas akibat tamparan dari kakaknya.
"Kakak apa-apaan sih !!! Kakak udah mulai berani nampar aku ya !! Kakak udah nggak sayang lagi sama aku !!" Ujar Meta dengan suara meninggi. Raka yang melihat tingkah kurang ajar adiknya itu langsung kembali tersulut.
"kamu ini benar-benar sudah tidak sopan sama orang yang lebih tua dari kamu ya.!!! kamu ingin kakak pukul lagi.." ujar Raka sambil mengangkat tangannya kembali, berniat ingin menggertak Meta.
Sementara nyonya Ratih dan Mita yang masih berada di dalam kamar yang sekaligus terbangun mendengar ribut-ribut itu pun langsung menyusul keluar. Bahkan di depan nyonya Ratih Raka ingin menampar anak kesayangannya itu. Nyonya Ratih Tentu saja tidak tega melihat hal itu.
"Raka.. kamu apa-apaan sih nak, jangan nampar Adik kamu begitu...!!" Ujar Nyonya Ratih kepada Putra pertamanya itu. Tuan Sanjaya yang lagi-lagi mendengarkan pembelaan Nyonya Ratih langsung bersuara.
"bela saja terus !!!" teriak tuan Sanjaya. Nyonya Ratih pun langsung melihat ke arah sang suami dan sedikit melototinya.
"Kenapa..?? Kamu tidak tega melihat Raka menampar adiknya. Kalau begitu, suruh meta untuk tinggal di luar saja, jangan tinggal di rumah ini !! Karena saya tidak ingin menampung anak yang pembangkang dan anak yang melakukan hal kotor di luar sana !! memalukan.!!" Ujar Tuan Sanjaya dengan ekspresi marah kepada istrinya.
Nyonya Ratih yang mendengar suara bentakan Tuan Sanjaya dan sekaligus belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi lagi-lagi menjawab penuturan Tuan Sanjaya.
"Memangnya Meta salah apa pa !! Kesalahan Meta cuma pulang tengah malam saja dan mama rasa itu bisa dibicarakan baik-baik. Kenapa harus melakukan kekerasan seperti ini !!" Ujar Nyonya Ratih lagi dengan suara yang ikut meninggi.
"Oh.. jadi kamu masih belum sadar juga. Lihat ini hasil didikan kamu. Mau ditaruh di mana muka papa ini hah..!!" Ujar Tuan Sanjaya lagi kepada istrinya bertambah marah.
"Raka !! Perlihatkan video yang tidak senonoh itu kepada Mama kamu biar dia mengerti. Dan setelah ini, kamu suruh anak kesayangan kamu ini keluar dari rumah saya.!! Jika kamu tidak ingin mengusirnya atau membiarkan ia hidup sendirian di luar sana, mending kamu juga ikut keluar bersama anak kesayangan kamu. saya tidak butuh istri yang pembangkang dan tidak nurut apa kata suami. Ditambah lagi yang saya katakan itu untuk kebaikan." Ujar Tuan Sanjaya dengan menusuk hati nyonya Ratih. setelah itu, Tuan Sanjaya langsung pergi dari sana.
"Ini rekamannya, silakan mama lihat dan cermati sendiri dan Raka rasa, orang yang terlihat di video itu cukup jelas. Dan juga, ini bukti penyelidikan orang-orang yang Raka suruh untuk memantau kegiatan Meta dan Mita. Dan semuanya akurat. Silakan Mama baca dan renungkan baik-baik. Jangan membuat papa kembali depresi dengan kelakuan Mama seperti ini." Setelah Raka mengatakan hal itu, Ia langsung menyerahkan video yang sudah ia putar dan juga bukti-bukti lainnya.
Mita yang juga ikut penasaran dengan bukti tersebut, ia mendekat dan melihatnya. Video yang berputar itu tentu saja membuat Mita dan nyonya Ratih benar-benar terkejut dan terpukul.
Ternyata, selama ini meta anak yang selalu dibanggakan oleh Nyonya Ratih adalah seorang perempuan yang menggunakan uang atau kekuasaannya untuk membayar jasa gigolo untuk memuaskan dirinya.
Nyonya Ratih benar-benar tidak percaya. ia terduduk dan tatapan matanya menjadi kosong. Begitu juga dengan Mita. namun Mita yang sudah kehilangan respect kepada Meta hanya tersenyum sinis melihat video tersebut.
"Oh.. ternyata Kak Meta ahli juga ya.. tak cuma ahli tapi juga hebat. Ternyata, uang yang selama ini diminta dengan jumlah yang sangat besar itu, ia gunakan untuk membayar gigolo untuk memuaskan nafsunya. Ck ck ck murahan sekali..!!" Seru Mita tanpa peduli Apakah Nyonya Ratih akan tersinggung atau tidak. Begitu juga dengan Meta. Mita sudah sangat geram terhadap kelakuan ibu dan anak itu, walau nyatanya dirinya masih sangat menyayangi keduanya.
"Diam kamu Mita !! Atau aku akan menyumpal mulutmu itu !!" Teriak Meta dari sana.
Tapi Mita tidak perduli. dia malah melenggang pergi dan masuk kembali ke dalam kamarnya. Dirinya Sudah cukup puas setelah mengetahui bahwa ternyata saudara kembarnya adalah seorang perempuan ****** yang berkali-kali mempermalukan keluarganya. sementara meta, ia langsung bergegas berlutut di hadapan Nyonya Ratih.
"Ma, Mama jangan percaya. itu hanyalah video editan saja. Meta nggak mungkin melakukan hal itu mah.." ujar meta memohon dibawa kaki nyonya Ratih itu.
Namun, bukannya mendengarkan rengekan dan pembelaan diri Meta, Nyonya Ratih malah berubah menjadi syok. Raka pun mendekat ke arah Nyonya Ratih dan langsung mengambil hp yang masih di tangannya dan juga beberapa bukti pergaulan bebas meta di luar sana.
"Meta, ini adalah peringatan terakhir dari kakak. Tinggalkan kegiatan haram mu, atau tinggalkan rumah ini. Aku yakin, papa tidak akan mau menampung dirimu lagi." Ujar Raka kepada Meta.
Mendengar penuturan Raka, Meta tidak terima dan langsung bangkit melawan Kakak pertamanya itu.
"Kakak tidak berhak mengatur-ngatur hidup aku. Ini adalah hidupku dan aku yang berhak menentukannya." Ujar Meta lagi dengan sorot mata kemarahan. Raka yang mendengar penuturan adiknyanya tiba-tiba menjadi emosi lagi.
"KAMU INI, BODOH ATAU BAGAIMANA SIH !! Kakak ngomong seperti itu padamu, agar kamu meninggalkan pergaulan bebas seperti itu !! Kakak itu sayang padamu, makanya Kakak mengatakan hal itu agar kamu berhenti melakukannya !! Jika kamu menginginkannya Kenapa tidak menikah saja !!! Ingat, itu perbuatan dosa dan perbuatan tercela serta berzina yang hitungan dosanya berkali-kali lipat !!" Teriak Raka kepada adiknya itu.